Xennial, Gelar Istimewa Bagi Kamu yang Bukan Generasi X Maupun Milennial

Ini adalah generasi minoritas yang unik!

Apa kamu adalah bagian dari generasi Milennial, namun tak pernah sekali pun merasa seperti para Milennial pada umumnya? Atau, kamu tak pernah merasa setua generasi X, namun nyatanya pernah punya pengalaman layaknya orang yang lahir pada periode 1961 – 1981 itu? Hm.. bisa jadi, kamu memang bukan golongan dari keduanya, namun masuk dalam kategori generasi Xennial.

Milennial tapi merasa generasi X, apa kamu salah satunya? | flickr.com

I’m a Millennial?

Menurut U.S. Census Bureau, Milennial adalah mereka yang lahir pada periode tahun 1982 sampai 2000. Sedangkan Pew Research Center mendefinisikan Milennial sebagai gelar bagi mereka yang lahir di antara tahun 1981 sampai 1997. Berdasarkan kedua sumber tersebut, mungkin kamu memang tergolong sebagai kaum Milennial. Namun percayalah, kamu tak sendirian jika dari lubuk hati yang terdalam kamu tak pernah merasa Milennial.

Bukan hanya kamu yang merasa bahwa gelar ‘Milennial’ itu sama sekali tak cocok dengan keadaan yang sebenarnya. | mashable.com

Kamu tak pernah merasa sebagai generasi narsistik seperti apa kata TIME untuk mendefinisikan kaum Milennial. Bahkan sebaliknya, kamu justru merasa galau seperti apa yang dialami Juliet Lapidos hingga dia mau repot-repot menulis kolom Wait, What, I’m a Millennial? di New York Times. Kamu boleh saja menyebut dirimu sebagai Milennial tua, namun sebenarnya ada gelar yang lebih pas untuk menyebutnya: Xennial.

Xennial, generasi mikro yang unik

Apa itu Xennial? Xennial merupakan nama dari gabungan X (generasi X) dan Milennial, sebagai gelar bagi generasi mikro yang menjembatani antara generasi X yang pesimistis dan generasi Milennial yang optimistis. Xennial adalah pengguna media sosial, namun masih ingat masa-masa di mana orang harus bertelepon, berkirim surat, dan saling bertatap muka untuk bisa berinteraksi.

Kaum Xennial itu punya akun media sosial, namun juga pernah punya pengalaman membuka lembaran koran dan majalah. | pixabay.com

Kaum Xennial punya pengalaman yang cukup unik dalam hal teknologi. Mereka mengalami boom teknologi digital dan media sosial pada usia 20-an, namun sudah lebih dulu punya kebiasaan mengkonsumsi media yang ada sebelum era sebelum Facebook, Twitter, dan Snapchat, yaitu membaca koran dan menonton berita di malam hari.

Dua latar belakang budaya yang jauh berbeda

Bagi para Xennial, mungkin internet belum menjadi bagian dari masa kecil mereka, namun komputer sudah ada, dan kesempatan menggunakannya belumlah menjadi sesuatu yang istimewa pada masa itu. Karena mengalami dua latar belakang budaya yang jauh berbeda itu lah, sikap Xennial juga cenderung berbeda dari generasi pendahulu maupun penerusnya.

Sikap para Xennial cenderung berbeda dari generasi X maupun kaum Milennial. | twitter.com

Jadi, apa sekarang kamu sudah merasa Xennial? Untuk lebih menyakinkan diri, coba kamu selesaikan kuis ini. Apapun hasilnya, ingatlah bahwa X, Milennial, maupun Xennial hanyalah sekadar gelar semu. Meskipun ada beberapa orang yang seolah-olah punya jalan hidup yang sama, namun mereka tetap saja punya pengalaman yang pasti berbeda-beda. Benar?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *