Inilah 5 Alasan Kenapa Berita Hoax Selalu Laku di Indonesia

Awas, jangan jadi bagian dari penyebar hoax..

Penyebaran berita bohong atau hoax saat ini menjadi persoalan serius bagi bangsa Indonesia. Di tengah-tengah kondusi politik yang masih menghangat, banyak sekali oknum yang memanfaatkan hal tersebut untuk menyebarkan berita palsu atau hoax.

Hoax selalu laku di Indonesia, kenapa? (breakingnews.co.id)

Keseriusan pemerintah menangani fenomena hoax di masyarakat bisa dilihat tertangkapnya kelompok saracen dan MCA. Meskipun keduanya tidak memiliki hubungan, namun mereka memiliki kesamaan yakni sebagai kelompok produsen hoax.

Lalu kenapa sih berita bohong atau hoax di Indonesia selalu laku keras? Berikut ini 5 alasan kenapa berita hoax selalu ada di tengah masyarakat kita.

1. Masih rendahnya kualitas SDM di Indonesia

Dalam sebuah acara televisi yang berbentuk diskusi publik, saat pembahasan tema melawan hoax terdengar sangat menarik. Sebab salah satu politisi yang datang saat itu mengatakan, jalan yang paling tepat untuk melawan hoax ialah meningkatkan sumber daya manusianya.

Memang sekilas terdengar aneh, apa hubungan antara hoax dan kualitas SDM? Namun jika kita cermati lebih lanjut, memang ada kaitan erat antara kualitas SDM dan penyebaran hoax. Biasanya pembuat hoax memang menargetkan berita palsu untuk dikonsumsi kalangan berpendidikan rendah.

Semakin pintar seseorang semakin tidak mudah termakan hoax (pikiran-rakyat.com)

Sebab, kalangan yang berpendidikan rendah biasanya minim nalar kritis, mudah percaya, tidak pernah melakukan verifikasi terhadap sebuah informasi, dan mudah di provokasi.

Sebagai contoh kecil saja, ketika ada status facebook yang menggambarkan foto cewek sedang mandi di sungai dan jika kita komentar sesuatu maka airnya akan surut. Mungkin buat orang yang berpendidikan bakalan berfikir, bagaimana sebuah format foto akan bergerak gambarnya. Namun bagi kalangan yang kualitas SDM nya rendah mereka akan percaya dan mengomentari status tersebut dengan harapan air sungainya surut.

Pun dalam kasus like, komentar, dan share yang dijanjikan masuk syurga. Hanya orang-orang yang minim nalar kritis yang tergiur dengan hal itu.

2. Malas baca, hobi ngeshare

Tidak sedikit dari netizen Indonesia yang baru baca judulnya langsung main share saja. Lebih tragisnya lagi dia langsung memberikan kesimpulan pada judul tanpa membaca keseluruhan isi berita tersebut. Perlu diketahui, penulisan judul berita di media online dan media cetak seperti koran itu berbeda.

Baru baca judulnya udah main share aja (gadgets360cdn.com)

Jika media cetak seperti koran judul bisa mewakili isi, namun di media online judul belum tentu mewakili isi. Sebab hal tersebut dilakukan oleh media online untuk meningkatkan kunjungan webiste.

Semisal, dalam sebuah berita online tertulis judul “Sule Tewas Setelah Memakan Sate Kambing”. Belum baca isi beritanya lalu netizen membagikan dengan tambahan caption, “Indonesia kehilangan pelawak terbaiknya.”

Setelah dibaca isinya, ternyata Sule yang dimaksud ialah tukang ledeng yang memiliki penyakit kolesterol dan hypertensi. Bukan Sule pelawak. Jadi, jangan malas baca isi berita yah.

3. Terlalu fanatik dengan sesuatu

Terlalu fanatik dengan sesuatu memang tidak baik, sebab hal tersebut bisa mendangkalkan akal sehat dan mudah untuk diprovokasi. Inilah kenapa tawuran suporter sepakbola kebanyakan dilakukan oleh mereka yang terlalu fanatik, sebab mereka mudah diprovokasi.

Pun dalam persoalan hoax, mereka yang terlalu fanatik sangat mudah diprovokasi dengan berita-berita bohong. Darimana sumbernya dan benar atau tidak isinya itu tidaklah penting bagi mereka, asalkan judul beritanya memberitakan hal yang bagus dengan yang ia fanatik-kan, maka langsung bagikan saja.

Ilustrasi terlalu fanatik dengan sesuatu (news.jrn.msu.edu)

Sebaliknya, masyarakat akan sangat mudah diprovokasi jika terlalu fanatik dengan sesuatu. Inilah kenapa hoax kebanyakan mengangkat isu SARA, sebab hal itulah yang paling difanatik-kan oleh masyarakat Indonesia.

4. Belum bisa membedakan mana media abal-abal dan mana media profesional

Biasanya media yang bertujuan menyebarkan hoax dengan sengaja menggunakan nama yang hampir sama dengan media profesional. Semisal, www.liputan6.blogspot.com, atau www.metrotvnews.blogspot.co.id. Sekilas memang nama web atau domain yang digunakan mirip dengan domain resmi liputan6.com dan metrotvnews.com, yang merupakan media profesional.

Terjebak dengan media abal-abal (ontotext.com)

Penggunaan nama yang hampir sama tersebut disengaja guna mengelabui masyarakat. Jadi berita hoax yang dibuat dianggapnya berita benar yang berasal dari media profesional. Disinlah titik kelemahan masyarakat kita, dimana masih banyak yang terjebak dengan hal tersebut dan belum bisa membedakan antara media abal-abal dan media profesional.

5. Beburu kepopuleran meskipun dengan kebohongan

Yang terakhir kenapa hoax selalu laku di Indonesia ialah karena masih banyak masyarakat yang mencari kepopuleran di media sosial dengan jalan pintas. Semisal, seseorang ingin statusnya banyak dibagikan akhirnya membuat berita bohong terkait kisah menantu yang menikahi mertuanya.

Agar dibilang paling up to date, maka selalu share informasi terkini baik itu benar atau bohongan (radarbanyumas.co.id)

Selain itu, anggapan paling cepat update juga menjadi alasan. Masih banyak yang beranggapan jika kita akan terlihat keren jika menjadi orang yang pertama kali membagikan informasi. Pada akhirnya tanpa melakukan verifikasi dan kroscek informasi, hoax pun dengan cepat disebarkan.

Itulah 5 alasan kenapa hoax selalu laku di masyarakat Indonesia. Jika menurtmu ada faktor lain yang mempengaruhinya. Silahkan tambahkan di kolom komentar.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Salah Seorang yang Meyakini Lucinta Luna Itu Perempuan Tulen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *