Karena Sudah Keterlaluan, Maka Menjadi Penting untuk Tahu Hukum Petasan dalam Islam

Kayaknya boleh sih, tapi…

161
SHARES

Seperti yang sudah dijelaskan dalam artikel ini, bahwa main petasan adalah salah satu tradisi khas Indonesia yang selalu hadir di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Dan sebagai tradisi lokal, tentu tidak ada dasar hukum yang langsung menyinggung petasan dalam Al-Qur’an maupun hadits. Jadi pertanyaannya, apakah bermain petasan itu dilarang atau justru dibolehkan dalam Islam?


Sebenarnya, main petasan itu dibolehkan atau tidak sih dalam Islam? | kabarjinggan.blogspot.co.id

Menghamburkan harta dan berbahaya

Untuk menjawabnya, yang bisa kita lakukan adalah menggali kesesuaian petasan dengan semangat dan ajaran-ajaran Islam. Mencari relevansi petasan dengan ajaran Islam memang tidak mudah, namun juga bukan berarti mustahil.

Salah satunya adalah, bahwa petasan itu mengandung unsur tabdzir (menghamburkan harta) dan dharar (bahaya) yang dalam semangat Islam keduanya adalah hal yang harus dihindari.

Petasan adalah sesuatu yang menghamburkan harta dan berbahaya. | flickr.com

Dalam bahasa kita, tabdzir kurang lebih berarti pemborosan atau belanja untuk hal yang tidak perlu dan tidak berguna, dengan tekanan untuk mengkorelasikannya dengan semangat dan nilai keagamaan. Adalah kesepakatan umum bahwa petasan termasuk dalam definisi ini, karena tidak ada manfaat rasional maupun keagamaan yang dapat kita petik dari petasan.

Dan dalam urusan dharar, sudah sangat jelas bahwa petasan itu menimbulkan berbagai kerusakan. Ada banyak kasus akibat petasan yang menimbulkan banyak korban harta maupun korban manusia, dari sekadar luka bakar, cacat permanen, hingga korban jiwa.

Kontradiktif dengan ajaran Islam

Dari dua hal ini saja, terlihat bahwa petasan begitu kontradiktif dengan tujuan-tujuan diberlakukannya syariat, antara lain menjaga keselamatan jiwa dan menjaga nilai harta benda. Ini, sudah sangat cukup untuk menggolongkan petasan sebagai hal yang tidak dapat dibenarkan dalam Islam.

Sudah cukup alasan untuk menjadikan petasan sebagai hal yang tidak dibenarkan dalam Islam. | pojoksatu.id

Bahkan seandainya petasan sebagai sarana syiar Ramadhan bisa dianggap benar, maka potensi dan kasus-kasus kerusakan yang telah ditimbulkan selama ini akan memaksa kita untuk meninjau kembali, bukankah cara itu justru akan menjadi bumerang bagi nilai Ramadhan di mata masyarakat luas?

Tadaruss Al-Qur’an yang jelas-jelas bernilai ibadah tinggi dan dianjurkan sebagai media syiar Ramadan saja berlaku anjuran untuk tidak mengganggu ketenangan orang lain, apalagi untuk sesuatu yang potensi kerusakannya jelas sedangkan manfaatnya masih dipertanyakan.

161
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."