Diundang Bermain Untuk Timnas Menolak, Pemain Muda Indonesia Ini Justru Bermain Untuk Tim Qatar

Jangan berfikir apa yang telah bangsa ini berikan padamu, tapi apa yang telah kamu berikan untuk bangsa ini.

Bagi pecinta sepakbola Indonesia, nama Andri Syaputra tentu tidak asing ditelinga. Pemain sepakbola berusia 17 tahun ini beberapa waktu lalu sempat menghebohkan jagat sepakbola Indonesia, pasalnya pemain muda kelahiran 29 Juni 1999 ini menolak panggilan PSSI untuk bergabung dengan timnas Indonesia U-19.

Andri Syaputra bersama klubnya di Qatar (bolalob.com)

Alasan yang diutarakan Andri menolak bergabung dengan timnas Indonesia U-19, ialah persoalan pendidikan Andri di Qatar yang tidak bisa ditinggalkan. Mendengar alasan tersebut, PSSI sebagai pemangku utama kebijakan sepakbola Indonesia pun telah memakluminya.

Reaksi Menpora atas penolakan Andri bergabung dengan timnas Indonesia U-19

Kabar penolakan bergabungnya Andri ke timnas Indonesia U-19 pun sampai ke telinga Kementrian Pemuda dan Olahraga. Namun sikap yang ditunjukkan pihak Kemenpora berbeda dengan PSSI. Kemenpora terlihat lebih kecewa dengan sikap yang dilakukan oleh Andri, atas penolakannya untuk membela tim tanah airnya sendiri.

Aksi Andi saat bermain untuk klubnya (indonesiantalent.blogspot.co.id)

Bahkan Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto, menyarankan kepada PSSI untuk  mem-blacklist pemain Indonesia yang menolak untuk membela timnas Indonesia. Ucapan itu ditujukan kepada para pemain Indonesia pada umumnya, dan kepada pihak Andri khususnya.

Andri bermain membela Timnas Qatar U-19 pada laga melawan Inggris

Saat kekecewaan para pecinta sepakbola belum sembuh, akibat pemain bertalenta muda Indonesia menolak bergabung dengan Timnas, kini pecinta sepakbola Indonesia harus kembali menelan pil pahit, setelah tahu Andri bergabung dengan timnas Qatar U-19 pada laga persahabatan kontra Inggris, 27 Maret lalu.

Penampilan Andri Syaputra saat Qatar melawan Inggris (performgroup.com)

Pada laga uji coba Qatar U-19 melawan Inggris U-19, Andri memang masuk bermain sebagai punggawa timnas Qatar. Meskipun pada laga tersebut, Andri bermain kurang cukup bagus, sehingga Qatar harus mengakui keunggulan timnas Inggris dengan skor telak 4-0.

Reaksi pecinta sepakbola Indonesia dengan bergabungnya Andri bersama timnas Qatar

Mendengar Andri Syaputra bermain membela timnas Qatar pada laga internasional, sontak membuat para pecinta sepakbola tanah air merasa “marah” dengan sikap Andri tersebut. Terlebih dengan pernyataan Sesmenpora yang hendak  mem-blacklist Andri di daftar PSSI, secara tidak langsung pernyataan tersebut memojokan Andri.

Kemarahan pecinta sepakbola Indonesia dengan melabeli Andri sebagai penghianat (youtube.com)

Tidak lama dari mencuatnya kabar bergabungnya Andri bersama timnas Qatar, hujatan dan makian kepada Andri pun ramai menjadi perbincangan netizen. Bahkan tidak sedikit netizen yang menganggap Andri sebagai penghianat bangsa.

Pernyataan PSSI, dan nasib status kewarganegaraan Andri Syaputra

Melihat semakin banyaknya haters yang menyerang Andri di dunia maya, PSSI lalu merespon kejadian ini, bahkan Kemenpora langsung menghubungi kedutaan besar Indonesia di Qatar. Menyikapi hal ini, PSSI lebih bersikap profesional. Menurutnya pilihan yang diambil Andri Syaputra sebagai pemain sepakbola, merupakan hak dia sepenuhnya. Jadi pihak lain tidak bisa memaksakan pemain sepakbola untuk harus main di salah satu tim.

PSSI: pilihan Andri merupakan hak Andri sepenuhnya (Foto: Agus Sudarmanto for Rakyat Aceh)

Adapun status kewarganegaraan Andri masih menjadi warga negara Indonesia seutuhnya. Keikutsertaan Andri bergabung dengan timnas Qatar merupakan bentuk “penghargaan” dari pemerintah Qatar, atas talenta yang dimiliki oleh seorang Andri.

Meskipun demikian, Kemenpora tidak mau hanya berharap kepada Andri, sebab pihaknya meyakini jika masih banyak anak bangsa di pelosok negeri yang memiliki bakat tidak kalah dari Andri, bahkan lebih hebat.

Andri Syaputra menerima penghargaan saat klubnya menjadi juara turnamen di Qatar (arah.com)

Dari kejadian ini, kita bisa mengambil pelajaran jika setinggi apapun prestasi kita, segemilang apapun bakat kita, namun kita harus selalu ingat kepada tanah air, tempat dimana Tuhan menitipkan kita di bumi. Alangkah lebih baiknya jika kita memberikan hal yang terbaik untuk tanah air kita sendiri.

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Tak Perlu Berlebihan, Membanggakan Prestasi Anak Juga Bisa Berdampak Buruk

Untukmu yang Baru Menikah, Berikut Ini 6 Prioritas Keuangan yang Harus Kamu Siapkan Secara Berurutan