Fakta-fakta Menarik Soal Fitur Pesan Singkat SMS yang Kini Mulai Redup Kejayaannya

Anak 90an tentu pernah sms-an nyampek larut malam..

Sebelum aplikasi chatting marak berdatangan seperti saat ini, masyarakat terbiasa berkomunikasi dengan menggunakan sistem Short Message Service atau yang biasa disingkat menjadi SMS. Mungkin kamu generasi 90an pernah mengalami berjam-jam SMS-an dengan gebetan sampai pulsa terkuras habis.

SMS menjadi sistem komunikasi paling banyak digunakan saat itu (winpoin.com)

Buat yang pernah menggunakan sistem SMS ini, tentu kalian masih ingat betapa sederhananya komunikasi kita jaman itu. Hanya berkirim teks saja kita sudah bisa bahagia, tanpa bisa memandang wajah pengirim melalui foto profil atau pesan gambar seperti aplikasi chatting yang ada saat ini. Nah, berikut ini merupakan fakta-fakta menarik soal SMS yang pernah berjaya.

Awal kemunculan, SMS bayar per-karakter kata

Awal kemunculannya, SMS memang mematok tarif sangat mahal. Bahkan untuk satu kali kirim pesan saja kita bisa menghabiskan pulsa seribu rupiah. Bayangkan jika kita mengirim 100 pesan setiap hari, kita butuh Rp. 100.000 hanya untuk mengirim pesan singkat.

Pembayaran per karakter (ts-lim.blogspot.co.id)

Mahalnya tarif SMS pada saat pertama kali muncul disebabkan sistem pembayaran pengiriman pesan dihitung dengan menggunakan hitungan per-karakter kata yang dikirim. Artinya, semakin banyak karakter kata pesan yang dikirim, maka semakin banyak pulsa yang harus dikeluarkan untuk satu kali pengiriman.

SMS tulisan alay penuh singkatan dianggap gaul di jamannya

bagi generasi 90-an tentu pernah mengalami dimana mengirim atau menerima pesan singkat dengan gaya penulisan dan bahasa alay. gaya dan bahasa SMS alay sempat booming, dengan ciri-ciri menggunakan singkatan yang susah dimengerti, dan merubah huruf dengan angka sehingga susah untuk dibaca. Hal ini merupakan trend anak muda di jamannya.

Tulisan sms alay dianggap sebagai anak gaul di jamannya

Mungkin kamu masih ingat dengan gaya penulisan SMS model ini, “Hy g’pa? k4mu dch ma3m loem?”  Yah, intinya gaya penulisan pesan seperti itu pernah menjadi barometer kegaulan anak muda saat itu. Sebenarnya, penggunaan singkatan pada pesan SMS saat itu berasal dari mahalnya harga per-karakter SMS saat itu, sehingga untuk mengurangi karakter yang berlebihan dalam mengirim pesan, orang-orang akhirnya memutuskan untuk menyingkat kata-katanya.

Selain itu, penggunaan kata yang disingkat juga bertujuan untuk mempercepat penulisan pesan. Sebab maklum saja, waktu itu belum keluar hp model qwerty yang tentu lebih cepat untuk menulis pesan.

SMS pernah menjadi sistem komunikasi paling populer di dunia, hingga dijadikan judul lagu dangdut

Sebelum munculnya aplikasi chating gratis seperti Whatsapp, Line, Mesengger, dan aplikasi serupa, SMS pernah merajai sistem komunikasi berbasis teks di dunia. Bahkan perkembangan SMS meningkat pesat setiap tahunnya.

SMS menjadi sistem komunikasi terfavorit (st1.bgr.in)

Peningkatan jumlah pengguna sistem SMS dapat dilihat dari data perusahaan provider. Pada tahun 2000, jumlah pesan teks yang dikirim di seluruh dunia adalah 20 juta. Tahun berikutnya, jumlah itu menjadi 280 juta. Dan pada tahun 2012, jumlahnya meledak menjadi 8,6 triliun.

Bahkan karena kepopulerannya tidak terbendung, sistem pengiriman pesan teks SMS pernah dijadikan judul lagu dangdut di Indonesia. Dan lagi-lagi lagu dangdut berjudul SMS ini pun menjadi lagu terfavorit kala itu.

Ber-SMS saat berkendara menjadi salah satu penyebab kecelakaan tertinggi di Amerika

SMS kala itu memang ibarat candu. Jika sudah ber-sms ria, siapa saja bisa lupa diri dengan sekelilingnya. Hal inilah yang kemudian sms-an menjadi salah satu penyebab kecelakaan berkendara tertinggi di Amerika.

Bersms sambil berkendara (kaskus.co.id)

Menurut data dari pemerintah Amerika, pada tahun 2012, jumlah kecelakaan yang diakibatkan pengemudi sedang sms-an menjapai 23%. Lebih tinggi dari kecelakaan diakibatkan pengemudi yang sedang mabuk yang hanya 15%.

Itulah beberapa fakta menarik dari sistem pengiriman pesan singkat SMS yang dulu pernah mengisi hari-hari kita. Kalau sekarang sih kebanyakan sudah pindah menggunakan aplikasi chatting, selain lebih kekinian juga lebih mudah dan gratis.

 

 

 

Tulis Komentarmu
Amin Aulawi (Aw)

Written by Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Dramatis, Kisah Driver Ojol yang Dapat Penumpang Mantan Calon Istrinya Ini Bikin Geregetan!

Mengapa Mawar Merah Bisa Sebegitu Romantisnya?