Fenomena Kerdus (Kerudung Dusta) di Kalangan Anak Muda, Niat Ibadah Atau Mau Gimana Sih?

Di saat kamu memakai kerudung hanya sebagai pencitraan, maka kamu adalah salah satu kerdus

Saat ini, keinginan dan kesadaran wanita muslim untuk berjilbab kian tinggi. Sayangnya, ada juga fenomena aneh yang mengikutinya. Misalkan saja fenomena jilboob yang merupakan pelesetan dari jilbab dengan boobs (payudara). Istilah ini digunakan untuk menggambarkan para wanita yang berjilbab tapi lekuk-lekuk tubuhnya justru terlihat jelas karena pakaian yang digunakan terlalu ketat.

Karena Inovasee pernah mengulas jilboob, maka kini kita akan mengulas satu lagi fenomena serupa yang tak kalah anehnya: Kerdus. Kerdus adalah singkatan untuk kerudung dusta. Istilah ini biasanya digunakan untuk menyebut para pengguna jilbab yang labil ataupun jilbab gaul yang tidak sesuai syariah. Hijaber kerdus biasanya hanya mengenakan jilbab sebagai sarana pencitraan atau sebatas gaya-gayaan saja. Biar kamu nggak terjebak dalam kategori kerdus, pahami ciri-cirinya berikut ini.

1. Buka tutup kerudung

Jilbab kok lepas-pakai gitu sih? (rohissnapan.blogspot.com)

Tipe kerdus macam ini adalah yang paling banyak kita jumpai. Penggunanya dari beragam kalangan. Bisa dari siswi yang bersekolah di sekolah islam dan mewajibkan siswinya berjilbab hingga ibu-ibu pengajian yang cuma memakai jilbab saat bulan ramadan dan acara keagamaan. Mereka ini adalah wanita-wanita labil yang kesehariannya masih memakai pakaian biasa yang terbuka auratnya, namun mendadak jadi ‘solehah’ di momen-momen tertentu.

2. Kerudung gaul

Jilbab gaul terkadang justru membuat penggunanya jauh dari syariat (ellen-diah.blogspot.com)

Sebagai sebuah syariat agama Islam yang wajib ditaati, penggunaan kerudung pun ada aturannya dan tidak bisa sembarangan. Sayangnya, ada saja dalih fashion yang digunakan oleh para kerdus untuk tetap tampil modis menurut mereka. Mulai dari kerudung beraneka warna yang mencolok, kain yang tipis dan model berpunuk unta. Sadar nggak sih kalau yang semacam itu justru punya peluang lebih besar untuk mengundang syahwat lawan jenis?

3. Interaksi kebablasan

Jilbab seharusnya bisa membentengi penggunanya dari godaan lawan jenis (youtube)

Saat seorang wanita sudah memantapkan diri untuk memakai kerudung, maka sudah seharusnya ia menghindari larangan-larangan yang menyertainya. Tapi saat in kita bisa dengan mudahnya menemukan contoh para pengguna kerudung yang masih kebablasan dalam berinteraksi, terutama dengan lawan jenis. Dengan alasan anak gaul yang supel, ia lantas merasa bisa tetap salaman seenaknya, berangkulan tanpa risih, bahkan berdua-duaan dengan lawan jenis.

4. Kerudung ‘dizalimi’

Melinda Dee mendadak jadi ‘hobi’ pakai jilbab sejak tercyduk (brilio)

Selalu menarik melihat ada pejabat, artis, atau pelaku kriminal wanita yang mendadak jadi terlihat religius dengan memakai jilbab begitu tercyduk polisi. Jika sebelumnya orang itu tidak pernah menggunakan kerudung, ia lantas menggunakannya, terutama jika persidangan kasusnya diliput media. “Saya dizalimi” atau “Ini semua cobaan Allah untuk saya,” begitu biasanya para kerdus ini berkilah.

5. Sebatas kerudung, tanpa pengamalan agama

Pernah kenal pengguna jilbab yang tidak menjalankan kewajiban-kewajiban agama seperti shalat? (youtube)

Jenis kerdus yang satu ini betul-betul aneh. Ia mengenakan kerudung dengan benar, tidak bertingkah sembarangan dan menjaga diri dari lawan jenis. Tapi anehnya ia jarang salat atau mengamalkan ajaran agama. Kalaupun shalat, hanya pada saat-saat tertentu saja. Kan aneh? Tapi ada loh yang begini.

Alasan pembenaran

Ketika mendapati para kerdus yang seperti ini, kadang kita mencoba untuk membantu mengingatkannya dengan sarkasme, “kalau belum siap kerudungan mending nggak usah sok kerudungan deh!”. Ada juga orang yang berdalih “Nggak apa-apa sekarang belum berjilbab, yang penting jilbabin hati dulu”.

Bagaimana cara menjilbabi hati? (youtube)

Waduh, ini tentu salah. Apalagi kerudung adalah salah satu kewajiban bagi seorang muslimah. Menyuruh orang tidak berjilbab sebelum akhlaknya baik bukanlah solusi. Jalan terbaik adalah terus memperbaiki diri sambil terus menjaga konsistensi dalam berjilbab. Ingat, jilbab bukanlah sarana gaul atau fashion, ya!

Bagaimana Menurutmu?

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Kebetulan Atau Tidak, 7 Tempat Wisata di Indonesia Ini Sangat Mirip Wisata di Luar Negeri Loh

“Pa, Catat Baik-Baik Ya! Ini Bedanya Nafkah Istri dan Uang Belanja”