Jujur Saja, Menjadi Anak Kos Itu Tak Melulu Soal Derita

Nongkrong, nonton, dan pacaran adalah hal yang biasa

588
SHARES

Kasihan ya anak kos itu.. harus mengatur semuanya sendiri, jarang punya uang di akhir bulan, dan hobi bungkus makanan untuk dimakan di kos. Ya, itulah sederet tuduhan klise yang seolah-olah tahu benar nasib anak kos itu seperti apa. Namun bagaimana pun, sepertinya memang sangat sulit melepas stereotip sendiri dan sedih yang kerap mendera si anak kos, seperti saya (dulu).

Memang sulit melepas stereotip berbau kasihan yang sejak dulu menerpa anak kos.| kasminarif.blogspot.com

Tak jauh beda dengan anak-anak rumahan

Jujur saja, sebenarnya, anak kos itu tak semenyedihkan itu kok. Anak kos itu nyaris sama dengan anak-anak rumahan, cuma bedanya, harus bayar sewa kamar karena memang butuh tempat tinggal di perantauan untuk mencari jalan hidup yang (semoga) lebih baik.

Saya memang bukan anak kos lagi sekarang. Namun saya masih ingat betul, saya pernah empat tahun berturut-turut menyandang status sebagai anak kos. Dimulai tahun 2007 silam, saya mencoba berkenalan dan berteman baik dengan ganasnya kota Cikarang.

Anak kos itu tak jauh beda dengan anak-anak rumahan kok. | liestyalabelle.wordpress.com

Sebagai kota industri, banyak yang bilang Cikarang itu lebih kejam dari ibu tiri. Sebagian yang lain menyalahkan kota itu sebagai kota yang menyebalkan, selalu macet, panas, berdebu, banyak copet, penuh polusi dari pabrik-pabrik, dan sebagainya.

Seperti halnya di ibukota Jakarta, hidup di Cikarang pun tak kalah kerasnya. Namun kadar keras atau tidak, sebenarnya itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dan sebagai anak kos yang tinggal di perantauan seorang diri, saya rasa menjadi anak kos itu tidak melulu soal penderitaan.

Banyak hal seperti hidup mandiri, mengendalikan diri, mengatur keuangan, dan yang lainnya yang justru baru saya dapatkan setelah merantau ke Cikarang dan mendedikasikan diri sebagai anak kos.

Mengasah diri untuk terus bertahan

Lalu soal pertanyaan umum yang heran dengan keputusan saya merantau, bukankah sudah menjadi hak saya untuk memilih jauh dari orang tua demi mencari sesuap nasi dan banyak pelajaran hidup yang tidak pernah saya dapatkan di kampung halaman? Tiap orang itu berhak untuk menentukan jalan hidupnya masing-masing, termasuk memutuskan untuk jauh dari orang tua.

Memutuskan merantau dan jauh dari orang tua merupakan hak pribadi masing-masing. | lubangberita.blogspot.com

Menjadi anak kos itu memang tidak mudah, terutama bagi orang yang sudah bekerja. Harus memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengatur keuangan yang kadang tidak bersahabat, pindahan kos karena tiba-tiba ibu kos mau jual rumah, dan masih banyak lagi masalah yang harus dijalani.

Namun, bersamaan dengan itu semua, saya juga mampu mengasah diri untuk terus bertahan. Karena memang tidak ada yang salah dari menjalani hidup dengan kembali bangkit setiap kali kita terjatuh, kan?

Nongkrong, nonton, dan pacaran

Jadi, percayalah, menjadi anak kos itu tak semenyedihkan seperti yang kamu bayangkan. Anak kos memang kadang terhalang oleh masalah keuangan, namun tak melulu mie instan yang dijadikan pahlawan, karena masih ada mbak cantik penjaga warteg yang selalu menawarkan makanan empat sehat lima sempurna.

Meskipun dengan uang yang serba pas-pasan, namun saya masih ingat betul, saya masih punya kemampuan untuk menikmati hidup dengan nongkrong bersama teman-teman seperjuangan, nonton konser, belanja ini-itu, bahkan pacaran.

Jangan salah, anak kos pun bisa bahagia layaknya manusia pada umumnya. | vebma.com

Meskipun pada awalnya sulit, toh nyatanya saya mampu melewati semua cobaan itu dengan bijaksana, dengan menikmati segala proses beserta rasa sakitnya, hingga sekarang saya menetap lagi di kampung halaman saya dengan perasaan bangga. Bangga sebagai mantan perantau, bangga sebagai alumni anak kos yang ternyata tak semenderita yang banyak orang kira.

Tulisan ini bersifat menguatkan hati, sebenarnya. Maka, bagi kamu yang sekarang masih menjalani hidup sebagai anak kos, entah itu pelajar, mahasiswa, atau pun pekerja, jangan pernah menyerah. Karena mau sekasihan apapun orang menilaimu, mereka tidak akan pernah tahu betapa bahagianya kamu.

Hidup anak kos!

588
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."