Jadi Single Bahagia Meski Semua Teman Sudah Berumah Tangga? Bisa Saja, Ini Caranya

Ubah mindset diri sendiri agar bisa bahagia bagaimanapun kondisinya

Menjadi satu-satunya single di tengah teman-teman yang sudah berumah tangga menjadi beban tersendiri bagi sebagian orang. Mungkin kamu juga mengalami hal ini. Status yang kamu sandang bukan karena kamu tak ingin menjalin hubungan dan menikah, namun karena Tuhan belum mengizinkan kamu untuk bertemu dengan orang yang tepat.

Menjadi lajang ketika teman-teman sudah menikah (blogunik.com)

Tidak bisa dipungkiri jika seringkali baper datang menghampiri. Namun mau bagaimana lagi, toh jodoh memang belum ada. Belum lagi tuntutan dari orang-orang sekitar yang kadang bikin mood berantakan. Meski keadaannya seperti itu, kamu tetap bisa bahagia. Begini caranya.

Fokus dengan yang kamu lakukan

Daripada sibuk memikirkan omongan orang sekitar yang menuntut kamu untuk segera menikah, lebih baik alihkan fokusmu sepenuhnya dengan apa yang kamu lakukan. Berhentilah mengkhawatirkan apa yang sudah ditakdirkan Tuhan untukmu. Lakukan apa saja yang ingin kamu lakukan.

Fokus dengan yang kamu lakukan (cloudfront.net)

Tingkatkan karir, menambah skill, sekolah yang tinggi, jalan-jalan atau wisata kuliner sesuka hati. Penuhi hari-hari dengan berbagai kegiatan bermanfaat yang bisa menyenangkan hati. Siapa tau dari kegiatan yang kamu lakukan, kamu bisa bertemu dengan jodoh.

Yang kamu lihat belum tentu yang sebenarnya

Kamu mungkin sering berpikir, betapa bahagianya orang-orang yang sering mengunggah foto bersama pasangan di sosial media. Atau betapa menyenangkan bisa menghabiskan waktu dengan orang tercinta sepanjang hari dan membangun kehidupan rumah tangga bersama. Wajar jika pikiran tersebut sering menghantui kamu.

Yang kamu lihat belum tentu yang sebenarnya (alluremedia.com.au)

Tapi percayalah, apa yang kamu lihat belum tentu seindah kenyataan sebenarnya. Apalagi kehidupan rumah tangga yang selama ini dikenal rumit dan banyak masalah. Karena memang tak mudah membangun rumah tangga yang harmonis. Buktinya saja, banyak yang bercerai setelah 1-2 tahun menikah hanya karena menikah terlalu muda.

Fokus dengan kebahagiaan orang tua

Jika kamu belum menemukan seseorang untuk kamu bahagiakan, coba ubah fokus ke diri sendiri dan orang tua. Daripada meratapi nasib dan mengumbar kegalauan, lebih baik gunakan waktu untuk membahagiakan orang tua. Lakukan hal-hal yang bisa membuat ayah ibu tersenyum bahagia. Tapi jika kebahagiaan orang tua adalah melihat kamu menikah, maka alihkan pikiranmu ke hal lain yang membuat kamu bahagia.

Fokus dengan kebahagiaan orang tua (boundless.org)

Melakukan banyak kebaikan

Manusia yang baik adalah mereka yang bisa membawa manfaat bagi orang lain, bukan hanya untuk menikah saja. Lakukan kebaikan sebanyak yang kamu bisa kepada orang lain dan lingkungan sekitar. Misalnya dengan mengikuti kegiatan amal, pecinta alam, menjadi sukarelawan korban bencana, atau kampanye untuk kesejahteraan sosial.

Melakukan banyak kebaikan (assistedlivingfoundation.org)

Dengan melakukan hal-hal baik, kebahagiaan akan datang dengan sendirinya meski kamu tak memiliki pasangan. Sejatinya, dengan membantu orang lain kamu bisa merasakan kepuasan dan kebahagiaan yang berbeda dari biasanya.

Hidup di lingkungan yang banyak tuntutan memang tidak mudah, karena jodoh tidak bisa dipaksa untuk segera datang, sabar menjadi kunci jawaban. Dengan bersabar dan tetap berusaha, bukan tak mungkin kamu akan mendapatkan yang paling baik nantinya.

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *