“Tumpuk di Tengah”, Sebuah Gerakan Untuk Meringankan Tugas Pramusaji yang Perlu Kita Contoh

Kalau bisa membantu meringankan tugas para pramusaji, kenapa tidak?

Ketika kita makan di sebuah restoran, tak jarang kita sering membiarkan sisa-sisa makanan kita berantakan begitu saja di atas meja. Biasanya, kita berpendapat bahwa membereskan sisa-sisa makanan kita adalah tugas pramusaji di restoran itu, sehingga kita merasa tak perlu repot-repot merapikannya.

Padahal, dengan berlaku seperti itu, kita juga punya andil memperlambat kerja pramusaji untuk menyiapkan meja bagi pengunjung selanjutnya. Pernahkah kamu merasakan hal itu? Ketika perut sudah teramat lapar dan menemukan ada meja kosong, namun meja tersebut berantakan dan membuat pramusaji memerlukan waktu lebih lama untuk merapikannya sehingga rasa lapar di perut kian tak tertahankan lagi. Bagaimana rasanya? Sebal, bukan?

Gerakan tumpuk di tengah

Sebuah media kreatif bernama Ceriteranya menggagas kampanye #TumpukDiTengah yang kemudian viral jadi perbincangan di media sosial. Kampanye ini sebenarnya cukup sederhana, yakni kita hanya diminta untuk menumpuk alat-alat makan yang baru saja kita gunakan di tengah-tengah meja agar pramusaji bisa lebih cepat membereskan meja tersebut dari piring kotor maupun sisa makanan yang berceceran.

Ceriteranya menggagas gerakan ini karena merasa prihatin melihat beratnya tugas seorang pramusaji di restoran yang harus membersihkan meja dari sisa-sisa ‘kekacauan’ yang kita buat. Lagipula, tidak sulit kan, membersihkan sendiri meja kita? Kita hanya perlu menumpuk piring, gelas dan sendok kotor dengan rapi di tengah meja. Jika ada sisa makanan, taruhlah semuanya di piring paling atas agar lebih mudah dibersihkan dan membuat susunan piringnya rapi. Tidak perlu risih pula untuk membersihkan sendiri makanan yang mungkin berjatuhan di meja. Gunakan tisu dan tumpuklah di susunan piring paling atas.

Manfaat tumpuk di tengah

Meski kita merasa membersihkan meja adalah tugas pramusaji, namun kita bisa membantu meringankan pekerjaan mereka dengan menumpuk sisa piring kotor di tengah meja. Dalam wawancara yang dilakukan Ceriteranya pada para pramusaji, mereka mengaku senang dan merasa amat terbantu oleh kesadaran pengunjung untuk menumpuk sisa makanan dan piring kotor di tengah meja. Mereka bahkan merasa amat dihargai.

Selain itu, gerakan tumpuk di tengah juga sekaligus memupuk rasa peduli kita pada pekerjaan orang lain. Hargailah siapapun jika kamu pun ingin dihargai. Lagpula, ini juga bisa melatih kita untuk menjadi pribadi yang suka hidup rapi. Bukankah ini baik? Apalagi jika suatu saat nanti kamu bepergian atau tingga di luar negeri. Kamu akan mendapati bahwa ada banyak negara yang punya budaya membersihkan sendiri sisa makanannya karena ada anggapan bahwa sampah yang dihasilka konsumen adalah tanggung jawab mereka sendiri sehingga piring perlu dikembalikan pada tempat yang ditentukan dan sampah harus dibuang sendiri ke tempatnya.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *