Heboh Oki Setiana Dewi Tolak Beri Vaksin pada Anaknya, Jawaban Dokter Ini Telak Menohok

Pahamilah, bahwa vaksinasi tidak bisa digantikan dengan apapun, termasuk ASI eksklusif

264
SHARES

Oki Setiana Dewi tengah dirundung kesedihan. Pasalnya, aktris yang namanya dikenal sebagai pemeran utama wanita pada film Ketika Cinta Bertasbih ini harus melihat kedua buah hatinya tergolek di ranjang rumah sakit akibat terserang penyakit campak.


Oki menunjukkan kondisi kedua buah hatinya tersebut melalui postingan di akun Instagram pribadinya, maupun Instagram Ory Vitrio, sang suami. Selain meraih banyak simpati dan doa dari netizen, ternyata hal ini kemudian menimbulkan perdebatan baru, karena salah seorang netizen mengatakan bahwa penyebab sakitnya kedua anak Oki tersebut disebabkan Oki menolak untuk memberikan vaksin pada kedua anaknya, karena beranggapan bahwa vaksin mengandung gelatin babi.

Pernah diperingatkan oleh dokter

Respon netizen itu bukan tanpa alasan, karena ternyata Oki diketahui pernah mendapat saran dari seorang dokter spesialis anak, konsultan, sekaligus pendiri Rumah Vaksinasi, yakni dr. Piprim Basarah Yanuarso, untuk memberikan vaksin pada anaknya. Sayangnya, Oki memilih untuk tidak melakukannya. Melalui akun Facebooknya, dr. Piprim menyayangkan sikap Oki yang menolak memvaksin anaknya.

dr. Piprim menyayangkan sipak anti-vaksin Oki – Facebook dr. Piprim

Sehari kemudian, dr. Piprim kembali menuliskan tanggapannya tentang perkembangan hal ini melalui akun Facebooknya. Melalui tulisannya, dr. Piprim mengedepankan pentingnya berikhtiar terlebih dahulu sebelum bertawakkal pada Allah.

Ikhtiar dahulu sebelum tawakkal – Facebook dr. Piprim

 

Postingan dr. Piprim tersebut menuai banyak reaksi dari netizen, dan kebanyakan menyayangkan sikap Oki yang dinilai egois karena menyebabkan kedua anaknya rentan terhadap penyakit. Beberapa waktu kemudian, dr. Piprim turut membagikan salah satu tanggapan netizen bernama Isra Mulyana mengenai kesalahpahaman orang tentang bakteri dan virus.

dr. Piprim membagikan status Isra Mulyana – Facebook dr.Piprim

 

Melalui statusnya, Isra Mulyana menekankan pentingnya untuk terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan tidak mencukupkan diri dengan pengetahuan masa lalu semata sebagai dasar dalam mengambil keputusan untuk pro vaksin atau anti-vaksin.

Bisa membangkitkan kembali wabah yang telah berhasil dikendalikan

Bukan tanpa sebab jika dr. Piprim menyayangkan sikap yang diambil oleh Oki. Pasalnya, sebagai insan selebritas, Oki dianggap punya pengaruh yang seharusnya bisa digunakan untuk mengkampanyekan perubahan ke arah yang lebih baik. Andaikan 40 persen dari populasi masyarakat Indonesia kemudian ‘galau’ dan memilih untuk mengambil langkah anti-vaksin, maka wabah-wabah penyakit yang sempat hilang punya potensi untuk muncul lagi.

Ilustrasi pemberian vaksin campak dan difteri – mediakom.sehatnegeriku.com

Salah satu contoh nyata bisa kita temui pada kasus penyakit difteri yang menimpa Sumatera Barat pada pertengahan 2014. Menurut dr. Piprim, wabah itu muncul lagi saat banyak penduduk di sana galau akibat pengaruh kelompok anti-vaksin. Hal ini membuat cakupan imunisasi di sana yang semula 93 persen turun menjadi 35 persen. Setelah beragam upaya dari pemerintah, kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi memang meningkat, namun tidak mencapai 80 persen. Ujungnya, meletuslah wabah difteri di tahun 2014 tersebut yang memakan banyak korban.

Menurut dr. Piprim, vaksinasi tidak bisa digantikan dengan cara apa pun. Termasuk menggunakan tahmit, madu, kurma, herbal, maupun ASI eksklusif yang selama ini dipercayai oleh banyak orang.

264
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~