Istilah Friend Zone Adalah Pembenaran Bagi Mereka yang Tidak Siap Untuk Ditolak

Kadung merasa dekat dan banyak berkorban untuknya, eh ternyata cuma dianggap teman~

Mendengar istilah friend zone, kita akan langsung terbayang sosok cewek atau cowok (atau mungkin malah kamu sendiri pernah mengalaminya?) yang menyukai lawan jenis dan sudah merasa sangat akrab dengannya sampai-sampai merasa hubungan itu sudah selayaknya pacar, namun ternyata lawan jenis yang disukai cuma menganggapnya sebatas teman.

Pahit memang. Meski friend zone bisa menimpa cowok maupun cewek, namun pihak yang paling sering terkena friend zone adalah kaum Adam. Maklum, para cowok biasanya punya stok pede berlebih, sementara para cewek tetaplah cewek: hanya mereka yang tahu isi hati mereka sendiri. Akhirnya, para cowok yang kadung merasa sudah menjadi orang spesial bagi pujaan hatinya harus menelan pil pahit kenyataan.

Pembelaan diri

Melalui ilustrasi tersebut, sebenarnya bisa kita tarik kesimpulan sederhana bahwa istilah friend zone muncul karena harapan dan kepercayaan diri yang berlebih. Istilah friend zone boleh jadi merupakan sebuah pembelaan diri karena tak siap mendapatkan penolakan. Kalau kamu ditolak, ya sudah, bersikaplah ksatria dan tetaplah menjadi sahabat yang baik, bukan lantas kemana-mana mengumbar ketidaksiapan dirimu dengan berkata: “Eh bro, gue di friend zone-in si A nih. Sakit hati gue, udah gue baik-baikin, bela-belain selalu ada buat doi, tapi ujung-ujungnya cuma dianggep temen. Padahal kita itu udah deket banget loh!”

Begini, saat seseorang menyukai seseorang lainnya, tidak mengherankan jika lantas timbul keinginan untuk selalu menyenangkan pujaan hatinya. Kita lantas merasa perlu untuk selalu hadir di saat ia membutuhkan. Kita merasa perlu untuk rela berkorban demi melihatnya tetap tersenyum dan lain sebagainya. Mungkin kita berkata bahwa tak ada motif apapun dibalik itu semua selain keikhlasan. Tapi itu semua rasanya bohong belaka.

Friend zone muncul karena salah satu pihak merasa sudah berbuat banyak untuk menjadi orang spesial di hati pujaan hatinya – reddit.com

Saya yakin, apapun bentuk pengorbanan yang kita klaim sebagai sebuah keikhlasan untuk sang pujaan hati, pastilah terselip secuil niatan untuk mendapatkan respon timbal balik darinya: sebuah pengakuan status. Masalahnya, terkadang itu semua bertepuk sebelah tangan saat orang yang kita sukai ternyata hanya menganggap apa yang kita lakukan adalah suatu jenis kebaikan yang umum dan wajar dilakukan pada sesama sahabat.

Tegaskan keinginanmu

Boleh jadi ia sadar dan peka bahwa dirimu memang mengharapkan lebih dari sekedar sahabat. Tapi kadang ia pun merasa khawatir akan kehilangan makna persahabatan jika mencoba untuk menerimamu ke jenjang hubungan yang lebih lanjut. Ia yang kadung nyaman dengan segala perhatian dan kebaikan hatimu menjadi takut kehilangan itu semua jika seandainya hubungan kalian tidak berhasil saat berada di jenjang pacaran.

tegaskan keinginanmu, agar tak berakhir dengan pembelaan diri bernama friend zone – www.introvertedbadass.com

Oleh karenanya, pastikan betul apa keinginanmu. Jika kamu memang menyukainya dan ingin menjadi kekasihnya, tegaskan itu. Jangan bertindak sok pahlawan dan baik hati tapi punya maksud tertentu. Kamu akan jadi orang yang menyedihkan kalau menyimpan maksud tertentu dibalik semua kebaikan yang kamu tawarkan padanya.

Kalau kamu merasa menjadi korban friend zone, maka tuluslah menjalaninya. Tetaplah jadi sahabat terbaiknya, karena cinta tak selalu harus memiliki – drnorthrup.com

Kamu mungkin merasa punya hak untuk mengaharap lebih darinya, tapi ingatlah bahwa orang yang kamu sukai pun punya hak yang sama besarnya untuk tidak menerimamu hanya karena kamu merasa sudah berbuat baik padanya. Bagaimanapun, cinta harus tumbuh atas dasar dua hati yang saling mencintai, bukan atas dasar transaksional dimana seseorang harus menerima cinta orang lain karena merasa berhutang budi atas kebaikannya selama ini.

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *