Wow, Harga Selembar Daun Pisang di Jepang Bikin Melongo! Bisa Jadi Peluang Ekspor Kita Ngga Ya?

Mahalnya daun pisang di Jepang juga disebabkan oleh iklimnya yang kurang sesuai dengan tanaman pisang

Di Indonesia, kita mengenal ada banyak ragam jenis penganan yang menggunakan daun pisang sebagai pembungkusnya. Mulai dari lauk-pauk, kue basah, hingga makanan pokok seperti nasi pun dapat diubah jadi lebih menarik dengan membuatnya menjadi lontong yang dibungkus daun pisang.

Harganya yang murah pun membuat daun pisang juga banyak dimanfaatkan sebagai alas makan atau piring sederhana yang bisa langsung dibuang begitu selesai makan. Melimpahnya ketersediaan daun pisang di Indonesia membuat kita terkadang menyepelekannya dan tidak menyadari bahwa daun pisang bahkan dijual amat mahal di negeri orang.

Mahalnya harga daun pisang di Jepang

Baru-baru ini, ramai beredar gambar yang memperlihatkan betapa mahalnya harga selembar daun pisang di Jepang. Melalui gambar tangkapan layar, terlihat bahwa seorang pengguna situs jual beli Amazon menjual daun pisang dengan harga 2.280 Yen per lembar atau setara dengan Rp273 ribu!

Selembar daun pisang harganya nyaris Rp300 ribu! (amazon.co.jp)

Menurut keterangan si penjual yang bernama Ryuuka Shoji, daun pisang segar yang dijualnya berasar dari prefektur Okinawa dengan dimensi panjang 100cm – 130cm dan lebar 40cm – 60cm. Tak lupa, Shoji menambahkan tulisan yang menyebutkan bahwa kegunaan daun pisang itu sebagai pembungkus makanan.

Beli banyak dapat diskon (amazon.co.jp)

Uniknya, Shoji pun memberikan diskon untuk para pembeli yang membeli tiga atau lima sekaligus. Jika seharusnya pembeli membayar 6.840 Yen untuk tiga lembar daun pisang, maka Shoji melepasnya dengan harga ‘hanya’ 3.700 Yen atau sekitar Rp444 ribu. Sedangkan yang memborong lima lembar sekaligus, maka hanya perlu membayar sebersar 5.700 Yen atau setara Rp684ribu.

Langka

Mengutip kumparan.com, salah seorang warga Jepang bernama Inoue Takumi membenarkan bahwa harga daun pisang di Jepang memang mahal. Pasalnya, pohon pisang sangat susah ditemukan di sana walaupun buahnya memang populer dikonsumsi. Salah satu kawasan Jepang yang ditumbuhi pohon pisang adalah Okinawa. Tak heran jika pengiklan di Amazon menambahkan keterangan bahwa daun pisang yang ia jual berasal dari Okinawa.

10 lembar daun pisang harganya Rp1,3 juta. Kalau di Indonesia sih bisa dapet sama pohonnya juga~ (rakuten.com)

Menurut Takumi, di sejumlah online shop yang ada di Jepang (misalkan: Rakuten) harga perlembar daun pisang sekitar 350 Yen atau sekitar Rp41 ribu. Namun ini bukanlah harga pasti, karena masing-masing penjual punya harganya sendiri. Contohnya, Takumi menyebutkan bahwa ada yang menjual 10 lembar daun pisang dengan harga 11.000 Yen atau sekitar Rp1,3 juta. Wow!

Peluang ekspor?

Melihat harga daun pisang yang mahal di Jepang, banyak netizen Indonesia yang lantas bercanda ingin menjadi eksportir daun pisang untuk warga Jepang. Seperti kita tahu, di Indonesia harga daun pisang amat murah dan ketersediaannya melimpah. Namun pertanyaannya, apakah masyarakat Jepang memang membutuhkan daun pisang? Sebagai negara sub-tropis, Jepang mungkin memang kesulitan untuk bisa menanam pisang di sana. Jadi wajar bukan jika warga Jepang punya daun lain yang sesuai dengan iklim mereka namun punya fungsi serupa dengan daun pisang?

Di Jepang, pohon pisang terbilang jarang ditemui. Salah satu penghasilnya ada di prefektur Okinawa (japantimes.co.jp)

Pendapat ini dikuatkan oleh informasi beberapa orang Indonesia yang pernah menetap di Jepang. Misalkan saja seperti yang diungkapkan Annisa Ramadhan, mahasiswa Indonesia yang pernah studi di Jepang. Menurutnya, ia tak pernah melihat penggunaan daun pisang dalam masakan Jepang, bahkan di restoran Indonesia yang ada di sana. Pengguna Twitter dengan nama Yusman Firmansyah menjelaskan bahwa Jepang memang punya daun sendiri bernama hoba yang biasa digunakan dalam makanan.

Orang Jepang lebih mengenal daun hoba ketimbang daun pisang untuk digunakan dalam makanan (illmakeitmyself.net)

Daun hoba sendiri mempunyai bentuk mirip daun jati dengan penampang yang cukup lebar untuk menampung makanan. Daun inilah yang biasa digunakan untuk makanan yang membutuhkan daun sebagai alas atau pembungkus. Karena sudah turun-temurun dipergunakan, rasa-rasanya peluang daun pisang untuk menggeser daun hoba amat kecil. Dengan kata lain, simpan dulu mimpi kita untuk jadi eksportir daun pisang selama orang Jepang masih belum kenal lontong!

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *