Hanya Ada 2 Jenis Dosen di Dunia Ini: Biasa dan Super Saiya. Dosenmu yang Mana?

Gampang kok bedainnya

Seorang dosen yang merupakan salah satu Guru Besar di salah satu universitas pernah berkata sarkas seperti ini, “semakin orang bingung membaca tulisanmu, maka tulisanmu semakin ilmiah. Saking ilmiahnya, bahkan saya sampai bingung kamu itu sebenarnya sedang membahas apa.”

Baca juga : Sebenarnya Tidak Ada Pilihan yang Salah, Kamu Hanya Tak Siap Dengan Konsekuensinya

Lagi, dosen itu berkata seperti ini, “tanda kalau kamu expert terhadap sesuatu adalah ketika kamu bisa menyampaikannya kepada orang lain dengan cara dan bahasa yang sederhana.”

.Dosen expert adalah mereka yang bisa menjelaskan hal sulit dengan cara sederhana. – duniadosen.com

Tidak penting mengetahui siapa dosen itu dan dari universitas mana. Yang terpenting adalah, dia sudah membuktikan (kalau tidak mau disebut menyindir) bahwa ada banyak dosen yang meskipun pintar, namun mereka tidak cukup expert di bidangnya.

Dosen biasa vs dosen super saiya

Dan kabar baiknya, tidak terlalu sulit membedakan mana dosen yang biasa, dan mana dosen yang punya kemampuan super saiya karena saking expert-nya. Secara kasat mata, dosen biasa cenderung punya kebiasaan-kebiasaan seperti ini:

  1. Selalu pelit memberi nilai
  2. Absen adalah hal yang mutlak
  3. Textbook, apa yang dia tulis dan katakan selalu mengacu pada buku yang dia pegang
  4. Killer
  5. Minim karya tulis
  6. Rajin di kampus

Sedangkan mereka yang masuk kategori dosen super saiya, mempunyai ciri-ciri berikut:

  1. Dermawan soal nilai
  2. Absen adalah prioritas kesekian
  3. Selalu asyik saat mengajar
  4. Mempunyai banyak karya
  5. Sangat sulit dicari

Ke-expert-an seorang dosen terlihat ketika dia berkomunikasi

Mempunyai selera humor baik, murah senyum, dan wajahnya selalu cerah, adalah beberapa ciri paling kasat mata dari dosen yang luar biasa. Dosen seperti itu lebih bisa menghargai perbedaan pendapat, dan terbuka pada hal-hal baru karena begitu luasnya ilmu yang dia miliki.

Pada akhirnya, dosen luar biasa hanya terdiri dari orang-orang yang berpikiran sangat luas. – malahayati.ac.id

Saat mengajar, pengalamannya benar-benar keluar secara natural, bukan hanya menjiplak dari buku yang dia bawa. Dia akan membahas buku ini dan buku itu di luar kepala, dan menyebutkan tokoh-tokoh hebat dengan begitu mudah dan detailnya.

Penyakit kronis dosen super saiya seperti itu hanya ada satu: sangat amat susah ditemui. Mengapa? Karena dia selalu keluar kampus, menghadiri banyak acara, dan lain sebagainya. Jadi kalau kamu mendapat dosen pembimbing skripsi seperti itu, kamu harus siap skripsimu selesai dalam waktu lama.

Memamerkan istilah-istilah entah berantah bukanlah solusi

Sedangkan dosen yang punya ilmu pas-pasan, akan cenderung berbicara keras, kasar, senang men-judge anak didik, dan merasa dirinya paling benar. Mengapa bisa begitu? Karena dia belum cukup pintar memilih kata dan kalimat yang pas saat menghadapi orang dengan tipe berbeda.

Sedangkan dosen biasa, cenderung tidak menghargai pendapat orang lain dan merasa dirinya adalah yang paling benar. – banjarwangi.com

Dia masih saja menggunakan istilah-istilah aneh seperti hermeneutika saat ngobrol dengan para petani, atau menyebutkan nama Josep Sacht Nietzsche saat harus berdiskusi tentang agama. Meskipun apa yang dia terangkan memang benar, namun dia salah dalam hal menyesuaikan diri.

Maka, akan sangat menyenangkan ketika kamu mendapat pesan seperti ini dari seorang dosen super saiya ketika ingin melakukan observasi ilmiah ke sebuah desa misalnya,

“Kamu kan anak kuliah, sedangkan lawan bicaramu di sana kebanyakan petani yang paling tinggi lulus SMA. Maka, sebaiknya kamu yang menyesuaikan bahasamu, bukan mereka yang dipaksa mengerti bahasamu. Mereka tidak akan mampu.”

Dosen luar biasa seperti itu mampu memahami segala kemungkinan perbedaan yang akan terjadi. Dia, mengajar karena ingin memahamkan dan membimbing, bukan sekadar memberi ilmu yang berujung pada nilai di atas kertas.

Cerita-cerita di atas hanyalah ilustrasi. Selebihnya, kamu sendiri yang bisa melihat dan memahami: Apakah dosenmu adalah seorang super saiya, atau biasa-biasa saja?

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

4 Kebiasaan Khas Indonesia yang Bisa Membantumu Jadi Orang Kaya

5 Alasan Kenapa Sinetron Indonesia Nggak Akan Pernah Bisa Menyamai Drama Korea