Kamu yang Ingin Menikah, Nih Tata Cara Pengurusan Dokumen Nikah yang Wajib Kamu Tau

Karena sebelum tanda tangan buku nikah, kamu harus tanda tangani surat-surat ini

Untukmu yang sedang menggebu-gebu ingin menikah. Cobalah lihat lagi apakah kamu sudah benar-benar siap untuk menikah. Karena pada dasarnya menikah bukanlah hal mudah yang sepele. Kalau kamu benar-benar mantap menuju pelaminan bersama kekasihmu, inilah saatnya kamu mengetahui dokumen apa saja yang harus disiapkan untuk menuju pernikahan. Jangan kira kamu hanya tinggal duduk dan tanda tangan buku nikah, tak sesederhana itu gengs.

(Via star-najla.blogspot.com)
(Via star-najla.blogspot.com)

Kalau melihat film-film pra nikah memang sepertinya mudah saja menyiapkan pernikahan, bahkan dalam waktu singkat. Faktanya susah-susah gampang. Banyak persyaratan dokumen yang harus kamu penuhi sebelum mengajukan permohonan nikah di KUA. Jangan sampai deh ya syarat ini malah bikin kamu males nikah. Nih Inovasee bagi-bagi info buat kamu yang udah ngebet nikah.

Udah tau kan mau nikah dimana? Fix-in dulu ya lokasinya

Hal pertama yang wajib dan harus kamu fix-in adalah lokasi pernikahanmu. Jangan sampai deh kamu ngurus surat dan dokumen lainnya kalau lokasi aja belum dapet dimana. Karena lokasi pernikahan ini nantinya juga menentukan KUA tempat kamu mendaftarkan pernikahan.

(Via balishukawedding.com)
(Via balishukawedding.com)

Kalau misalnya kamu dan pasangan berbeda daerah dan kecamatan, dokumen kamu akan sedikit ribet. Jika akad nikah dilangsungkan di tempat si calon mempelai wanita (sesuai KTP), maka si pria membutuhkan surat numpang nikah sesuai domisili si pria. Jika sebaliknya, maka si wanita yang harus mengurus surat numpang nikah. Kalau dua-duanya menikah di daerah lain yang tak sesuai domisili, maka keduanya harus mengurus surat tersebut di KUA kecamatan masng-masing.

Ini pentingnya menyiapkan pernikahan jauh-jauh hari

Jangan percaya sama sinetron-sinetron dengan adegan nikah dadakan dan berlangsung sukses. Nyatanya dari mulai pengurusan dokumen saja harus kamu lakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Beberapa orang menyarankan dokumen pernikahan harus disiapkan 6 bulan sebelumnya. Hal ini juga kalau kamu mau menikah di hari dan jam yang primetime, seperti Sabtu dan Minggu pukul 9-10 pagi. Singkatnya sih semakin cepat kamu mengurus dokumen, kamu tak perlu khawatir tak dapat penghulu.

(Via walimahan.com)
(Via walimahan.com)

Waktu persiapan ini sebenarnya disesuaikan juga dengan kesiapan calon mempelai. Namun batas minimal pengurusan surat-surat adalah sebulan sebelum pernikahan digelar. Bukankah lebih cepat lebih baik? Tergantung kamu sih mau nikah yang bagaimana. Kalau ingin pernikahan digelar dengan mewah otomatis waktu persiapan akan lebih lama. Tapi kalau konsep sederhana, dirasa waktu 2 bulan saja cukup. Apalagi kalau niat nikah di KUA, bisalah sebulan persiapan.

Jangan lupa siapkan dokumen berikut ini ya

Dibilang banyak sih lumayan, tapi kalau kamu kumpulkan tak sebanyak yang kamu bayangkan kok. Beda ya kalau kamu anggota ABRI/POLRI yang membutuhkan surat ijin dari komandan. Bersyukurlah kamu yang orang biasa saja ngga pakai ribet.

(Via seputarpernikahan.com)
(Via seputarpernikahan.com)

Untuk calon mempelai pria

    1. Mintalah surat pengantar untuk menikah dari RT/RW
    2. Datanglah ke kantor Kepala Desa / Lurah sesuai domisili di KTP untuk mendapatkan surat kehendak nikah model N1, N2, dan N4
    3. Jika calon istrimu berbeda kecamatan dan daerah, datanglah ke KUA di daerahmu untuk mendapatkan pengantar kehendak nikah atau surat numpang nikah
    4. Jika sudah lengkap, susun rapi dan serahkan pada pihak calon istri
5 Hal Penting Saat Mengurus Surat Nikah di KUA (Via thebridedept.com)
5 Hal Penting Saat Mengurus Surat Nikah di KUA (Via thebridedept.com)

Untuk calon mempelai wanita

  1. Surat pengantar nikah dari RT dan RW
  2. Datanglah ke kantor Kepala Desa / Lurah sesuai domisili di KTP untuk mendapatkan surat kehendak nikah model N1, N2, dan N4
  3. Nah setelah itu calon mempelai pria, wanita dan juga wali datang ke KUA tempat penikahan akan digelar dengan membawa berkas:
  • Fotokopi KTP calon pengantin dan wali, akta kelahiran atau ijazah, serta KK masing-masing saru lembar
  • Pas foto kedua calon pengantin dengan latar belakang biru ukuran 2×3 (2 lembar) dan 4×6 (satu lembar). Lebih baik jika membawa lebih banyak
  • Bila calon pengantin usianya kurang dari 21 tahun, lampirkan surat ijin orangtua (model N5)
  • Surat ijin kematian (model N6) untuk calon pengantin janda/ duda yang pasangannya meninggal dunia
  • Akta cerai jika janda/ duda karena bercerai
  • Untuk calon pengantin dibawah umur (19 untuk pria dan 16 untuk wanita) harus membawa dispensasi dari Pengadilan Agama
  • Nah kalau si calon pengantin ini anggota ABRI atau POLRI wajib ada surat izin dari atasan ya
  • Dispensasi dari camat bila pendaftaran nikah kurang dari 10 hari *makanya jangan dadakan*
  • Jika wali nikahmu bukan ayah kandung atau satu alamat denganmu, lampirkan surat keterangan wali dari kelurahan ya
  • Fotokopi akta kematian ayah bila sudah meninggal
  • Fotokopi sertifikat khusus pra nikah
  • Fotokopi imunisasi TT
  • Untuk yang ingin poligami, dapetin dulu surat izin dari Pengadilan Agama

Langkah terakhir cukup simpan rapi semua dokumen yang sudah kamu kumpulkan untuk mendapat surat nikah dan buku nikah saat akad di hari H. Pastikan juga agar penghulu tak terlambat ya. Minta saja nomor telfonnya agar mudah dihubungi nantinya.

Udah tau kan sekarang kalau nikah tak sekedar tanda tangan buku nikah saja. Walaupun ribet, kalau kamu jalani dengan suka hati tak akan terasa kok. Apalagi jika dilakukan bareng pasangan *uhuk*. Semangat ya, semoga pernikahanmu sukses dunia akhirat, aamiin 🙂

Written by Erinda

"You can if you think you can"

One Comment

Leave a Reply

One Ping

  1. Pingback:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *