Meski Hamil Tua, Wanita Ini Tetap Lakukan Hobinya Berolahraga Ekstrim. Panjat Tebing Juga Lho!

Kalau kamu, setuju atau tidak ibu hamil melakukan olahraga semacam ini?

Memasuki trimester akhir usia kehamilan, seorang calon ibu biasanya disarankan untuk tidak terlalu banyak melakukan aktivitas agar kandungannya tidak terbebani. Misalnya saja bekerja berlebihan atau bahkan olahraga berat. Tapi nampaknya anjuran semacam ini tak berlaku bagi Anna-Lee Markstedt.

Wanita asal Swedia itu justru melakukan olahraga ekstrem yang memacu adrenalin meski sedang hamil tua mengandung anak keduanya. Beraneka olahraga berat seperti panjat tebing, tinju, snorkeling dan yoga dalam posisi susah pun dilibasnya. Semua kegiatan tersebut tak menggentarkan Anna-Lee yang tengah berbadan dua.

Anna-Lee masih sanggup melakukan panjat tebing meski hamil besar (instagram/annalee.ocr.sweden)

Tak sekedar berolahraga, Anna-Lee juga mengunggah foto-fotonya saat beraktivitas itu ke internet. Ia ingin menunjukkan pada dunia bahwa ibu hamil sekalipun bisa tetap kuat dan mampu melakukan apa yang diinginkan. Termasuk dengan melakukan olahraga ekstrem dan berat sekalipun.

Tinju juga menjadi salah satu olahraga yang dilakukannya dalam kondisi berbadan dua (instagram/annalee.ocr.sweden)

Apa yang Anna-Lee lakukan tentu menuai dua reaksi berseberangan. Mereka yang mendukung mengatakan bahwa ia sosok wanita tangguh dan hebat. Sedangkan kubu yang menolak menganggapnya tidak bertanggung jawab sebagai seorang ibu karena membahayakan sang jabang bayi.

Melakukan yoga dengan posisi sulit pun dilibasnya (instagram/annalee.ocr.sweden)

Tapi Anna-Lee tentu punya alasan tersendiri hingga berani melakukan olahraga berat di usia kehamilan yang sudah mendekati kelahiran. Misalnya saja dengan menjaga agar detak jantungnya konstan di bawah 140 per menit. Hal ini dilakukan agar bayi yang dikandungnya tetap mendapat asupan oksigen secara maksimal.

Ia bahkan masih bisa aktif melakukan gulat (instagram/annalee.ocr.sweden)

Ia bahkan mempunyai empat pelatih fisik yang justru mendorongnya untuk tetap aktif. Terlebih karena ada studi yang membuktikan jika ibu hamil yang kurang bergerak malah akan berdampak kurang baik. Misalkan saja akan membuat proses persalinan dan pemulihan lebih sulit, serta berdampak buruk pada komplikasi saat kehamilan.

Anak pertamanya pun menjadi partner beryoga (instagram/annalee.ocr.sweden)

Wanita yang sudah lima tahun lebih menggeluti aneka olahraga ekstrem ini mengaku bahwa dirinya rutin mengecek kandungan setiap tiga minggu sekali. Hasilnya, sang bayi tetap sehat dalam kandungan hingga kelahirannya.

Walau Anna Lee terbukti mampu melakukan olahraga ekstrem selama hamil, namun ia tetap tidak menyarankan wanita lain mengikuti jejaknya (instagram/annalee.ocr.sweden)

Meski begitu, ia tidak menyarankan setiap wanita hamil untuk mengikuti jejaknya menekuni olahraga ekstrem di masa kehamilan. Menurutnya, melakukan olahraga ringan atau aktivitas yang disarankan oleh dokter sudah mencukupi. Karena pastinya tak semua wanita mampu melakukan apa yang ia jalani selama ini.

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *