Hargai Mereka yang Membantumu Mendaki, Bukan yang Hanya Menunggumu di Puncak Tertinggi

Jangan sampai kamu kehilangan mereka yang tulus membantu

Hidup bisa diibaratkan sebagai roda yang terus berputar. Ada kalanya kehidupan berada di titik paling rendah. Namun juga terkadang berada di atas, pada puncak tertinggi. Semua ada masa dan waktunya masing-masing.

Baca juga : Polyamory, Cara lain Merasakan Bahagia dalam Menjalin Hubungan Cinta

Hidup bagaikan roda (rd.com)

Saat berada di bawah, kita sering kali mengeluhkan keadaan. Mengutuk hidup yang begitu tidak adil, takdir yang tak berpihak, doa-doa yang tidak terjawab, hingga terkadang merasa kehilangan segalanya. Namun sebenarnya, ketika di bawah kamu tidak benar-benar kehilangan semua. Justru ini saat terbaik untuk mengetahui siapa yang benar-benar peduli dan siapa yang meninggalkan.

Yang dekat karena materi akhirnya akan pergi

Di dunia ini banyak sekali orang-orang yang memilih teman berdasarkan materi hingga golongan sosial. Dan biasanya orang-orang seperti itu akan selalu ada ketika kamu berada di puncak. Entah itu saat kamu bergelimang materi, menduduki jabatan tinggi atau berasal dari ‘kelas atas’ dalam strata sosial. Mereka akan selalu mengekor dan mengikuti apa yang kamu mau.

Yang dekat karena materi akhirnya akan pergi (fthmb.tqn.com)

Tapi ketika kamu tak lagi punya materi atau jabatan tinggi, mereka akan meninggalkanmu satu persatu. Mereka menghilang ketika kamu berada di titik terbawah dalam hidup. Jangankan membantu, bahkan kenal saja mungkin sudah tak mau.

Hargai mereka yang membantu mendaki

Ketika kamu ditinggalkan karena tak lagi memiliki materi, hanya mereka yang benar-benar peduli padamu yang akhirnya datang untuk membantu. Mereka akan senantiasa mengulurkan tangan ketika kamu butuh, menolong ketika kamu jatuh, membantu berdiri, dan mendorong ketika ketika kamu mulai mendaki.

Hargai mereka yang membantu mendaki (blog.impactpool.org)

Orang-orang seperti itulah yang seharusnya kamu hargai. Mereka datang padamu bukan karena materi, melainkan karena ketulusan hati. Ketika kamu tak lagi punya materi, mereka tidak akan pergi.

Apapun alasannya jangan sampai kamu kehilangan orang-orang yang berharga hanya karena teman “musiman”. Hargai orang-orang yang membantu kamu merangkak hingga akhirnya bisa mencapai puncak. Karena ketika mereka tak dihargai dan akhirnya pergi, kamu tak akan bisa mendapat ketulusannya lagi. Seberapa banyak uang yang kamu punya, ketulusan tak akan bisa terbeli.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Erinda

“You can if you think you can”

Kisah Mengharukan Remaja Manado Bernama ‘Tahanan PBB’

Sebelum Kamu Minder dengan Pekerjaan Mapan Orang Lain, Ingatlah 5 Hal Ini