Siapapun yang Mengubah Nama Jalan Dewi Sartika Jadi Jalan Dewi Persik di Bekasi, Bercandamu Nggak Lucu!

Nama pahlawan diganti nama penyanyi dangdut kontroversial? Please deh….

Biasanya, nama sebuah jalan di Indonesia menggunakan nama flora, fauna, kota, tokoh, atau para pahlawan yang telah gugur. Secara umum, tak ada pola khusus dalam penamaan jalan di Indonesia. Artinya, penamaan jalan bisa bergantung pada kepala daerah setempat.

Tapi apa jadinya jika sebuah jalan yang menggunakan nama besar salah seorang pahlawan lantas diganti seenaknya menjadi nama seorang penyanyi dangdut? Kontroversial tentu saja. Dan kasus ini terjadi di Bekasi, dimana jalan Dewi Sartika telah diubah menjadi jalan Dewi Persik oleh oknum tak bertanggung jawab.

Terjadi di Gogle Maps

Meski sempat menghebohkan, pengubahan nama jalan Dewi Sartika menjadi Jalan Dewi Persik ini hanya kita jumpai di aplikasi Google Maps. Jadi, saat kamu melewati jalan Dewi Sartika yang sesungguhnya, tentu saja kamu tak akan menemukan ada penanda nama jalan bertuliskan nama Dewi Persik. Walau begitu, hal ini tentu saja memalukan, apalagi Dewi Sartika merupakan pahlawan nasional perempuan asal Jawa Barat yang sangat berjasa bagi negeri ini.

Jl. Dewi Sartika berganti jadi Jl. Dewi Persik – Google Maps

Alhasil, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Bekasi, Titi Masrifahati melayangkan surat resmi berisi keberatannya pada pihak Google. Pemerintah Kota Bekasi bahkan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melakukan investigasi atas pengubahan nama jalan Pahlawan Nasional Dewi Sartika di Kecamatan Bekasi Timur itu.

Siapapun yang mengubahnya, bercandaanmu nggak lucu! – Google Maps

Menurut pemerintah setempat, pengubahan nama jalan tersebut di Google Maps bisa merugikan orang lain karena jalan Dewi Sartika adalah salah satu nama objek vital Kota Bekasi. Bayangkan jika kamu adalah orang luar Bekasi yang kebetulan mencari alamat di jalan Dewi Sartika melalui aplikasi Google Maps. Bisa-bisa kamu tersesat karena tak kunjung menemukannya.

Tanggapan Google

Google Indonesia pun meminta maaf dan bergerak cepat untuk mengatasi hal tersebut. Sebagai informasi, berubahnya nama jalan Dewi Sartika menjadi Dewi Persik telah terjadi sejak 30 Juli 2017 melalui layanan Google Maps dan dapat diakses publik. Menanggapi hal ini, Google Indonesia mengungkapkan bahwa kumpulan data yang ada di Google Maps sebetulnya berasal dari berbagai sumber, mulai dari penyedia pihak ketiga, sumber data publik, dan kontribusi pengguna. Dengan kata lain, aplikasi ini bersifat open source.

Penggantian nama jalan seenaknya ini karena Google memberlakukan sistem open source yang memungkinkan siapapun mengedit informasi – Youtube

Menurut Google, meski pihaknya selalu berusaha untuk memperbarui data secara reguler, namun waktu yang dibutuhkan bervariasi. Itulah sebabnya Google mengambil langkah untuk turut memanfaatkan berbagai sumber melalui tools yang telah disediakan. Dengan demikian, Google Maps bisa memberikan data yang komprehensif dan aktual, sehingga jika terjadi pengubahan nama tempat atau nama jalan secara mendadak, pengguna Google Maps pun bisa turut berkontribusi untuk segera melakukan update. 

Pemkot Bekasi telah melayangkan surat resmi berisi protes pada Google Indonesia – www.harnas.co

Google pun mengakui bahwa sistem seperti ini tentu rawan dengan informasi yang keliru, termasuk dari orang-orang tak bertanggung jawab. Oleh karenanya, Google menyediakan tool “Send Feedback” untuk melaporkan informasi yang tidak akurat. Tool ini berada di pojok kiri bawah aplikasi Google Maps (mobile), atau di pojok kanan bawah untuk pengguna yang memakai Google Maps via desktop. Setelah itu, klik “Report a data problem” untuk menyampaikan kekeliruan informasi di Google Maps.

Duh… siapapun yang iseng mengganti nama jalan Dewi Sartika menjadi jalan Dewi Persik, bercandamu ini kelewatan dan tidak bisa ditolerir!

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Faktanya, Bahasa Sunda-lah yang Berjasa Besar Atas Lahirnya Istilah ‘Jomblo’ di Indonesia

Acara Mata Najwa Pamitan, Fix, Acara Tv Hanya Sekedar Tontonan dan Kehilangan Tuntunan