Agar Tidak Malu Sendiri Nantinya, Inilah 5 Jenis Postingan di Media Sosial yang Harus Kamu Hapus

Cek media sosialmu, jangan sampai malu guys!

Media sosial kini tidak hanya menjadi alat komunikasi dan interaksi, namun juga bisa menjadi tempat mengeluarkan pendapat, unek-unek, sampai curhat masalah pribadi. Namun sayangnya, tidak semua orang mampu menyaring curahan hati yang hendak diunggah. Sehingga banyak masalah yang tidak etis justru dipublikasikan. Hasilnya kini Facebook, Twitter, ataupun Instagram dipenuhi curhatan yang bersifat personal.

Postingan jadul para artis (twitter.com)

Nah, daripada nantinya malu sendiri, ada baiknya kamu cek kembali isi media sosialmu. Jangan sampai dinding di akunmu dipenuhi dengan postingan-postingan yang suatu saat bakalan bikin kamu geli sendiri. Lalu jenis unggahan apa saja yang perlu dihapus?

1. Status alay saat pertama kali kamu bermain media sosial

Mungkin kamu lupa postingan apa yang pertama kali dibuat di akun media sosialmu. Cobalah untuk buka-buka kembali postingan lawas, tentu kamu akan geli sendiri saat membaca ulang status-status tersebut.  Merasa dirimu alay?

Status alay jaman dulu (hipwee.com)

Kabar buruknya, Facebook akan mengingatkan kembali status-status lawasmu yang alay di setiap tahunnya. Jadi daripada temanmu ada yang lihat, mendingan hapus sekarang juga guys! Terlebih status norak pas masih menjalin hubungan bersama mantan, langsung hapus aja please!

2. Foto norak pas jaman masih alay

Hampir sama dengan poin pertama, postingan yang perlu kamu hapus selanjutnya adalah foto-foto saat masih alay. Biasanya, foto-foto tersebut memperlihatkan pose yang eksis di jamannya. Apalagi dengan wajah kusam, plus kualitas foto yang tidak begitu bagus.

Foto norak jaman alay (akbaryoga.com)

Jika kamu merasa sayang menghapusnya dengan alasan sebagai kenang-kenangan, ubah saja privasinya menjadi pribadi. Jadi, meskipun tidak dihapus namun orang lain nggak akan bisa melihat foto-foto “aib” tersebut. Tak mau kan di ejek gara-gara pose yang “nggak banget” itu?

3. Postingan hoax

Jangan sekali-kali posting hoax (geotimes.co.id)

Ada kaidah yang harus kamu pegang saat menyebarkan informasi di dunia maya, yakni lakukan saring sebelum sharing. Maksudnya ialah, sebelum kamu memutuskan untuk membagikan sebuah informasi, pastikan dulu jika informasi tersebut benar dan bukan hoax. Jangan sampai kamu membagikan kabar palsu, yang ada kamu bakalan malu saat ada yang lebih tahu dengan informasi tersebut.

4. Postingan yang mengundang perdebatan

Posting berdebatan (localsearchmasters.com)

Saat ini banyak orang yang harus berurusan dengan pihak kepolisian akibat mengunggah postingan yang memicu perdebatan dan berakhir dengan cacian, atau pencemaran nama baik. Pada akhirnya, selain bisa menyebabkan masalah, postingan semacam ini tidak akan memberikan faedah untukmu. Tentu kamu tidak ingin dibuat malu gara-gara postinganmu berakhir di meja hijau kan? Ingat, media sosial untuk menjalin pertemanan, bukan mencari permusuhan.

5. Postingan menyinggung orang atau pihak lain

Mungkin kamu pernah melihat postingan di media sosial yang bertujuan menyinggung orang lain? So, sebenarnya daripada nantinya malu sendiri, jika ada persoalan dengan orang lain lebih baik bilang secara langsung. Katakan padanya secara baik-baik daripada mengumbarnya di media sosial.

Postingan menyinggung orang lain (gogirl.id)

Bukan apa-apa, tidak jarang melakukan hal demikian hanya akan membuatmu malu jika bertemu dengan orang yang kamu singgung. Jadi, jika kamu pernah membuat postingan yang bertujuan “menyenggol” orang lain, mendingan mulai sekarang dihapus saja status tersebut guys!

Itulah 5 postingan di media sosial yang perlu dihapus agar nantinya kamu tidak malu sendiri. Media sosial memang menjadi sesuatu yang tidak bisa terlepaskan dari kehidupan manusia modern, jadi bijak-bijaklah dalam menggunakan agar tidak terjerat masalah.

Written by Aulawi (Aw)

Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *