Fakta Mengerikan di Balik Wi-Fi Gratisan, Kamu Wajib Hati-Hati!

Salah-salah, kamu bakal kehilangan data pribadi dan menyesal menggunakannya

Jika dahulu kita menempatkan sandang, pangan dan papan sebagai kebutuhan pokok, maka di era internet seperti sekarang kebutuhan pokok tersebut bertambah satu hal lagi: kuota internet dengan jaringan yang bagus. Meski begitu, saya yakin sekali jika kuota berlimpah dengan jaringan yang bagus sekalipun masih akan kalah menarik jika dibandingkan dengan tawaran Wi-Fi gratis yang kini makin banyak dijumpai di sudut-sudut kota, mulai dari kantor layanan masyarakat, bandara, dan tempat-tempat umum lainnya.

Kehadiran Wi-Fi gratis tersebut memang sengaja dihadirkan sebagai fasilitas untuk mempermudah orang-orang yang selalu membutuhkan koneksi internet untuk mobilitasnya. Apalagi, ada beberapa kawasan yang ternyata memiliki jangkauan sinyal provider buruk sehingga memanfaatkan keberadaan Wi-Fi gratisan tentu jadi opsi paling menarik. Tapi tahukah kamu kalau Wi-Fi gratisan ternyata punya realitas mengerikan di baliknya?

Mudah dimanfaatkan oleh para peretas (hacker)

Persepsi orang-orang yang selalu berpendapat bahwa “jika ada yang gratis, kenapa kita harus pilih yang bayar?” tentu membuat orang lebih memilih untuk menggunakan Wi-Fi gratisan ketimbang jaringan internet dari provider tertentu. Padahal, koneksi Wi-Fi gratisan adalah salah satu celah rawan yang paling diminati oleh para hacker untuk meretas dan mengakses perangkat lain yang sama-sama memakai jaringan itu.

Berhati-hatilah dalam menggunakan fasilitas Wi-Fi gratis (virgoperidotstone.blogspot.co.id)

Melalui jaringan Wi-Fi gratisan, seorang peretas yang tak bertanggung jawab bisa dengan mudahnya membobol sistem komputer kita, akun media sosial, membobol akun bank bahkan hingga penggunaan kartu kredit. Karena gratis dan tidak dilindungi password-password tertentu, pengguna Wi-Fi gratisan cenderung lengah dan mengabaikan keamanan data-data pribadi mereka saat menggunakan fasilitas Wi-Fi tersebut untuk keperluan-keperluannya.

Wi-Fi gratisan adlaah salah satu celah rawan yang kerap diintai hacker (ibtimes.co.uk)

Tak hanya itu, Wi-Fi gratisan juga sering dipakai oleh para pembuat virus untuk menyebarkan virus atau program jahat (malware). Selama ini kita mengira virus atau malware hanya dibuat untuk melumpuhkan komputer. Nyatanya, para pelaku kejahatan cyber saat ini jauh lebih maju. Mereka bisa memanfaatkan malware untuk mengubah komputer kita seperti zombie yang bisa dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh. Kalau sudah begini, informasi apapun yang kita simpan di komputer bervirus tersebut bisa diakses oleh hacker dengan mudahnya.

Cara memproteksi diri saat mengakses Wi-Fi gratisan

Lantas, apakah itu berarti kita sebaiknya tidak usah memakai fasilitas Wi-Fi gratisan dimanapun? Bagaimana jika sinyal dari provider yang kita gunakan ternyata sulit diakses di sebuah tempat, sedangkan ada akses Wi-Fi gratisan di situ? Padahal, kita sedang didesak oleh kebutuhan untuk menggunakan internet dengan aneka alasan.

(valleytechnologies.net)

Tidak masalah, kita tetap bisa saja menggunakan fasilitas Wi-Fi tersebut. Namun perlu diingat, jangan ambil resiko dengan menggunakannya tanpa persiapan apapun. Setidaknya, ada sejumlah cara untuk memproteksi gadget atau komputer yang kita gunakan dari kemungkinan serangan hacker. Apa saja?

Jangan mengaktifkan fitur Sharing

Sebelum mulai mengakses internet melalui jaringan Wi-Fi gratisan, sempatkan mengatur pengaturan di preferences atau control panel untuk menonaktifkan fitur Sharing. Kalau kamu menggunakan komputer dengan OS Windows, kamu bisa menonaktifkannya dengan memilih Public pada saat menyambungkan komputer dengan koneksi WiFi yang ada.

Gunakan VPN

Terkadang, antivirus saja tak cukup dalam melindungi perangkatmu dari malware (safervpn)

Menggunakan VPN atau virtual private network membuat informasi penting yang dikirimkan ke Internet akan dienkripsi atau dikunci. Meski bukan tidak mungkin diretas, namun peretas biasanya lebih cenderung memilih korban yang mudah dan membiarkan perangkatnya ‘polos’ begitu saja tanpa perlindungan.

Gunakan software khusus

Kita juga bisa menggunakan software khusus yang berfungsi untuk memproteksi perangkat di jaringan WiFi yang kurang aman. Dengan menggunakan software ini, biasanya ia akan melakukan scanning pada setiap file baru yang diunduh untuk memastikan apakah ada file yang mengandung malware atau tidak.

Aktifkan koneksi SSL

Selalu pergunakan HTTPS saat akan mengakses situs yang memintamu memasukkan informasi data (ssl.com)

Jika akan memasuki situs-situs yang meminta kalian memasukkan data pribadi, terutama pada situs yang sering kalian gunakan, jangan lupa untuk mengaktifkan “Always use HTTPS” sebelumnya.  Kalau kamu lupa atau nekat mengambil resiko memasuki situs-situs tersebut lantas memasukkan data-data pribadi seperti data rahasia atau keperluan perbankan tanpa HTTPS, bersiaplah juga menerima resiko datamu diakses orang lain karena hal itu membuat pembobol lebih mudah mengaksesnya.

Hindari melakukan transaksi online

Dengan aneka kemudahannya, kini kita juga bisa melakukan berbagai transaksi melalui internet. Meski begitu, amat tidak bijaksana jika kamu memanfaatkan jaringan Wi-Fi gratis untuk melakukan transaksi online. Seorang hacker bisa saja dengan mudahnya mengambil data-data pribadi yang kamu pergunakan untuk melakukan transaksi tadi.

 

Matikan koneksi Wi-Fi jika tidak digunakan

Matikan perangkat Wi-Fi di perangkatmu jika sudah tidak digunakan (malwarebytes.com)

Selama perangkat Wi-Fi aktif di komputer kita, maka hardware akan tetap memancarkan data terhadap koneksi yang masih terjangkau di sekitar kita. Oleh karenanya, lebih baik kita matikan saja fitur WiFi jika memang sudah tidak digunakan. Selain aman, ini juga akan menghemat baterai.

 

 

Meski kamu merasa tidak memiliki data-data penting yang rawan, namun kamu tetap harus berjaga-jaga dari setiap resiko yang mungkin ada saat menggunakan Wi-Fi gratisan. Coba bayangkan ada hacker yang membobol segala macam akun media sosialmu dan kemudian menggunakannya untuk menyebarkan berita hoax atau ujaran kebencian. Kamu juga kan yang nantinya apes kalau sampai digelandang polisi?

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Sebenarnya Diam-diam Cowok Juga Menggilai Drama Korea, Hanya Saja Mereka Nggak Mau Ngaku Karena Alasan Ini

5 Pekerjaan Lelaki yang Menjadi Standar Para Calon Mertua Memilih Menantu