Waspada, Ternyata Duda Sangat Beresiko Mati Muda

Resikonya kematiannya dua kali lebih tinggi dari janda

Hm.. susahnya jadi ayah tunggal. Selain harus mengurus anak dan segala kebutuhan keluarga seorang diri, kini malah harus menerima kenyataan bahwa duda sangat beresiko mati muda. Persentasenya kematiannya mengejutkan, dua kali lebih tinggi daripada janda muda.

Sudah harus mengurus anak dan segala kebutuhan seorang diri, duda masih harus menerima nasib (mungkin) mati muda. | pexels.com

Pentingnya peran seorang istri

Duda merupakan status sosial yang sangat rentan terhadap kematian. Sebaliknya, wanita bersuami menjadi golongan yang paling rendah kemungkinannya untuk meninggal dalam waktu yang sama. Tentu, ada alasan mengapa pria yang menduda harus menerima nasib seperti itu.

Wanita bersuami menjadi golongan yang paling kebal terhadap resiko mati muda. | pexels.com

Secara umum, duda mudah terjerumus dalam gaya hidup yang tak sehat. Selain kurang asupan buah dan sayuran, mereka juga cenderung minum minuman keras. Perilaku seperti itu sangat jarang ditemukan pada janda dan suami-istri yang masih lengkap.

Di sinilah peran pentingnya peran seorang istri. Wanita cenderung suka mendorong perilaku hidup sehat untuk suami dan anak-anaknya. Nah, ketika sosok istri sudah tak ada lagi, maka tak mengherankan jika resiko kematian duda pun meningkat.

Anti sosial

Alasan lain adalah dukungan moral. Seorang duda cenderung pasif dalam kehidupan bersosial sehingga kurang menerima bantuan dari sesama, bahkan dari anaknya sendiri. Berbeda dengan wanita. Meskipun janda, seorang wanita menganggap bahwa bersosial adalah hal yang penting.

Duda cenderung lebih penyendiri dan anti sosial. | pexels.com

Itulah mengapa, menurut saya, sangat penting bagi kita untuk selalu memberi dukungan moral pada mereka yang harus menerima nasib menjadi duda. Tanpa bantuan dari orang-orang sekitar, mereka akan terus menderita secara psikis, yang berlanjut pada buruknya kondisi kesehatan.

Jangan pernah menertawakan duda, apalagi sampai membenci mereka. Alih-alih seperti itu, yang harus kita lakukan adalah melakukan apapun yang terbaik untuk mereka. Entah itu dengan rutin mengajak ngobrol, atau.. ya, merekomendasikan beberapa wanita yang mungkin tepat menjadi istrinya.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *