Berkat Guling Pocong, Kini Pocong Sukses Go International dan Dipuji Dunia

Tidur sambil meluk guling ini? Plis.. saya masih punya hati nurani

“Apakah frasa ‘kekinian’ sekarang boleh disandingkan dengan hal-hal yang berbau menyeramkan?” Pertanyaan ini, terpaksa saya ajukan kepada seluruh #SobatInovasee lantaran viralnya produk baru berwujud guling pocong. Bukan hanya viral, hantu asli Indonesia itu kini laris-manis di pasar luar negeri.

Baca juga : Selama Dia Bahagia, Aku Juga Akan Bahagia. Sesederhana Itu

Begitu kontras dengan hati nurani

Secara default, sejak kecil saya selalu percaya bahwa tidur sambil memeluk guling merupakan salah satu kenikmatan dunia, meski level-nya jauh di bawah nikmatnya memeluk pasangan, tentu saja. Namun gara-gara terciptanya guling pocong, saya kok jadi ragu dengan keyakinan saya itu ya…

Ketimbang guling pocongnya, saya jauh lebih berharap bisa tidur sambil memeluk wanita di sebelahnya. | says.com

Secara, bagaimana rasanya ketika saya harus beranjak tidur sambil memeluk guling yang tampangnya seputih kain kafan, penuh bercak darah, dan masih ditambah muka yang hitam legam? Apakah saya punya cukup nyali untuk sekadar menjamahnya? Jujur saja, hati nurani saya tidak pernah sengeri itu.

Dari Thailand untuk Malaysia dan Indonesia

Tapi sepertinya, warga kekinian di Thailand sana jauh lebih mistis dari saya, lebih seram dari kamu, dan lebih mengidolakan pocong ketimbang kita. Ya, di negara yang sepakbolanya entah mengapa selalu lebih superior dari timnas kita itu, guling berwujud pocong begitu nge-trend akhir-akhir ini.

Fenomena absurb itu bermula ketika sebuah online shop menjual guling yang desainnya terinspirasi dari sosok pocong yang merupakan salah satu dedengkot sekaligus hantu paling populer di Indonesia. Siapa sangka, guling nyeleneh itu justru laku keras mengalahkan penjualan kaos tim sepakbolanya.

Meski termasuk golongan negara mistis, nyatanya orang Indonesia masih kalah mistis dari orang Thailand. | aimitt-shopping.com

Kata sang penjual, Natawud Supsumruam, di hari pertama penjualan sudah laku 20 pocong, dan terus bertambah di hari-hari berikutnya. Dia juga mengklaim bahwa pembelinya tidak hanya dari Thailand saja, namun juga berasal dari Malaysia dan ya.. Indonesia.

Hati-hati terhadap akuisi

Meski menyeramkan, seputih kain kafan, penuh bercak darah, dan masih ditambah muka yang hitam legam, namun siapa sangka pocong bisa sukses go international dan dipuji dunia? Tentu, kabar ini benar-benar baik untuk kita dan pocong-pocong asli yang sekarang entah sedang apa dan di mana.

Selamat untuk pocong yang telah sukses go international dan dipuji dunia. | facebook.com

Karena setidaknya, dunia punya cara lain yang benar-benar berbeda untuk lebih mengenal Indonesia. Hanya saja, seperti kasus yang sudah-sudah, tolong jangan sampai ada negara lain yang serta-merta meng-klaim bahwa pocong adalah milik mereka!


Rekomendasi #SobatInovasee:

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Sedekah Cabai Ala Widodo: 1 Orang Boleh Petik 1 Kg Cabe Gratis di Ladangnya!

5 Perkataan yang ‘Haram’ Kamu Ucapkan pada Ibu Rumah Tangga