Jangan Anggap Sepele Hoax, Inilah 5 Hoax yang Mengakibatkan Perang Dahsyat

Jangan lupa saring sebelum sharing informasi…

Di era keterbukaan informasi dan majunya teknologi, penyebaran dan peredaran berita terjadi dengan begitu sangat cepat. Bahkan kita bisa mengetahui secara langsung apa yang terjadi saat ini di belahan bumi yang lainnya.

Memang kemajuan teknologi seperti saat ini, dapat membantu manusia guna mengikuti sebuah berita dan informasi. Namun sayangnya dengan kemudahan akses informasi tersebut, banyak berita-berita bohong atau hoax yang tidak mampu dibendung lagi. Bahkan kadang kita susah dalam menyaring mana berita yang benar-benar terjadi, dan mana berita hoax.

Hati-hati saat menyebarkan informasi (squarespace.com)

Mungkin sebagian besar kita masih selektif saat memilih dan memmbagikan berita di media sosial, namun sayangnya tidak sedikit yang acuh tak acuh dengan kebenaran berita dan langsung menelannya mentah-mentah serta membagikannya ke media sosial. Padahal, dalam sejarah umat manusia, hoax merupakan salah satu penyebab peperangan mematikan di dunia ini. Berikut hoax besar yang pernah memicu terjadinya peperangan.

1. Hoax kepemilikan senjata pemusnah massal oleh Irak

Dalam sebuah sidang Dewan Keamanan PBB pada tanggal 8 Februari 2003, Menteri Luar Negeri AS, Colin Powell, mengatakan jika dirinya memiliki bukti otentik atas kepemilikan senjata pemusnah massal oleh Irak. Dengan dalih informasi tersebut, meskipun tanpa perintah dari Dewan PBB, Amerika di bawah kepemimpinan Presiden George W Bush menyerang Irak dan membungihanguskan negara kaya minyak tersebut.

Hoax yang menyebabkan perang di Irak (liputan6.com)

Peperangan pun terjadi di Irak dengan begitu dahsyat, Amerika dengan senjata penuhnya terus menekan tentara Irak dibawah pimpinan Presiden Saddam Husein. Namun sampai perang berakhir dan Irak hancur lebur, nyatanya senjata pemusnah massal yang dimiliki Irak, sebagaimana diklaim Amerika tidak pernah terbukti.

2. Hoax dari Nayirah pemicu perang teluk

Pada 19 Oktober 1990, seorang remaja putri Kuwait bernama Nayirah memberikan keterangan di depan Kongres Amerika Serikat. Nayirah mengatakan dalam kesaksiannya tentang kebiadaban tentara Irak yang membunuh balita-balita Kuwait secara membabi buta. Bahkan kekejaman tentara Irak diklaim sama kejinya dengan tentara Nazi.

Nayirah dalam kesaksiannya yang ternyata bohong (eramuslim.com)

Atas tuduhan Nayirah tersebut, maka pecahlah perang teluk antara Irak dan Kuwait yang dibantu Amerika dan sekutu. Setelah Kuwait telah merdeka, diketahui ternyata informasi yang diberikan oleh Nayirah tidaklah benar. Bahkan terkuak jika Nayirah ternyata putri duta besar Kuwait untuk Amerika Serikat.

3. Hoax Hitler pemicu perang dunia II

Jika kita membuka kembali pelajaran sejarah sekolah, maka kita akan menemukan nama Adolf Hitler dalam pergulatan perang dunia ke dua. Ia merupakan pemimpin partai Nazi Jerman yang dikenal kejam dan gemar menyebar kebohongan.

Hitler pemimpin paling kejam di perang dunia kedua (emaze.com)

Salah satu kebonongan Hitler bahkan memicu terjadinya perang dunia kedua. Pada awal September 1939, melalui radio nasional, Hitler mengumumkan kepada masyarakat Jerman jika tentara Jerman diserang oleh tentara Polandia pada pukul 05.45. Dalam pengumumannya tersebut, Hitler juga berjanji akan melakukan aksi balas dendam kepada Polandia.

Namun setelah perang dunia kedua berakhir, baru diketahui ternyata informasi tersebut adalah hoax yang sengaja dibuat Hitler untuk menyerang Polandia. Adapun yang menembaki tentaranya, ternyata tentara Jerman sendiri yang menyamar menjadi tentara Polandia.

4. Hoax pemicu perang kerajaan Prussia

Negara-negara seperti Jerman, Rusia,  Polandia, Lithuania, Denmark, belia, Ceko, dan Swiss, dulunya tergabung dibawah kekuasaan kerajaan Prussia. Dalam sejarahnya, negara-negara tersebut pernah mengalami peperangan mematikan dengan Prancis.

Perang kerajaan Prussia (wikimedia.org)

Kejadian tersebut bermula saat Raja William ingin mengirimkan telegram kepada raja Prancis. Namun oleh perdana menteri Prussia isi telegram tersebut diedit hingga berisikan ejekan dan hinaan kepada Prancis. Hal itulah yang kemudian menimbulkan perang besar dengan korban jutaan jiwa. Kejadian ini berlangsung di tahun 1870.

5. Hoax “operasi tapal besi” yang tidak pernah terbukti

Pada April 2000, pemerintah Bulgaria mendapatkan laporan dari badan intelijen Jerman tentang adanya rencana pembasmian etnis ala Holocaust oleh Serbia terhadap etnis Albania dan Kosovo. Bukti dari rencana tersebut menurutnya ialah adalah citra udara dari lokasi kamp konsentrasi.

Serbia setelah diserang NATO (dw.com)

Mendapatkan informasi tersebut, North Atlantic Treaty Organization (NATO) atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara melakukan serangan besar-besaran kepada Serbia. Namun hingga detik ini, rencana pembasmian etnis yang kemudian berkode “operasi tapal besi” nyatanya tidak pernah terbukti ada.

Itulah 5 hoax yang bisa menimbulkan peperangan dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Sebelum membagikan berita atau informasi, alangkah lebih baiknya kita melakukan cek dan ricek, tabayyun, dan mencari kebenaran yang sebenarnya dahulu. Tidak lupa juga, budayakan saring informasi sebelum sharing informasi.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *