Inilah Dampak Negatif Jika Anak-anakmu Dibesarkan dari Asuhan Babby Sitter

Sebab asuhan terbaik ialah dari orang tua kandungnya…

Di zaman yang sudah maju seperti saat ini, peran perempuan tidak hanya lagi seputar mengurus persoalan rumah tangga. Namun kini perempuan sudah memiliki peran yang sama dalam persoalan pekerjaan. Jadi tidak heran jika sekarang banyak perempuan yang menjadi wanita karir, bahkan posisinya bisa lebih tinggi dari laki-laki.

Baca juga : Dibanding Pria, Wanita Butuh Lebih Banyak Me Time, Sebenarnya

Banyak perempuan saat ini yang memilih menjadi wanita karir (curhatbidan.com)

Banyaknya perempuan yang memilih bekerja di luar rumah, menjadikan pekerjaan di rumah mau tidak mau harus dibantu dengan orang lain, termasuk dalam mengurus anak-anaknya. Biasanya untuk membantu mengasuh anak, orang tua yang sibuk bekerja menggunakan jasa Babby Sitter.

Menggunakan jasa babby sitter memang sangat membantu bagi orang tua yang sibuk bekerja di luar rumah. Sebab kehadiran babby sitter tentu akan sedikit menggantikan peran orang tua, untuk mengurusi anaknya. Namun ada dampak yang kurang baik terhadap perkembangan anak jika sang anak sepenuhnya diasuh oleh seorang babby sitter. Apa sajakah dampak negatif tersebut?

Hubungan anak dan orang tua akan sedikit renggang

Kedekatan hubungan antara orang tua dan anak dipengaruhi oleh seberapa sering mereka bertemu, berinteraksi, berkomunikasi dan menghabiskan waktu bersama. Jika intensitas pertemuan dan komunikasi mereka rendah, maka hampir bisa dipastikan hubungan antara orang tua dan anak pun tidak begitu dekat.

Kesibukan orang tua akan mempengaruhi hubungannya dengan anak (liputan6.com)

Saat anak diasuh oleh babby sitter, itu artinya pertemuan, komunikasi, dan interaksi antara orang tua dan anak akan berkurang. Sebab apa saja yang seharusnya dilakukan oleh orang tua kepada anaknya, telah digantikan perannya oleh babby sitter.

Anak lebih dekat dengan babby sitter-nya daripada dengan orang tuanya

Dengan intensitas interaksi dan komunikasi yang rendah dengan orang tua, hubungan anak dan orang tua akan semakin merenggang. Pada posisi seperti itu, biasanya si anak akan mencari sosok lain untuk bermanja ria, atau sekedar mencari kenyamanan, perhatian, dan kasih sayang, sebagai sosok yang “menggantikan” orang tuanya.

Karena anak selalu banyak menghabiskan waktu dengan babby sitter-nya, maka kedekatan anak dan pengasuhnya tersebut bisa sangat erat. Bahkan bisa jadi hubungan mereka lebih dekat daripada hubungan si anak dengan orang tua kandungnya.

Anak lebih dekat dengan pengasuhnya (tribunnews.com)

Mungkin kamu sering melihat bagaimana seorang artis saat anaknya menangis, justru si anak meminta digendong oleh babby sitter-nya. Itu artinya saat dalam keadaan sedih, marah, takut, ataupun emosi anak yang sedang tidak stabil, ia akan lebih nyaman dengan babby sitter-nya, daripada dengan orang tua kandungnya.

Jika anak sudah besar dan ia mengetahui jika kedekatannya dengan orang tuanya tidak begitu baik, maka hal ini akan berdampak pada psikologi dan kepribadian sang anak. Terlebih jika dia mulai membandingkan dengan teman-temannya yang terlihat begitu dekat dengan orang tuanya, sedangkan dia tidak. Bisa jadi emosi anak akan terganggu bahkan pada kasus tertentu anak akan merasa kecewa menjadi bagian dari keluarganya.

Perkembangan kecerdasan dan perilaku anak akan menirukan pengasuhnya

Fase anak-anak merupakan fase mendapatkan pengetahuan dari proses imitasi atau menirukan. Artinya anak akan cenderung melakukan apa yang ia lihat. Dalam persoalan perilaku, anak juga akan menirukan perilaku orang dewasa yang dekat dengannya. Dalam hal ini yang paling dekat dengan anak ialah babby sitter-nya.

Jika saja perilaku pengasuhnya itu baik, itu tidak masalah. Namun jika perilaku pengasuhnya itu kurang baik, seperti suka marah-marah, suka berkata kasar, atau perliaku kurang baik lainnya, tentu anak sangat memiliki peluang untuk menirukannya.

Perilaku anak akan menirukan pengasuhnya (parenting.co.id)

Soal perkembangan kecerdasan juga akan dipengaruhi oleh orang terdekat anak. Itulah kenapa ibu disebut juga sebagai sekolah pertama anak, karena ia yang paling berpengaruh di awal perkembangan kecerdasannya.

Namun jika peran ibu dalam soal perkembangan kecerdasan anak digantikan oleh babby sitter-nya, maka kecerdasan anak akan dibentuk sesuai versi dan kapasitas pengasuhnya.

Memilih menggunakan jasa babby sitter untuk mengasuh anak memang sangat membantu orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya. Namun jangan sampai korbankan hubunganmu dengan anak hanya karena persoalan pekerjaan. Jika terpaksa menggunakan babby sitter, pilihlah yang terbaik, baik dalam perilaku, karakter, maupun kecerdasan dan wawasannya.

 

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

Tahu Istrinya Akan Buta, Kakek Ini Ikut Kursus Make Up Untuk Membantu Berdandan

Nggak Cuma Indonesia, Bahasa Jawa Juga Digunakan 6 Negara Ini Untuk Percakapan Sehari-hari