Jangan Jadi Orang yang Terlalu Baik, Kalau 3 Hal Ini Kamu Alami Tandanya Kamu Hanya Dimanfaatkan!

Jadi baik boleh, terlalu baik jangan

Menjadi orang penting itu baik, akan tetapi lebih penting menjadi orang baik”

Baca juga : Polyamory, Cara lain Merasakan Bahagia dalam Menjalin Hubungan Cinta

Pernah dengar pepatah tersebut? Sifat baik memang harus dimiliki oleh setiap manusia yang tinggal di bumi. Tak hanya baik kepada sesama manusia, tapi juga baik kepada lingkungan dan makhluk hidup lainnya. Menjadi seseorang yang penting dan berpengaruh sangatlah baik, tapi akan lebih penting jika kamu mengutamakan kebaikan.

Jangan Jadi Orang yang Terlalu Baik (huffpost.com)

Sebab akan percuma menjadi orang penting jika tidak dilandasi dengan kebaikan. Baik dari sifat maupun sikap kepada orang lain. Tapi jika kamu menjadi orang yang baik, kamu akan disegani oleh siapapun tanpa peduli siapa kamu, apa profesimu, dan darimana kamu berasal.

Namun terkadang kebaikan yang kamu diberikan sering kali disalah gunakan hingga dimanfaatkan. Mungkin hal inilah yang menyebabkan banyak orang jadi enggan untuk berbuat baik. Bukan, bukan salah kamu yang memiliki sikap terlalu baik. Kamu hanya memberikan kebaikanmu untuk orang yang salah. Kalau memang 3 hal ini kamu alami, tidak salah lagi kalau kebaikanmu hanya dimanfaatkan.

1. Datang tiba-tiba dengan sejuta problematika

Entah itu teman atau siapapun. Dia secara tiba-tiba dan mengejutkan menghampiri kamu dengan banyak alasan. Tiba-tiba menyapa dan mengajak bercengkrama dan mengutarakan bahwa dia membutuhkan pertolonganmu. Mungkin kamu awalnya merasa senang dan bahagia bisa menjadi seseorang yang “penting”, yang bisa membantu menyelesaikan segala macam problematika yang dia bawa. Apalagi jika kamu berhasil membantunya.

Datang tiba-tiba dengan sejuta problematika (huffpost.com)

Alih-alih dianggap sebagai orang berjasa, kamu justru mulai ditinggalkan. Dia mulai jarang menghubungi kamu. Bahkan bisa jadi menghilang setelah kamu berhasil membantunya keluar dari semua kesulitan yang dialami.

2. Menghilang setelah mengambil semua milikmu

Kamu hebat mau membantu teman yang sedang dalam kesulitan, tapi jangan sampai kamu dimanfaatkan. Setelah dia datang kepadamu secara tiba-tiba, mengharapkan bantuan darimu, menggunakan atau bahkan mengambil semua milikmu, kemudian dia mulai menghilang secara perlahan. Dia tidak lagi mengirimi kamu pesan ataupun sekedar mengajak bertemu seperti sebelum dia mendapatkan bantuanmu.

Menghilang setelah mengambil semua milikmu (eharmony.com)

Bahkan yang lebih parahnya lagi, dia langsung menghilang tanpa pamit setelah urusannya denganmu selesai. Bantuanmu memang penting baginya, tapi tidak dirimu. Kamu bukanlah orang penting baginya. Dia hanya akan datang padamu saat dia membutuhkanmu.

3. Terus saja berulang dengan pola yang sama

Mungkin setelah menghilang secara misterius selama beberapa saat, dia tiba-tiba kembali menghubungi kamu dan minta maaf karena tak membalas pesan-pesanmu. Tentu saja dengan banyak alasan yang dirasa masuk akal. Karena kamu adalah orang baik, kamu memaafkannya dengan tulus. Kamu melupakan kesalahannya begitu saja dan kembali “terjebak” dalam perangkap yang dia buat.

Terus saja berulang dengan pola yang sama (huffpost.com)

Meskipun kamu sadar dia tak pernah sungguh-sungguh meminta maaf ataupun sekedar kembali menyapamu. Dan mungkin juga kamu sadar bahwa dia sedang merencanakan sesuatu kepadamu, kembali memanfaatkan kebaikan hatimu. Tetapi tetap saja kamu menanggapinya dengan senang hati. Yang terjadi kemudian, kamu kembali ditinggalkan.

Sungguh, kebaikan memang harus dimiliki oleh setiap manusia dan digunakan untuk membantu semua orang. Tapi jangan sampai kamu jadi “terlalu baik” hingga mudah dimanfaatkan oleh mereka yang tak bertanggung jawab.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

“You can if you think you can”

Mengenal Ujian Berbasis Komputer, Serta Kekurangan dan Kelebihannya

Jalan Tengah Nan Terjal di Antara Ojek Online Vs Angkot yang Terlanjur Ngotot