Fenomena Maraknya Penjual Follower Ini Buktikan Bahwa Netizen Indonesia Haus Akan Perhatian

Pokoknya, jumlah follower harus jauh lebih banyak dari following!

Sosial media saat ini memang memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat, terutama kaum muda. Tak hanya sebagai tempat komunuikasi dan mencari informasi, sosmed juga menjadi bukti eksistensi diri.

Pengguna sosmed di Indonesia haus perhatian (uwaterloo.ca)

Banyak yang bisa dilakukan untuk menambah eksistensi di sosmed, salah satunya adalah menambah jumlah follower di Instagram. Sayangnya mencari follower bisa dibilang hal yang sulit. Kalau status, tweet, foto atau apapun yang kamu unggah nggak menarik, orang lain tak akan tertarik untuk follow akun kamu. Tapi sebenarnya, seberapa penting sih arti jumlah follower untukmu?

Bahkan ada orang-orang yang rela merogoh kocek hanya untuk ‘membeli’ follower untuk Instagram. Hal ini semata-mata agar jumlah follower jauh lebih banyak dari jumlah following. Benarkah ini menjadi cerminan netizen Indonesia yang suka cari perhatian?

Jumlah pengguna Instagram aktif Indonesia berada pada peringkat 4 dunia

Bisa dibilang, selain Facebook, Instagram menjadi sosial media dengan jumlah pengguna terbesar saat ini. Di Indonesia khususnya, media tempat berbagi foto ini telah memiliki pengguna teraktif peringkat ke empat untuk wilayah Asia-Pasifik.

Pengguna Instagram di Indonesia (hifluence.eu)

Posisi pertama ditempati oleh Malaysia yang kemudian disusul oleh Hong Kong. Sementara peringkat ketiga ada Singapura dan Indonesia di posisi empat. Instagram banyak digunakan karena kontennya yang lebih variatif dan tidak membosankan karena didominasi oleh foto dan video. Sementara sosmed berbasis teks seperti Facebook dan Twitter sepertinya mulai ditinggalkan.

Instagram sebagai sarana berjualan

Memiliki jumlah pengguna yang cukup besar, kemudian banyak yang memanfaatkan Instagram sebagai media berjualan. Kini banyak bermunculan toko-toko online yang menggunakan ‘influencer’ sebagai sarana promosi.

Media jualan (wowkeren.com)

Misalnya saja seseorang ingin mencari toko sepatu yang berkualitas, maka dia akan membeli produk yang dipromosikan oleh artis A yang terkenal memiliki selera fashion yang bagus. Sehingga akhirnya banyak toko online yang memilih artis A untuk meng-endorse produk mereka.

Influencer datang dari berbagai kalangan

Nyatanya, nggak cuma artis aja yang bisa di endorse. Masih banyak influencer lain yang biasa dikenal dengan sebutan selebgram. Meskipun nggak pernah muncul di layar kaca, para selebgram ini memiliki follower dari ratusan ribu hingga jutaan.

Influencer datang dari berbagai kalangan (hijab dolaners – blogger)

Para selebgram ini biasanya mengunggah konten-konten kreatif seperti tutorial make-up, tips traveling hemat hingga kebiasaan sehari-hari yang berbeda dari orang lain. Dengan bermodal banyak follower ini kemudian mereka menjadi sasaran banyak toko online untuk mempromosikan dagangan.

Banyak yang ingin menjadi seorang selebgram

Dengan maraknya selebgram, banyak yang kemudian ingin menjadi seorang influencer seperti mereka namun secara instan. Ya, meskipun sebenarnya tak memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Orang-orang ini kemudian membeli follower, entah follower asli maupun palsu, yang penting kolom follower memiliki angka yang wow.

Banyak yang ingin menjadi seorang selebgram (youtube.com)

Banyak yang berpikir setelah memiliki banyak follower, tawaran endorse akan berdatangan. Padahal tak semudah itu. Mereka yang selebgram pasti melalui proses panjang yang tak mudah hingga bisa seperti sekarang. Setidaknya kamu harus bisa menginspirasi banyak orang terlebih dahulu sebelum memutuskan jadi influencer.

Jumlah follower seakan jadi ‘bukti’ ngehitnya si empunya akun

Dan ini adalah fakta yang sesungguhnya. Jumlah follower seakan menjadi tanda validasi atau bukti real bahwa yang memiliki akun tersebut adalah orang yang keren, terkenal atau biasa disebut ngehits. Padahal, banyak follower belum tentu orang tersebut banyak disukai. Bahkan menurut penelitian, Instagram justru jadi sosmed paling rawan memunculkan depresi.

Jumlah followers jadi bukti hits (inikpop.com)

Orang-orang hanya akan fokus mengunggah momen terbaik di Instagram agar mendapatkan citra yang baik dari orang lain. Meskipun harus berbeda 180 derajat dengan kehidupan nyata.

Daripada beli follower, lebih baik kamu unggah konten kreatif yang erat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya saja cara belanja hemat, cara hidup ala anak kos, cara narik perhatian cewek bagi yang jomblo atau konten lain yang bisa menarik minat netizen. Nanti lama-lama followermu akan bertambah. Dan tentu, ini follower real yang biasanya aktif!

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Ajaib! Meskipun Membelah Air, Jembatan Nabi Musa Ini Tak Pernah Tenggelam!

Meluruskan Sejarah yang Diajarkan di Sekolah. Sebenarnya Indonesia Tidak Dijajah Selama 350 Tahun