Bukan Relationship Goals, Hubungan Putus Nyambung Justru Jadi Bukti Ketidakdewasaan

Masih bangga dengan hubunganmu yang rapuh itu?

Tak ada hubungan tanpa masalah. Semua hubungan, apalagi hubungan cinta, memiliki masalah didalamnya. Hanya saja setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ada yang berhasil, namun ada juga yang gagal. Ada yang sampai ke pernikahan ada juga yang putus di tengah jalan.

Baca juga : 7 Kesalahan Sederhana yang Sering Dilakukan Anak Muda, Perbaiki Sekarang Agar Tak Menghalangi Kesuksesan

Hubungan putus nyambung (mindfullivingnetwork.com)

Namun bagaimana dengan hubungan yang sudah putus tapi nyambung lagi? Nggak hanya sekali, namun putus nyambung berkali-kali. Ada yang bilang karena memang jodoh jadi bisa balikan meskipun sudah putus berulang kali. Tapi ada juga yang menyebutnya ketidakdewasaan. Iya, sifat tidak dewasa dari kedua belah pihak yang tak bisa ditahan.

Padahal, hubungan serius membutuhkan kedewasaan

Banyak yang mengatakan bahwa, hubungan yang putus nyambung itu sangat lazim dan biasa. Putus lalu balikan dianggap menjadi solusi untuk memperbaiki hubungan sehingga banyak yang mengatakannya “wajar”. Mungkin wajar jika seseorang memberikan kesempatan kedua. Tapi bagaimana jika akhirnya kandas lagi? Akankah dianggap wajar memberikan kesempatan ketiga, keempat, kelima dan seterusnya?

Padahal, hubungan serius membutuhkan kedewasaan (reshareit.com)

Padahal, sebuah hubungan yang serius membutuhkan kedewasaan dari kedua belah pihak. Salah satu indikator kedewasaan adalah ketika seseorang mampu mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah dengan pikiran matang. Bisa melihat dari perspektif berbeda, tidak tergesa-gesa dan bisa mempertanggungjawabkan apa yang diputuskannya.

Kedewasaan ini akan terlihat ketika seseorang menghadapi masalah dalam hubungan sosial, terutama hubungan cinta. Sangat mudah mengatakan putus lalu dengan entengnya bilang balikan bukanlah sebuah contoh kedewasaan.

Dampak putus nyambung mempengaruhi psikologis

Nyatanya, kebiasaan putus nyambung ini membawa dampak buruk untuk psikologis. Menurut yang diungkapkan oleh Halpern-Meekin dan kawan-kawan, pasangan yang terlalu sering putus nyambung mengalami efek psikologis yang bisa berdampak pada kebahagiaan ketika menjalani hubungan tersebut.

Dampak putus nyambung mempengaruhi psikologis (thehealthorange.com)

Pasangan yang terlalu banyak mengalami masalah pada hubungannya cenderung memiliki komitmen yang rendah, kepuasan hubungan berkurang, gairah berkurang, dan ketidakjelasan hubungan yang semakin meningkat. Secara garis besar, semakin sering putus nyambung semakin buruk kualitas sebuah hubungan.

Lalu, bagaimana jika terlanjur putus nyambung?

Jika kamu sudah “terjebak” dalam siklus putus nyambung ini, ada baiknya jika kamu koreksi lagi bagaimana hubunganmu dengan dia. Apakah masalah yang menyebabkan kalian putus kemarin sudah terselesaikan? Jika belum, segera selesaikan. Bila masalah tersebut masih saja ada, akan menjadi penyebab putusnya hubungan kalian dikemudian hari dan begitulah seterusnya.

Lalu, bagaimana jika terlanjur putus nyambung (typeset-beta.imgix.net)

Sudah dikatakan di atas, setiap orang punya cara sendiri untuk menyelesaikan masalah dan salah satunya adalah putus. Tapi kalau putus hanya karena masalah sepele ataupun terlalu sering mengucapkan putus di setiap masalah yang ada, cintanya perlu dipertanyakan.

Apalagi jika tujuanmu dalam hubungan adalah sebuah pernikahan. Sikap dewasa harus mulai ditumbuhkan diantara kalian. Karena menurut seorang psikolog dari Harvard University, jika kamu mengalami kekecewaan dari rasa sakit yang sama tandanya dia bukanlah pasangan ideal untukmu. Jadi, daripada disebut sebagai relationship goals, hubungan yang putus nyambung justru harus kamu jauhi.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Belajar dari Kematian Chester Bennington, Kita Harus Lebih Peka pada Mereka yang Mengalami Depresi

Ketimbang Baku Hantam, Memaafkan Adalah Cara Termanis untuk Balas Dendam