Faktanya, Baju Koko Adalah Wujud Keberagaman Budaya Nenek Moyang Kita

Ingat, baju koko beda dengan baju takwa ya!

177
SHARES

Menjelang momen hari raya Idul Fitri seperti saat ini, biasanya umat Islam yang merayakan sudah mulai sibuk memikirkan tentang baju apa yang akan dikenakan nanti. Buat yang cowok, baju koko selalu jadi pilihan yang paling tepat. Selain terlihat islami, model baju koko saat ini pun banyak ragamnya, dan yang pasti modis pula.

Tapi tahukah kamu bahwa baju koko sebenarnya bukanlah baju yang muncul dari tradisi Islam? Tak hanya itu, baju koko juga lahir dari etnis yang mayoritas bukanlah penganut agama Islam, karena baju koko pertama kali diperkenalkan oleh etnis Tionghoa yang telah hidup berdampingan dengan etnis Betawi.

Berawal dari Tui-Khim

Awalnya, baju yang sekarang dikenal sebagai baju koko tersebut sebenarnya turun temurun dari baju masyarakat Tionghoa bernama Tui-Khim. Tui-Khim merupakan baju berkerah tegak dengan lima kancing bukaan tengah di depan, dengan panjang menjuntai hingga setengah paha. Pakaian ini masih dipakai oleh pria Tionghoa di Indonesia hingga awal abad ke-20 dan dikombinasikan dengan celana longgar untuk kegiatan sehari-hari.

Baju tui khim yang jadi asal mula baju koko – kolase oleh Inovasee

Tui-Khim kemudian diadaptasi oleh para lelaki Betawi, namun umumnya dipadukan dengan celana batik. Etnis Betawi memang dikenal adaptif dan mudah menerima pengaruh budaya luar. Contoh lainnya, seni musik Betawi yang kita kenal saat ini sebenarnya banyak mengambil pengaruh budaya Portugis. Kembali ke Tui-Khim, masyarakat Betawi yang mulai nyaman dengan penggunaan Tui-Khim pun menyederhanakan penyebutan Tui-Khim menjadi Tikim, sebelum akhirnya populer dengan sebutan baju koko.

Engkoh-engkoh

Awal mula penyebutan Tui-Khim menjadi baju koko pun sebenarnya sederhana sekali. Menurut budayawan sekaligus novelis Remy Sylado, istilah baju koko muncul karena baju Tui-Khim kerap dipakai oleh para engkoh-engkoh (sebutan bagi lelaki paruh baya Tionghoa) sehingga muncullah istilah baju koko.

Siapa sangka, baju etnis tertentu bisa jadi identitas keagamaan agama tertentu – kolase oleh Inovasee

Setelan awal baju koko yang mulai banyak digunakan oleh etnis Betawi kemudian menjadi ciri khas kaum pria Betawi sekaligus umat Islam, karena masyarakat Betawi juga diidentikkan dengan kaum muslim yang berpengaruh di Batavia kala itu. Baju koko pun akhirnya terus mengalami perkembangan hingga saat ini dan menjadi trend masyarakat Indonesia yang gemar memakai busana yang mencerminkan Islam, baik dalam keseharian maupun pada acara-acara formal.

Beda dengan baju takwa

Karena sudah diidentikkan dengan pakaian umat muslim, maka banyak juga yang menyebut baju koko sebagai baju takwa. Padahal, keduanya berbeda. Kalau baju koko diadopsi dari baju Tui-Khim, maka baju takwa merupakan hasil modifikasi dari Surjan yang merupakan pakaian tradisional Jawa.

Lihat perbedaan antara baju yang dikenakan Sunan Kalijaga (kiri) dengan baju Tui-Khim khas Tionghoa (kanan)- sangpencerah.id

Tokoh yang bertanggung jawab atas kemunculan baju takwa ini adalah Sunan Kalijaga. Di antara sembilan wali, hanya Sunan Kalijaga yang tidak mengenakan jubah dan sorban, melainkan hasil modifikasi Surjan yang kemudian disebut baju takwa ini. Baju takwa pun memiliki filosofi tersendiri melalui penggunaan lima kancing baju yang melambangkan 5 Rukun Islam.

 

177
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~