“Jalani Aja Dulu” Sebelum Mengatakan Ini Pastikan Kamu Tau Apa yang Harus Dijalani

Jadi, kamu mau menjalani apa sih?

300
SHARES

Sungguh, sebelum kamu bilang “Jalani aja dulu” akan jauh lebih baik jika kamu benar-benar paham apa yang hendak kamu jalani. Jangan sampai kamu bilang jalani aja dulu tapi nggak tau mau menjalani apa. Nyatanya, prinsip ‘jalani dulu’ justru cenderung menjerumuskanmu pada lubang kegalauan daripada membawamu pada kebebasan. Apalagi terkait hubungan tanpa status yang tak jelas arahnya kemana. Menjalani hubungan tanpa status di usiamu yang sudah lagi tak bisa dibilang remaja, hanya akan berakhir pada kesia-siaan. Percayalah.

Pastikan Kamu Tau Apa yang Harus Dijalani (hipwee.com)

Kalian memang memiliki kedekatan layaknya orang pacaran. Tapi apa artinya jika tanpa adanya status? Alih-alih menghindarkan dari patah hati saat perpisahan, hubungan tanpa status justru akan semakin menyakitkan. Apa yang hendak kamu tangisi saat dia tak benar-benar jadi milikmu? Atau bagaimana sebuah hubungan berakhir padahal kamu belum memulainya?

Untuk itulah, prinsip “jalani aja” seharusnya tak perlu kamu ikuti. Jika memang kamu mencintainya, tunjukkanlah padanya dan bangun hubungan yang memiliki arah jelas. Jangan hanya megikuti arus tanpa adanya ketidakpastian.

Mungkin kamu tak ingin buru-buru ambil keputusan hingga prinsip “jalani aja” menjadi pilihan

Iya memang benar bahwa, sebuah keputusan harus dipikirkan secara matang dan tak boleh diambil dengan terburu-buru. Harus ada pertimbangan sebagai dasar pengambilan keputusan hingga tak ada penyesalan di akhir. Tapi jika prinsip ini tak kunjung kamu akhiri, justru akan membuatmu lelah dan kebingungan.

Mungkin kamu tak ingin buru-buru ambil keputusan hingga prinsip “jalani aja” menjadi pilihan (psikologihore.com)

Mau sampai kapan kamu mengikuti arus? Segaralah ambil keputusan dan ambil kendali atas dirimu sendiri. Jangan hanya “jalani aja” tapi kamu tak tahu apa yang sedang kamu jalani. Bahkan kamu sendiri tak yakin kamu sedang berjalan menuju arah mana. Yang akhirnya, kamu akan kebingungan di ujung jalan.

Tanpa status bukan kebebasan yang kamu dapat, justru keterbatasan yang akan menghampirimu

Salah jika kamu kira status memberimu sejuta keterbatasan. Status justru akan memberimu kesadaran untuk saling membebaskan meskipun dalam keadaan ‘terikat’. Berbeda jika kamu dan dia tak memiliki status. Justru kamu akan merasa terikat dalam “kebebasan” yang telah kamu ciptakan.

Tanpa status bukan kebebasan yang kamu dapat, justru keterbatasan yang akan menghampirimu (gogirlmagz.com)

Bayangkan saja, mau melarang dia tapi kamu bukan siapa-siapanya, mau bikin kesepakatan ini itu tapi kamu tak memiliki hak serta keterbatasan lainnya. Bahkan untuk mempertahankan dia dari orang lain saja kamu tak akan bisa, karena kalian tak memiliki status. Masih mau jalani aja tanpa ada kepastian?

Tanpa adanya ikatan kamu bisa bersenang-senang tapi tak akan pernah merasa tenang

Keinginan untuk bersenang-senang sepuasnya dan bebas melakukan apapun pasti menjadi latar belakang kenapa kamu tak ingin terikat dalam sebuah hubungan yang ‘pasti’. Memang, kesenangan yang kamu dambakan akan kamu dapatkan. Tapi dibalik kesenangan tersebut, kamu tak akan pernah mendapatkan ketenangan.

Tanpa adanya ikatan kamu bisa bersenang-senang tapi tak akan pernah merasa tenang (kelascinta.com)

Kegelisahan tentang masa depan hubungan akan selalu menghantuimu, apalagi jika kamu sudah memasuki usia menikah. Kamu akan merasa lebih gelisah dari mereka yang sudah pacaran tapi belum ada tanda-tanda menuju pelaminan.

Untuk sekian alasan di atas prinsip ‘jalani aja’ memang tak boleh kamu anut, apapun alasannya. Akan lebih baik jika ada kejelasan status hubungan meskipun pelaminan masih angan-angan belaka.

300
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Author Erinda

"You can if you think you can"