Kurangnya Empati dan Hubungannya dengan Minat Baca Bangsa Indonesia yang Rendah

Ironis, meski minat baca rendah, Indonesia justru masuk 5 besar negara paling cerewet di media sosial

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Central Connecticut State University tentang minat baca di berbagai negara telah mengungkap kenyataan pahit bahwa Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara yang dinilai. Ini artinya, minat baca di negara ini masih tergolong rendah dan hanya unggul sedikit dari Bostwana yang menempati posisi buncit.

Uniknya, Indonesia berada di posisi kelima dari daftar negara paling cerewet di media sosial. Tak heran, di negara ini kita bisa dengan mudahnya terprovokasi oleh sebuah berita hoax karena keengganan kita untuk melakukan riset sendiri terkait kebenaran dari sebuah berita. Tak hanya itu, rendahnya minat baca ternyata juga punya keterkaitan dengan rendahnya empati yang kita miliki. Bagaimana bisa?

Studi terbaru Universitas Kingston

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Kingston di London, Inggris, diketahui bahwa mereka yang rutin membaca buku cenderung punya perilaku dan empati yang lebih baik ketimbang mereka yang lebih memilih untuk menonton televisi.

huffpost.com

Studi itu melibatkan 123 responden yang ditanya mengenai preferensi tentang buku, televisi, dan pertunjukan. Setelahnya, kemampuan interpersonal mereka diuji untuk mengetahui seberapa besar mereka memikirkan perasaan orang lain serta seberapa besar kemauan mereka untuk menolong orang lain.

Tak sembarang literatur

Meski rutin membaca disebut berpengaruh terhadap kadar empati seseorang, namun kita tak bisa begitu saja memukul rata studi ini, karena pilihan literatur yang dibaca juga turut mempengaruhi kecerdasan emosi seseorang. Itulah sebabnya rutin membaca berita hasil share tak bertanggung jawab di media sosial sekalipun tak lantas membuat empatimu akan baik, apalagi jika berita yang rajin kamu baca adalah model hoax ataupun yang berisi provokasi.

sweden.se

Dari penelitian yang dilakukan, pembaca fiksi menunjukkan perilaku sosial yang lebih positif, sementara pembaca novel drama dan percintaan cenderung lebih punya empati. Kalau kamu menggemari buku berjenis eksperimental, maka kamu mampu melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda. Sedangkan bagi yang menyukai buku komedi dinilai paling bisa menempatkan diri di posisi orang lain.

Terlepas urusan kecerdasan emosional, kita tetap saja harus meningkatkan terus minat baca agar di masa depan tak makin terpuruk dan bersanding dengan negara-negara tertinggal.

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Di Hadapan Jokowi, Bocah SD Ini Bercita-cita Jadi Youtuber. Beda Banget Sama Jaman Dulu Kan?

Faktanya, Kamu Nggak Butuh Tampang Kece Untuk Cari Pacar Bule. Tahu Kenapa?