Bukan Tentang Foto Mesra, Tapi Inilah Faktor dari ‘Relationship Goals’ Sebenarnya!

Cuma gara-gara foto mesra lalu dijuluki relationship goals? Pahami dulu beberapa faktor ini

Selama ini gelar relationship goals selalu disematkan pada mereka yang rutin berfoto romantis dengan pasangannya. Dilengkapi caption yang manis, lokasi yang apik dan pose mesra yang selalu bikin iri orang lain. Efeknya banyak yang ingin meniru hingga melakukan banyak cara demi dibilang “pasangan impian”. Padahal ada faktor lain dalam hubungan yang membuatnya lebih pantas menyandang predikat tersebut.

Sebenarnya makna relationship goals sendiri begitu luas dan mungkin berbeda di persepsi masing-masing orang. Jika memang bagi mereka foto romantis sudah cukup mewakili, maka tak perlu disalahkan. Tapi menurut seorang therapist bernama Esther Boykin, makna relationship goals yang sesungguhnya terletak pada kualitas dalam hubungan tersebut.

Komunikasi yang baik

Ada banyak sekali cara komunikasi yang bisa dilakukan dengan pasangan. Entah melalui telepon, pesan singkat, aplikasi chatting, hingga media sosial. Lewat apapun yang penting pastikan komunikasi kalian lancar dan baik. Lakukan secara efektif dengan frekuensi yang pas. Karena jika berlebihan, maka pasangan akan cepat bosan. Pun jika kurang, rasanya pasti kesepian.

Komunikasi yang baik (huffpost.com)

Tumbuh bersama

Jika bisa terus berjuang bersama dari nol menuju kesuksesan, maka itulah relationship goals yang sebenarnya. Rintangan mungkin sangat banyak, namun jika bisa melaluinya dengan baik justru jadi cerita yang indah nantinya. Momen tumbuh bersama juga bisa jadi ‘ajang’ untuk menunjukkan cinta serta kesetiaan diantara kalian. Apa sih yang lebih romantis dari berjuang bersama dari bawah menuju ke puncak keberhasilan?

Tumbuh bersama (manisolwedding.com)

Saling koreksi tanpa harus menyakiti

Dalam sebuah hubungan, menerima kekurangan masing-masing menjadi keharusan. Namun akan lebih baik jika kalian mau mengoreksi dan memberikan masukan untuk memperbaiki kekurangan yang dimiliki. Tentu dengan kalimat dan penyampaian yang lembut agar tidak menyakiti perasaan pasangan. Dengan begitu kualitas hubungan akan meningkat seiring perbaikan yang dilakukan.

Saling koreksi tanpa harus menyakiti (rd.com)

Pasangan juga seorang sahabat

Selalu memperlakukan dia dengan istimewa hanya membuat hubungan cepat bosan. Salah satu cara untuk menjaga keharmonisan adalah dengan menempatkan diri sebagai ‘teman’. Dengan begitu kalian akan lebih leluasa, misalnya tak canggung ketika bercanda, bisa cerita lebih banyak hal personal atau bahkan tak perlu malu menujukkan kekurangan. Lakukan apapun yang membuat nyaman.

Pasangan juga seorang sahabat (greatist.com)

Saling mengerti dan memahami

Ini adalah salah satu faktor yang mampu membuat hubungan bahagia dan langgeng. Jika sudah saling mengerti maka tak masalah kalau tidak ketemu setiap hari. Pun tak terlalu khawatir atau curiga kalau dia belum memberi kabar. Yang penting saling terbuka tentang apa yang dilakukan.

Saling mengerti dan memahami (willowbranch.com.au)

Tak memperpanjang masalah

Jika memang ada hal yang membuat kamu merasa tak suka dan tidak nyaman maka ungkapkan secara langsung. Bicarakan baik-baik sehingga bisa menemukan solusi bersama. Selain itu kalian akan belajar terbuka serta bisa menyelesaikan masalah secara dewasa. Bukannya memendam dan menunggu dia sadar akan kesalahan, apalagi sampai terlibat pertengkaran dalam waktu yang lama. Jangan sampai ya.

Tak memperpanjang masalah (twodrifters.us)

Itulah beberapa faktor penting yang seharusnya ada dalam relationship goals. Jadi tak sekedar foto mesra saja tanpa adanya kualitas dalam hubungan. Kalau kamu, gimana sih relationship goals versimu?

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *