Jangan Terlalu Memanjakan Anak, Inilah Dampak Buruk yang Bisa Terjadi

Menyayangi anak tidak harus memanjakannya dengan berlebihan..

Memiliki seorang buah hati memang menjadi dambaan setiap manusia. Konon katanya hidup belum terasa sempurna tanpa adanya kehadiran sang buah hati di tengah-tengah keluarga kecil yang sedang dibangun.

Baca juga : 5 Hal Ini yang Mertua Harapkan Jika Memiliki Menantu Wanita

Mrencintai buah hati tidak harus memanjakannya (rimma.co)

Begitu berbahagianya seseorang saat memiliki buah, sehingga ada yang sampai berlebihan dalam menyayanginya. Bahkan tidak sedikit yang sampai memanjakan sang anak dengan sangat berlebihan. Padahal, memanjakan anak dengan berlebihan memiliki dampak yang tidak baik bagi anak itu sendiri. Apa sajakah dampak negatif dari terlalu memanjakan anak?

Anak tidak memiliki karakter mandiri dan bertanggung jawab

Anak yang terbiasa dimanja akan mengalami kegagalan dalam proses kemandirian. Karena sudah terbiasa dengan hidup dimanja, dilayani, dan segala kemauannya selalu dituruti, akhirnya akan terbentuk karakter anak yang selalu bergantung dengan orang lain. Hingga sang anak dewasa, ia tidak bisa hidup mandiri dengan melakukan tanggung jawabnya sendiri.

ANak tidal bisa hidup mandiri (cloudfront.net)

Anak yang terlalu dimanja hanya akan membuat ia terlambat proses pembentukan karakter tanggung jawabnya. Sebab, selama ini segala tanggung jawab yang melekat kepadanya selalu dibantu atau dilakukan orang lain.

Saat dewasa, anak akan memiliki karakter mudah menyerah dan putus asa

Menyayangi anak memang boleh, bahkan wajib. Tetapi jika memanjakan anak dengan berlebihan itu tidak baik bagi anak itu sendiri. Anak yang terlalu dimanja, nantinya berdampak pada karakter anak yang mudah menyerah dan mudah putus asa, saat dewasa kelak.

ANak akan menjadi mudah menyerah (hipwee.com)

Karena terbiasa hidup dimanja, anak tersebut akan merasa kesulitan jika ia menghadapi persoalan yang menimpa dirinya. Pada akhirnya ia akan mudah menyerah dan putus asa.

Anak berkembang menjadi pemarah dan egois

Anak yang terlalu dimanja akan berkembang menjadi anak yang mudah pemarah. Hal tersebut disebabkan karena terbiasa dengan kemauannya yang selalu dituruti, tidak pernah dimarahi, dan selalu diperlakukan bak raja. Akhirnya anak akan mudah marah saat keinginannya tidak dipenuhi.

Anak menjadi pemarah dan egois (emakpintar.org)

Selain itu, anak juga akan berkembang menjadi pribadi yang egosi. Ia akan lebih mementingkan dirinya sendiri dan anti terhadap lingkungan sosialnya. Keinginannya selalu harus dituruti, bahkan ia bisa merugikan orang lain demi terwujudnya keinginannya.

Rentan terjerumus kepada tindakan kenakalan remaja

Anak menyukai kebebasan dan rentan terjerumus ke dunia kenakalan remaja (deviantart.net)

Anak yang terbiasa hidup dimanja akan melakukan segala sesuatu sesukanya sendiri. Apapun yang menurutnya menyenangkan akan ia lakukan. Hal ini terjadi karena anak manja jarang mendapatkan peraturan dan hukuman. Apa yang menurutnya menyenangkan akan ia lakukan tanpa takut ada orang yang memarahinya. Hingga anak semacam ini mudah terbawa ke dalam pergaulan bebas.

Anak akan mengalami kegagalan dalam berinteraksi dengan sosialnya

Memanjakan anak berlebihan juga akan membuat anak mengalami kegagalan dalam berinteraksi sosial. Mungkin kamu pernah melihat seorang anak yang masuk sekolah dasar tetap minta ditungguin orang tuanya. Ia tidak berani bergaul dengan teman-temannya tanpa pengawasan orang tuanya. Hal ini disebabkan anak terlalu dimanjakan saat di dalam rumah.

Akibat terlalu dimanja anak mengalami kegagalan berinteraksi dengan sosialnya (solusiibuattack.com)

Menyayangi anak memang sebuah keharusan, memanjakan anak juga bukanlah perbuatan salah. Namun tentu harus ada batasan-batasannya. Jika terlalu memanjakan sampai berdampak buruk bagi anak, memanjakan berlebihan bukanlah bukti cinta orang tua kepada anaknya. Melainkan bentuk kegagalan orang tua dalam mendidik buah hatinya.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Unik! Pengemis di China Bisa Terima Sumbangan dengan Sistem Pembayaran Digital

Sejak Kecil, Wanita Memang Merasa Tak (Akan) Sepintar Pria