Kamu, Jangan Pernah Mencintaiku Jika Hanya Ingin Mencurigaiku

Ini, adalah peringatan keras untukmu

Sepertinya, aku harus mengingatkan ini untuk kesekian kalinya. Bahwa dalam menjalani hubungan cinta, apa pun levelnya, saling percaya adalah syarat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tapi entah mengapa, kamu bisa dengan mudahnya melupakan itu dan terus saja mencurigaiku.

Baca juga : Cinta dan Memberi Adalah dua Kata Sejati dalam Kamus Nurani

Karena kamu terlalu mencintaiku? Karena kamu terlalu takut aku bakal berpaling atau menduakan cintamu? Kalau kamu memang berpikir seperti itu, terima kasih. Karena setidaknya, aku sudah mendapatkan orang yang selama ini selalu kusebut dalam setiap doaku. Setiap malam.

Kecurigaanmu benar-benar sudah di luar kewajaran

Hanya saja, terus terang, sikapmu yang keterlaluan itu benar-benar membuatku tidak tenang. Aku merasa risih dan jijik, sampai-sampai aku justru merasa lebih nyaman ketika jauh darimu. Sama seperti aku, mungkin saja kamu juga menganggapku keterlaluan dengan perubahan sikapku ini.

Kecurigaanmu yang di luar kewajaran itu, membuatku merasa lebih nyaman ketika jauh darimu. | uzone.id

Tapi, keterlaluan macam apa yang bisa mengalahkan kecurigaanmu padaku? Kecurigaanmu di saat aku keluar bersama sahabat-sahabatku, kecurigaanmu ketika aku ngobrol dengan teman-teman media sosialku, dan kecurigaanmu pada semua masa laluku itu, benar-benar sudah di luar kewajaran.

Tidak ada yang perlu dan pantas dicurigai

Dari awal hubungan, bukankah sudah kuingatkan bahwa mencintai itu berarti menerima? Menerima kelebihan masing-masing, juga menerima kekurangan masing-masing. Menerima kebiasaan yang mungkin berbeda di antara kita berdua, juga menerima persamaan yang membuat kita bersama.

Apa kamu lupa kalau mencintai itu berarti menerima? | pexels.com

Akan aku jelaskan. Soal sahabat-sahabat yang lebih dulu mengenalku ketimbang kamu itu, kamu juga tahu kan, mereka adalah orang-orang yang bahagia melihat hubungan kita. Jujur saja, mereka selalu khawatir setiap kali kita punya masalah. Jadi pertanyaanku, apa yang perlu dan pantas dicurigai?

Kamu sadar kan kalau kita sudah tidak hidup di jaman purba lagi? Kita ini sudah ditakdirkan menjadi orang-orang yang pintar bersosial. Jadi kupikir, media sosial adalah tempat yang wajar untuk menyalurkan jiwa sosial kita. Meskipun ada beberapa yang nakal, setidaknya aku bukan salah satunya.

Selanjutnya, semua tergantung kamu

Dengan semua kecurigaanmu itu, apa aku perlu minta tolong agar kamu bisa paham? Paham bahwa kelakuanku jauh dari apa yang kamu bayangkan, dan paham bahwa sikap burukmu itu hanya akan menjerumuskan hubungan kita pada kehancuran. Sekali lagi, aku tidak seperti apa yang kamu pikirkan.

Apa aku perlu minta tolong agar kamu bisa paham? | twitter.com

Anggap saja ini sebuah peringatan keras untukmu. Soal bagaimana sikapku setelah ini, itu semua tergantung bisa atau tidak kamu mengubah kelakuan burukmu yang membuatku merasa lebih nyaman ketika tidak ada kamu.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: “Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal.”

6 Logam Ini Bisa Menggantikan Emas Untuk Cincin Kawin Pasangan Muslim

Venustrapobhia, Penyakit yang Bisa Bikin Cowok Jomblo Menahun