Jangan Bercanda Keterlaluan, 4 Orang ini Kehilangan Nyawa Karena Hal Tersebut!

Jadi, jangan berlebihan dalam bercanda dan ngerjain orang yah.

Menjaili orang lain dengan sebuah jebakan atau sandiwara memang sedang ngetrend di kalangan anak muda. Istilah nge-prank kian menjadi hal yang populer seiring adanya teknologi komunikasi sebagai media berbagi video unik seperti prank. Dalam bahasa Indoensia bisa diartikan menjadi bercanda keterlaluan atau ngerjain.

Prank berbahaya (topembeded.com)

Namun, tidak selamanya ngerjain teman berakhir menyenangkan. Ada juga beberapa kegiatan prank justru berakhir tragis. Inilah beberapa kematian yang diakibatkan oleh nge-prank. Jangan sampai hal ini terjadi lagi:

1. Meninggal karena prank sms

Kisah tragis pertama akibat prank menimpa seorang remaja di Amerika Serikat, Tysen Benz seorang remaja berusia 11 tahun ditemukan tewas bunuh diri setelah ia menerima sebuah pesan pendek di hp nya.

Mendapatkan pesan jika pacarnya meninggal (jalantikus.com)

Setelah polisi menyelidiki kematian Tysen, ternyata ia bunuh diri setelah membaca pesan jika pacarnya telah meninggal. Tysen lantas merasa terpukul dan akhirnya bunuh diri berharap bisa menyusul pacarnya.

Tysen Hanz akhirnya bunuh diri (tribunnews.com)

Nahasnya, SMS kematian pacar Tysen ternyata hanyalah sebuah lelucon atau prank yang dikirmkan oleh salah satu temannya. Hal tersebut semata-mata hanya untuk usil belaka.

Namun siapa sangka, usia Tysen yang masih labil tentu sangat shock mendapatkan kabar demikian, sehingga ia tidak bisa berfikir panjang dan memutuskan untuk bunuh diri.

2. Meninggal saat dikerjain teman-teman di hari ulang tahunnya

Pada tahun 2016 yang lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan meninggalnya seorang remaja berusia 23, bernama Sandy. Ia menghembuskan nafas terakhirnya tepat di hari ulang tahunnya.

Sandy saat diikat di tiang listrik sebelum kesetrum (wajibbaca.com)

Kisah tragis bermula saat teman-teman Sandy ingin memberikan kejutan ulang tahun di malam hari ulang tahun Sandy. Dengan menyediakan telor, tepung, dan air, teman-teman Sandy bermaksud mengotori Sandy dengan bahan-bahan tersebut.

Awalnya prosesi surprise tersebut berjalan lancar, hingga akhirnya sandi diikat di sebuah tiang listrik di lapangan basket, BSD Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Saat itulah Sandy dihujani telor, tepung, dan disiram air.

Kronologi kematian Sandy di malam ulang tahunnya (tribunnews.com)

Tapi petaka tiba-tiba datang merubah rasa gembira, Sandy yang basah kuyup tiba-tiba kejang-kejang setelah menyentuh kabel listrik di tiang dimana dia diikat. Sandy kesetrum parah, nyawanya tidak terselamatkan dia menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.

3. Prank menutup tanda stop berujung kematian

rambu-rambulalu lintas merupakan salah satu hal yang mampu meminimalisir kecelakaan di jalanan. Jika kita merubah rambu lalu lintas, tidak menutup kemungkinan hal tersebut bisa menjadi petaka bagi pengguna jalan.

Prank menutup tanda stop (jalantikus.com)

Hal inilah yang terjadi pada empat orang remaja di Ohio, Amerika Serikat. Hanya untuk mencari kesenangan, empat remaja ini sengaja menutupi tanda “stop” dipinggir jalan yang ditujukan agar pengguna jalan tidak melewati batas jalan tersebut.

Namun akibat tanda “stop” itu ditutupi, kecelakaan pun terjadi. Dua orang nenek masing-masing berusia 81 dan 85 tahun harus meninggal dunia setelah mobilnya mengalami kecelakaan akibat terperosok ke jurang yang tidak ada tanda stopnya.

4. Prank ulang tahun berakibat fatal

Prank berujung kematian juga pernah menimpa Maizatul Farhanah, siswi kelas VII SMPN 3 Batam. Untuk merayakan ulang tahunnya, teman-teman dan wali kelasnya merencanakan prank dengan menuduh Maiza sebagai pencuri.

Maizatul dituduh mencuri padahal hanya rekayasa (okezone.com)

Awalnya ada salah satu teman kelasnya yang kehilangan barang, lalu wali kelas meminta diadakan pengledahan di tas-tas siswa. Namun ternyata barang yang hilang ada di tas milik Maizatul, padahal ini sebuah rekayasa untuk ngerjain Maizatul.

Melihat hal itu, Maizatul pun menangis menjadi-jadi ketakutan, hingga guru dan teman-temannya menjelaskan jika itu hanya rekayasa untuk merakayak ulang tahunnya. Namun sayang, sepertinya Maizatul mengalami goncangan psikis yang cukup kuat pada tuduhan itu meskipun hanya rekayasa.

Pasca kejadian itu, Maizatul mengalami berbagai gangguan psikis, mulai susah diajak bicara, suka melamun, ketakutan, sampai menangis sendiri. Ia pun sempat dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya.

Maizatul meninggal setelah alami depresi akut (tribunnews.com)

Kondisi Maizatul kian hari kian buruk, menurut dokter ia terkena depresi akut. Kesehatannya semakin menurun, bahkan ia sering pingsan. Hingga akhirnya tidak lama setelah ulang tahunnya, Maizatul menghembuskan nafas terakhirnya.

Itulah deretan prank yang berujung kematian. Pelajaran yang bisa kita ambil ialah, jika kamu mau ngerjain orang, lebih baik kamu mengetahui karakter orang yang kamu kerjain, selain itu jangan terlalu berlebihan jika kamu mau ngerjain seseorang yah, harus ada batasnya!

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *