3 Hal Penting yang Dikhatamkan Anak LDR, Sementara Kamu Masih Saja Menyebutnya PR

Kamu yang bisa lolos dari jeratan LDR, luar biasa!

Memilih LDR itu adalah sebuah pilihan. Pilihan sangat berat yang bahkan kadang menjadi ledekan teman. Namun bagaimana pun, itulah bukti kesetiaan yang sudah kamu lakukan. Kamu, sudah berapa kali menerima siksaan seperti ini:

Baca juga : 5 Cara Mencairkan Suasana Saat Tegang Bertemu dengan Calon Mertua

“Ngapain LDR-an? Punya pacar tapi kok kayak nggak punya pacar.”

“Daripada LDR, mending jomblo sekalian aja lah…”

“Kasihan ya kamu.. Alfamart sama Indomaret aja sebelahan. Masak kamu sama dia jauh-jauhan!”

Dan ya.. masih banyak lagi ledekan yang mungkin lumrah kamu terima.

Terlepas dari ledekan semua orang, LDR adalah keputusan berat yang harus kamu buat (markmanson.net).

Harus diakui, kamu memang belum seberuntung pasangan lain yang bisa dengan leluasa merasakan hangatnya kulit pasangan. Meski harus tersiksa seperti itu, tapi percayalah.. sebenarnya kamu sudah lebih dulu khatam tentang tiga pelajaran penting berikut ini ketimbang mereka.

1. Kamu, benar-benar bisa menghargai waktu bersama pasangan

Bagi mereka yang tidak LDR-an, keberadaan pasangan adalah sesuatu yang biasa. Sehingga, lama-kelamaan akan timbul semacam rasa bosan pada pasangan yang tidak pernah terungkapkan. Dan lupa bagaimana menciptakan pertemuan yang istimewa menjadi salah satu resikonya.

Setiap kali ada kesempatan menemuinya, kamu selalu berusaha menjadikan momen itu begitu luar biasa (vixendaily.com).

Tapi kamu berbeda. Bagi kamu dan pasanganmu, pertemuan merupakan peristiwa teramat penting yang kamu sendiri kadang tidak mempercayainya. Ketika kejadian langka itu terjadi, kamu benar-benar menghargainya dengan cara yang sangat istimewa.

2. Kamu sudah mampu berkomitmen sejak dini

Belajar berkomitmen pada pasangan itu adalah hal yang sangat susah. Kecuali kalau kamu memang sudah siap menikah. Saat menjalani LDR, kamu tahu betul kalau di sekitarmu banyak ‘peluang’ yang bisa saja kamu manfaatkan. Tapi dari hati yang terdalam, entah mengapa kamu enggan.

Kamu tidak tahu akan seperti apa hubunganmu, tapi kamu selalu berusaha menjaga dan merawatnya sebaik yang kamu bisa (lifehack.org).

Itulah tanda kalau kamu sudah beberapa langkah di depan orang lain soal komitmen pada pasangan. Kamu mungkin paham kalau menikah masih jauh dari jangkauan, tapi kamu tetap saja mau dan berusaha untuk terus mampu menjaga hubungan cinta yang entah berapa jaraknya itu.

3. Dan kamu, tidak lupa untuk selalu mencintai diri sendiri

Terlalu sering berdua dengan pasangan adalah resep terbaik untuk melupakan cara bagaimana tetap merasa nyaman meskipun sedang tidak ada pasangan. Orang-orang seperti itu, sudah seperti kecanduan pada pasangan. Bagi mereka, pasangan harus selalu ada di sisi. Titik.

Jarak yang terbentang antara kamu dan dia, telah mengubahmu menjadi pribadi yang benar-benar mandiri (huffpost.com).

Sementara kamu, yang bahkan jumlah ketemuan dengan pasanganmu bisa dihitung dengan jari itu, sejak awal sudah harus terbiasa sendiri. Ke mana-mana sendiri, dan menghabiskan akhir pekan tanpa pasangan bukanlah hal yang wow lagi.

Tanpa kamu sadari, rutinitas yang seperti itu justru menempamu menjadi pribadi yang benar-benar mandiri. Tidak cengeng seperti mereka yang apa-apa harus dibantu pasangan. Dan itu, adalah nilai tersendiri ketika kamu memutuskan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang berikutnya..

..suatu hari nanti.

Jadi kalau lain kali ada yang meledek kamu lagi, kamu bisa kok meledek dia balik, “kamu.. udah ngerjain PR belom?”

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: “Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal.”

6 Cara Hemat Anggaran Biar Nikahan Nggak Menjerumuskanmu Dalam Kebangkrutan

Karena 7 Alasan Ini, Anak IPA Patut Dipuji dan Diapresiasi