Kunjungi 4 Destinasi Wisata yang Terinspirasi dari Film-Film Terbaik Ini

Saat berada di tempat-tempat ini, kamu serasa sedang ada di dalam sebuah film!

Ketika ngomongin liburan, apa yang ada di benak kamu? Pantai, kebun binatang, waterboom? Biasa banget, semua orang pernah ke sana. Tidak ada yang istimewa.

Kalau mau yang beda, coba deh sesekali pergi ke tujuan wisata berikut ini. Selain keindahannya, destinasi yang direkomendasikan berikut adalah lokasi syutting dari film-film terbaik. Berkunjung ke sana bukan sekadar impian karena memang nyata.

1. Nyhavn (The Danish Girl)

Drama romantis yang dibintangi Eddie Redmayne dan Alicia Vikander ini berlatar belakang negara-negara cantik di Eropa. Prancis, Inggris, Jerman, Norwegia, dan Denmark.

Salah satu yang menarik perhatian adalah Nyhavn. Lokasi yang berada di Kopenhagen, ibu kota Denmark ini terdapat bangunan warna-warni dan jalanan berbatu yang khas. Dalam bahasa Denmark, Nyhavn berarti pelabuhan baru. Dahulu, kawasan ini merupakan pelabuhan utama negara tersebut.

(Via squarespace.com).
Bangunan warna-warni dan jalanan yang khas menjadi daya tarik Nyhavn (Via squarespace.com).

Di Nyhavn terdapat kanal yang membelah jantung kota. Di kedua sisi kanal itulah bangunan warna-warni berdiri. Sekarang, bangunan yang dulu adalah rumah penduduk itu sudah berubah fungsi menjadi restoran, bar, dan kafe mewah.

2. Calgary (The Revenant)

Film yang mengantarkan bintang utamanya, Leonardo DiCaprio meraih Oscar pertama ini memang patut diacungi jempol. Latar belakang selimut salju yang dingin tak hanya membuat penonton ikut menggigil, namun juga berdecak kagum menikmati kemegahannya. Selain Tierra del Fuego, Cile, Argentina, film The Revenant juga menggambil lokasi di Calgary, Alberta, Kanada. Menurut sang sutradara, Inarritu, Kanada mempunyai pemandangan yang memukau, sekaligus tempat terburuk bagi produser dalam proses syutting.

(Via brewster.ca).
Memukaunya pemandangan yang ditawarkan Calgary (Via brewster.ca).

3. Hotel Juvet (Ex Machina)

Kalau kamu mendapat kesempatan berlibur ke Norwegia, jangan lupa menginap di hotel Juvet, lokasi pembuatan film Ex Machina. Hotel berkonsep pemandangan ini berlokasi di peternakan Burtigarden di Alstad, Valldal. Pohon pinus dan aspen tumbuh menjulang di sekitar area hotel. Romantis ya…

(Via norskeperler.com).
Hotel Juvet menawarkan pemandangan alami nan romantis dari dalam kamar (Via norskeperler.com).

Arsitektur dan interior hotel yang modern kontras dengan alam sekitar yang begitu indah dan alami. Hotel ini hanya memiliki sembilan kamar yang terpisah dan didesain dengan interior serupa tapi tak sama. Masing-masing kamar memiliki pemanangan yang berbeda.

4. Gurun Namib (Mad Max: Fury Road)

Film yang meraih banyak penghargaan ini begitu memukau penonton dengan gersangnya gurun. Lokasi syuting tersebar di beberapa belahan dunia, yaitu Australia, Namibia, dan Afrika Selatan.

Sebagian besar adegan film mengambil lokasi di gurun Namib yang menjadi bagian dari Taman Nasional Namib-Naukluft. Gurun ini membentang 1.600 kilometer di sepanjang pesisir samudra Atlantik di Namibia. Kamu tidak hanya bisa menikmati keindahan gurun saja,  tapi juga bisa menyaksikan keindahan flora dan fauna gurun Namib. Salah satu yang unik adalah Welwitschia Mirabilis, sejenis semak belukar yang mampu tumbuh dalam keadaan kering.

(Via cukuptau.com).
Sisi gurun Namib yang bertemu langsung dengan pesisir pantai samudera Atlantik (Via cukuptau.com).
Welwitschia Mirabilis, tumbuhan unik di gurun Namib yang bisa tumbuh di daerah kering (Via redbubble.net).
Welwitschia Mirabilis, tumbuhan unik di gurun Namib yang bisa tumbuh di daerah kering (Via redbubble.net).

Jalan-jalan tidak harus melulu pergi ke tempat yang itu-itu saja. Kalau kamu berkesempatan berlibur ke luar negeri, empat destinasi di atas bisa dijadikan pilihan. Selain menghilangkan penat, kamu seperti menjadi bagian dari film-film terbaik.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *