Nasihat Baik Untuk Para Lelaki: Jangan Terlalu Berkorban Demi Wanita

Berkorbanlah sepenuhnya saat kamu sudah resmi menjadi imam baginya~

Entah darimana asalnya pemikiran yang mengatakan bahwa seorang lelaki sejati sudah sepatutnya berkorban segalanya bagi wanita yang dicintainya. Banyak orang menambahkan bahwa pengorbanan yang tulus adalah bukti bahwa kita benar-benar menyayangi si wanita, oleh karenanya jika kita enggan berkorban kerap kali dianggap tidak sayang, tidak cinta, dan tidak serius.

Memang, saya pun mengakui bahwa sesuatu yang diperjuangkan dengan maksimal akan terasa manis buahnya dan bisa bertahan lama kita miliki. Tapi betulkah bahwa seorang lelaki harus mengorbankan segalanya demi wanita yang ia cintai? Jawabannya adalah: tidak! Lagipula tidak berkorban juga bukan berarti kamu tidak sayang, cinta dan serius kok.

Cinta sejati muncul karena keduanya berjuang. Jika hanya kamu saja yang berjuang dan berkorban, maka lebih baik kamu mundur sekarang juga!

Sebagai seorang lelaki, terkadang kita merasa bahwa wanita membutuhkan perhatian setiap saat dan butuh curahan perlindungan. Tak jarang lelaki bahkan rela mengubah dirinya habis-habisan demi menyenangkan wanitanya. Bahkan si lelaki rela melakukan segala hal untuk terus memperjuangkan cintanya.

Hanya kamu yang rela brkorban dan berjuang demi cinta kalian? Lebih baik sudahi saja! (cloudfront.net)

Tapi ketahuilah, jika hal itu terus kamu lakukan tanpa ada perjuangan yang setimpal pula dari wanita pujaanmu, lebih baik berhentilah dan mundur sekarang juga. Bisa jadi ia hanya memanfaatkanmu untuk kepentingannya sendiri. Atau ia mungkin adalah pribadi yang memiliki ego berlebih. Tinggalkan, sebelum kamu akan mengalami kesulitan sendiri di masa depan.

Kamu bisa kehilangan jati diri

Pernah dapat pertanyaan ini dari teman-temanmu: “wah kamu kemana aja ga pernah kelihatan? sombong euy~” ? Tandanya kamu sudah mulai kehilangan jati diri karena waktumu habis untuk kamu berikan pada kekasihmu (Stand up Lovers)

Karena terlalu banyak berkorban demi pacarmu, kamu bisa kehilangan jati diri sendiri loh! Misalkan saja, kamu jadi mulai kehilangan waktu untuk bergaul dengan teman-temanmu karena semua waktumu kamu berikan pada kekasihmu. Mungkin di awalnya kamu tak akan merasakan hal itu, karena kamu berpikir bahwa ia adalah pusat kebahagiaanmu. Tapi percayalah, pelan-pelan kamu akan mulai kehilangan jati diri, dan ini tentu saja tidak baik bagi kesehatan jiwamu.

Bagimu pengorbanan, baginya itu adalah kewajibanmu

Rasanya banyak lelaki di dunia ini yang merasa telah memberikan pengorbanan bagi kekasihnya namun hal tersebut tak dianggap sebagai pengorbanan. Misalkan saja, kamu merasa telah mengorbankan waktu latihan futsal bersama teman-temanmu untuk menjemput kekasihmu yang baru selesai mempercantik diri di salon.

Coba diskusikan dengan pasanganmu, apakah semua yang telah kamu korbankan itu berarti baginya atau hanya dianggap sebagai kewajibanmu semata? (youtube.com)

Bagimu itu adalah pengorbanan, namun ternyata baginya itu adalah sebuah kewajibanmu sebagai seorang kekasih dan pria sejati. Kalau sudah begini, frekuensinya kan jadi ngga nyambung? Akhirnya segala pengorbanan yang kamu berikan dengan tulus bisa berubah jadi pamrih karena kamu merasa ia tak menghargainya.

Hubungan kalian belum sampai pada tahap serius

Kita perlu sepakat terlebih dahulu bahwa hubungan yang masuk tahap serius di sini berarti sebuah pernikahan. Jadi jika kamu dan pasanganmu belum sampai ke tahap itu, maka pengorbanan bukan sebuah kewajiban untuk kamu berikan padanya.

Banyak orang yang menikah bermula dari pacaran. Tapi jangan pernah berkorban terlalu banyak selama masa pacaran itu, karena bagaimanapun juga ia masih bukan milikmu (youtube.com)

Ya, kamu mungkin perlu sesekali berkorban untuknya semasa pacaran, namun jangan sampai pengorbanan itu sedemikian besarnya hingga jika suatu ketika terpaksa putus, kamu tak mengungkit-ungkit pengorbanan itu. Ingatlah, seburuk-buruk lelaki adalah yang mengungkit-ungkit pemberiannya (termasuk pengorbanan) pada mantan kekasih.

 

Tulis Komentarmu
Dozan Alfian

Written by Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Dibanding Pria, Wanita Butuh Lebih Banyak Me Time, Sebenarnya

Jodoh Tak Akan Kemana, Tak Perlu Bingung Hanya Karena Belum Menemukannya