Dari Kirim-kiriman Surat Sampai Kirim Salam Via Radio, Inilah Gaya Pacaran Anak 90an yang Romantis Abis

Mana nih suaranya generasi 90an yang paling romantis?

Melihat fenomena gaya pacaran anak sekarang membuat kita sedikit merasa risih, dari yang sok-sok panggil papah mamah, sampai tebar keromantisan di media sosial, seakan dunia hanya milik mereka berdua. Yang lebih parahnya lagi, banyak remaja sekarang yang gaya pacarannya layaknya suami istri.

Baca juga : Yuk Nostalgia Majalah Hidayah, Bacaan “Ajaib” yang Bikin Anak 90an Taubat Seketika

Panggilan layaknya pasangan suami istri (youtube.com)

Melihat fenomena seperti itu sepertinya kita rindu dengan gaya pacaran kita anak 90an, dimana surat-suratan masih menjadi “senjata” utama untuk mengutarakan isi hati. Sepertinya pacaran anak 90an bisa dikatakan lebih romantis dan gak lebay-lebay banget. Buat kamu yang rindu dengan masa-masa pacaran dulu. Yuk nostalgia lagi dengan gaya pacaran anak 90an.

Surat-menyurat adalah pengobat rindu paling romantis

Bagi anak 90an, persoalan cinta tidak bisa terlepas dari coretan tinta yang berisi puisi maupun ungkapan hati. Saling berbalas surat melalui perantara teman dekat, menjadi pemandangan sehari-hari bagi mereka anak 90an yang pernah pacaran.

Drama percintaan anak 90an tidam terlepas dari surat cinta (kitamuda.id)

Dibandingkan dengan komunikasi seperti sekarang, surat menyurat jauh lebih romantis. Saat kamu menerima sepucuk surat, kamu akan merasakan kebahagiaan yang teramat dalam, terlebih saat kamu sedikit demi sedikit membuka surat tersebut, jantung sepertinya berdetak lebih kencang.

Perasaan demikian wajar adanya, sebab hanya dengan surat tersebutlah kamu akan mengetahui kabar orang yang kamu sayang. Selain itu, kamu juga bisa mengetahui isi hati orang yang kamu sayangi melalui tulisan dalam surat tersebut. Surat kala itu masih menjadi obat penawar rindu paling ampuh.

Surat cinta menjadi media pengobat rindu (radioaustralia.net.au)

Bandingkan dengan anak sekarang, mereka tidak bisa merasakan rindu yang seutuhnya. Sebab setiap waktu mereka bisa melihat wajahnya, baik melalui video call, poto profil di medsos, atau saling kirim-kiriman foto. Rasanya anak sekarang menanyakan kabar saja sudah tidak perlu, sebab mereka setiap detik selalu tahu kabar pasangan baik melalui postingan status sang do’i, ataupun melihat kegiatannya di histori. Kalaupun menanyakan kabar, itu hanya basa-basi. Gak romantis!

Saat penyiar radio menjadi saksi kerinduan kita pada do’i dengan mengirimkan atensi

Anak 90an tentu tidak asing dengan istilah kirim atensi, jaman dulu untuk menitipkan salam ke do’i lewat radio kita harus membeli kertas atensi. Dalam kertas atensi tersebut kita menuliskan apa saja yang akan kita sampaikan nanti melalui penyiar.

kirim-kirim salam lewat radio (radiodakwah.co)

Biasanya kertas atensi tersebut berisikan salam-salam buat teman satu genk, atau salam buat si do’i, atau juga kata-kata romantis buat do’i. Tidak lupa pula kita request lagu yang ditujukan untuk si do’i.

Ngirim atensi yang isinya salam-salam buat si do’i (angeladyan.blogspot.co.id)

Biasanya setiap radio ada acara khusus buat anak muda untuk kirim atensi, nah disaat itulah anak muda saling kirim salam untuk pasangannya. Meskipun kirim salamnya melalui perantara penyiar, tapi saat kita mendapatkan salam dari orang yang kita sayang, jantung ini terasa melayang.

Dompet wajib ada foto si do’i

Kamu anak 90an yang pernah pacaran pasti pernah menyimpan foto do’i di dompet? Hayoo ngaku saja! Mungkin bagi anak sekarang menyimpan foto pasangan di dompet sangatlah tidak begitu penting. Sebab foto do’i sudah bertebaran di media sosial.

Dompet wajib ada foto si do’i dong

Namun bagi generasi 90an, untuk melihat foto sang kekasih sewaktu-waktu kita harus menyimpan foto tersebut di dompet kita. Alasannya ialah karena dompet merupakan benda yang selalu dibawa kemana-mana, jadi jika dimanapun kita kangen pasangan, kita cukup buka dompet saja. Romantis bukan?

Bagi generasi 90an, pacaran adalah antara rasa aku dan kau, tanpa harus mengumbar keromantisan di publik.

Berbeda dengan anak sekarang yang hobi mengumbar keromantisan di publik, generasi 90an bisa dikatakan lebih kalem saat dilanda cinta. Jangan berfikiran mereka tidak memiliki cinta yang menggebu-gebu, namun mereka lebih bijak mengungkapkan cinta. Baginya apa yang di dalam hati, orang lain tidak perlu mengerti, yang terpenting adalah bagaimana si do’i bisa merasakan hal yang serupa dan serasa.

Yang dulu pas pacaran malu-malu siapa yah? (hipwee.com)

Jangankan untuk mengumbar keromantisan, bertemu dan berpapasan dengan do’i saja rasanya sudah susah untuk bernafas. Ada rasa malu, deg-degan, dan rasa senang. Semuanya bercampur padu dalam kalbu, Jadi cukup lirik sedikit saja bahagianya sudah menggebu-gebu.

Itulah gaya pacaran generasi 90an. Gimana menurut kalian? Lebih romantisan generasi dahulu atau generasi sekarang?

 

 

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Faktanya, Baju Koko Adalah Wujud Keberagaman Budaya Nenek Moyang Kita

Nyatanya, Jember Punya 7 Wisata Air Terbaik yang Bisa Kamu Jadikan Tujuan Piknik Asik