Apa Saja yang Harus Dibicarakan Sebelum Menikah? Saya yang Sudah Menikah Punya Bocorannya

Kasih tau pasanganmu juga ya!

Saat kamu sudah merasa bahwa pasanganmu adalah masa depan terbaikmu, dan yakin semua akan berjalan sempurna dan bisa hidup bahagia selamanya, maka pernikahan bukan lagi hal tabu yang perlu dihindari. Pernikahan justru harus dibicarakan bersama, karena walau bagaimana pun, dia adalah harapan satu-satunya bagimu yang bisa dijadikan teman seumur hidup.

Baca juga : Cinta dan Memberi Adalah dua Kata Sejati dalam Kamus Nurani

Pernikahan bukanlah hal yang tabu dibicarakan kalau kamu dan pasangan memang sudah sama-sama cocok sebagai teman hidup yang pantas dipersatukan. | buzzle.com

Namun yang perlu diingat, sebahagia apapun kamu bersamanya, dunia akan selalu berubah, usia akan terus bertambah, dan tantangan hidup tidak akan pernah berhenti menguji kalian. Karena itu, dibutuhkan tanggung jawab, saling pengertian, dan kesabaran agar hubunganmu dengannya bisa bertahan dalam waktu yang lama.

Mengantisipasi kemungkinan di masa depan

Membicarakan pernikahan memang penting, namun ada beberapa hal yang sama pentingnya, yang justru harus dibahas jauh sebelum kalian berdua duduk di kursi pelaminan. Ini merupakan hal-hal dasar yang sudah harus clear sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Sebagai orang yang sudah menikah, saya pun dulu melakukannya bersama istri saya.

Soal kamu mau melakukannya atau tidak, itu adalah hak pribadi yang siapa pun tidak punya kuasa untuk memaksanya, termasuk saya. Hanya saja, apa yang perlu dibahas ini sangat penting untuk mempersiapkan dirimu dan pasangan pada setiap kemungkinan yang mungkin terjadi di masa depan.

Ada beberapa hal penting yang perlu kalian bicarakan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan di masa mendatang. | naukrinama.com

Yang pertama adalah spiritualitas. Bahkan jika kalian punya keyakinan yang sama, belum tentu pandangan dan pemahaman kalian tentang agama akan sama. Karena itu, kalian harus sama-sama jujur dan terbuka tentang bagaimana kalian merencanakan dan mempraktekkan agama. Pembahasan ini akan menjadi lebih serius andai kamu dan dia punya keyakinan agama yang berbeda.

Yang kedua adalah soal anak, sebuah topik besar yang harus ditanggapi dengan serius. Apakah kalian sudah benar-benar siap menjadi orang tua? Kalau sudah, berapa jumlah anak yang ingin kalian miliki dan bagaimana cara membesarkannya? Dengan komunikasi yang baik, pembicaraan ini pasti akan menyinggung hal-hal seperti merawat bayi, sekolah, dan lain sebagainya.

Di mana kalian tinggal setelah menikah menjadi hal penting lain yang perlu dibahas. Ini, merupakan masalah yang jarang dibicarakan namun menjadi salah satu faktor terpenting dari keharmonisan berumah tangga. Untuk itu, pastikan kamu berbicara dengan pasangan di mana kalian akan tinggal. Jangan terkejut dengan jawaban yang kamu dengar, karena kalian hanya perlu mencari jalan keluarnya.

Membicarakan uang memang tidak nyaman, apalagi hutang. Namun kalau kamu ingin hidup bersamanya, kamu perlu tahu bagaimana kondisi keuangannya. Kalau dia memang punya hutang, cari cara terbaik untuk segera melunasinya. Begitu pun sebaliknya, bereskan dulu hutang-hutangmu. Karena jika memungkinkan, jangan sampai menikah dulu sebelum kalian berdua bebas dari hutang.

Adalah hal yang cukup penting untuk saling jujur soal pandangan dalam memilih barang, terutama furnitur rumah. Kamu mungkin senang dengan barang-barang minimalis, namun bagaimana kalau pasanganmu lebih suka yang sedikit mewah? Tidak ada yang salah atau benar selama kalian jujur tentang hal ini, dan segera cari jalan tengah kalau memang ada pendapat yang berbeda.

Seperti halnya furnitur rumah, preferensi seks setiap orang juga berbeda-beda. Maka, sangat penting untuk sama-sama tahu apa yang diinginkan kamu dan pasangan. Misalnya, frekuensi seperti apa yang dianggap terlalu sering dan cukup, juga pendapat masing-masing mengenai film porno. Tentu, beberapa orang malu untuk membahasnya, namun bukankah seks adalah bagian dari pernikahan?

Hidup berumah tangga akan terasa lebih mudah kalau hubungan antara menantu dan mertua berjalan baik dan tanpa konflik. Karena itu, selagi masih pacaran, luangkan banyak waktu untuk mengenal lebih dekat orang tua dan keluarga besar pasanganmu, serta ajak dia untuk melakukan hal yang sama. Meskipun masalah mungkin belum terjadi sekarang, namun kedekatan bisa meminimalisir konflik di masa mendatang.

Harapan setiap pasangan adalah bisa beranjak tua bersama, namun kemudian apa? Ada banyak hal yang perlu dibicarakan ketimbang yang mungkin kamu sadari. Sebagai permulaan, berapa umur yang kamu atau pasanganmu inginkan untuk pensiun ? Dan setelah pensiun, apa yang ingin dilakukan? Apakah ingin mengandalkan anak untuk terus hidup atau mulai membuka usaha?

Bocoran paling berharga

Tentu, tidak semua yang saya dan istri saya bahas di atas bisa kalian bicarakan juga bersama pasangan. Atau mungkin, ada beberapa hal yang kalian anggap bukan sebagai masalah hingga tak perlu didiskusikan.

Apa yang saya tulis ini hanya berlandaskan pada apa yang pernah saya lakukan. Saya hanya berharap, ini bisa menjadi bocoran paling berharga untuk mewujudkan hidup berumah tangga kalian yang bahagia, selamanya.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: “Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal.”

Mengenal Jessica Method, Kekuatan Alam Bawah Sadar Untuk Memunculkan Asisten Pribadi Dalam Diri Secara Nyata

Belajar dari Julianto, Jangan Percaya Siapapun yang Kamu Kenal Lewat Sosial Media