Ada Larangan Memakai Cadar di Denmark, Desainer Ini Lakukan Protes Unik di Ajang Fashion Show

Aksinya viral dan menuai banyak pujian

Sejak 1 Agustus 2018 kemarin, Pemerintah Denmark resmi melarang pemakaian cadar dan burka di negaranya. AKibat kebijakan itu, gelombang protes pun bermunculan, termasuk salah satunya dari seorang desainer busana bernama Reza Etamadi.

Desainer kelahiran Iran itu bahkan menunjukkan sikap protesnya dengan cara yang unik dan tak terduga: ia menjadikan panggung Copenhagen Fashion Week sebagai tempat untuk memamerkan model-model bercadar dan memakai burka karya koleksi terbarunya dari label MUF10 pada hari Rabu (8/8/20188).

Pria inilah yang merancang pameran busana serba burka dan niqab untuk protes pada pemerintah Denmark (euroman.dk)

Menurut Reza, apa yang ia lakukan adalah sebagai wujud mendukung kebebasan wanita untuk berekspresi dalam berbicara, berpikir, maupun memilih busananya. Apalagi, banyak negara Barat amat menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Momen haru terasa saat model dengan burka memeluk model berpakaian poisi (reuters)

Dalam ajang Copenhagen Fashion Week itu, tampak sejumah model melenggang dengan pakaian serba hitam, menggunakan cadar, dan ada pua yang memakai hijab dengan busana perpaduan warna beige dan putih. Uniknya lagi, hadir pula model berpakaian polisi guna menggambarkan demonstrasi yang dilakukan oleh para wanita untuk menentang kebijakan kontroversial itu.

Unik, Reza mengatur panggung sedemikian rupa untuk menyuarakan protesnya (reuters)

Di atas panggung, Reza juga menempatkan karangan bunga beserta sebuah sepeda motor lengkap dengan dua orang model yang duduk di lantai sambil mengenakan masker dan tangannya terikat. Akibat pagelaran busana ini, karya Reza pun jadi viral dan dipuji banyak orang karena dianggap berani menyuarakan isu sensitif dan kontroversial.

Denmark menyusul sejumlah negara Eropa untuk melarang penggunaan burka di tempat umum (liputan6)

Sejak ditetapkan undang-undang tentang pelarangan penggunaan burqa dan niqab di tempat umum, Pemerintah Denmark memberikan sanksi berupa denda 1.000 Kronor (Rp2,1 juta). Itu hanya berlaku untuk pelanggaran pertama. Jika dilakukan berulang kali, maka denda bisa mencapai 10 ribu Kronor (Rp21,5 juta).

Tidak hanya Denmark yang diketahui telah melarang peggunaan burka dan niqab di tempat umum, karena sejumlah negara Eropa lain macam Prancis, Austria dan Belgia juga menerapkan hal serupa. Apakah dengan adanya aksi unik dari Reza Etamadi akan mendorong pergerakan yang sama di negara-negara tersebut?

Kita nantikan saja.

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *