Fakta Mengerikan Dibalik Etos Gila Kerja Orang-Orang Jepang

Kerja yang berlebihan bisa membawa dampak buruk bagi seseorang

Jepang dikenal sebagai negara yang memiliki etos gila kerja. Mereka juga dikenal amat menjunjung tinggi harga diri, sehingga ketika merasa pekerjaan yang dilakukan jauh dari hasil yang diharapkan, mereka tidak segan-segan untuk mundur dari jabatannya.

Namun tahukah kamu kalau ada sejumlah fakta mengerikan yang muncul dari kebiasaan gila kerja tersebut? Contoh paling sederhana, menurut survey di Jepang, 67 persen karyawan di sana memilih untuk tetap bekerja di hari libur. Itu baru contoh sederhana, ya!

1. Karoshi

Meninggal karena kelelahan bekerja banyak ditemui di Jepang (youtube)

Ada istilah bernama ‘karoshi’ yang dikenal betul oleh masyarakat Jepang. Istilah tersebut bisa diartikan sebagai kematian akibat kerja yang berlebih. Artinya, mereka terus-menerus bekerja tanpa mempertimbangkan pentingnya keseimbangan dalam hidup, termasuk dengan berlibur. Inilah yang menyebabkan banyak masyarakat Jepang terkena stres dan depresi hingga bisa berujung pada kematian. Fenomena ini bahkan sudah terjadi sejak lama, tepatnya sejak tahun 1980-an. Kala itu, terjadi ledakan ekonomi di Jepang yang membuat masyarakatnya tergerak untuk hidup lebih produktif lagi.

2. Menyerang usia muda

Kebanyakan, pekerja usia muda lah yang meninggal akibat kelelahan bekerja (safetyandstaffing.blogspot.co.id)

Menurut data yang dirilis oleh pemerintah Jepang, pada tahun 2015 silam tercatat ada 189 kasus meninggal dunia akibat kelelahan bekerja. Korban terbanyak datang dari usia muda, yakni kisaran 20 tahunan dengan presentase terbanyak laki-laki.

3. 60 jam kerja per minggunya

Jam kerja yang padat membuat orang Jepang rata-rata menghabiskan waktu 60 jam seminggu untuk bekerja (akibanation.com)

Seperti di kebanyakan negara lainnya, Jepang juga menetapkan bahwa standar jam kerja di sana adalah 40 jam kerja per minggu. Ini berarti setidaknya mereka hanya perlu bekerja selama 8 jam dalam 5 hari kerja efektif. Masalahnya, hasil survey dari International Labour Organization (ILO) menunjukkan bahwa masyarakat Jepang rata-rata bekerja selama 60 jam perminggunya. Jika 67 persen masyarakat Jepang memilih untuk tetap bekerja di hari libur, ini berarti mereka bekerja sekitar 8,5 jam selama 7 hari penuh!

4. Kurang istirahat

Padatnya jam kerja masyarakat Jepang membuat mereka kurang memiliki waktu istirahat. Akibatnya, sudah bisa ditebak bahwa akan ada banyak orang Jepang yang bisa dijumpai ketiduran di sembarang tempat saking lelahnya. Mereka pun menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dan pertanda orang yang ketiduran tadi adalah seorang pekerja keras.

Tertidur di sembarang tempat akibat kelelahan (dagospia.com)

Jepang mungkin memang negara yang sangat maju. Namun dengan etos kerja kerasnya yang mengerikan, mereka bukan bekerja untuk menghidupi dirinya, namun bekerja untuk menuju mati. Semoga kondisi semacam ini bisa segera teratasi.

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *