Benarkah Media Sosial Membuat Penggunanya Bersosial, Atau Justru Kesepian?

Media sosial menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.

Hampir setiap orang kini menggunakan media sosial, baik itu facebook, instagram, twitter, snapchat maupun tumblr. Bahkan data yang dilansir Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mengatakan jika sepanjang tahun 2016 penggunaan internet khususnya media sosial naik drastis. Setidaknya 132,7 juta orang Indonesia telah menggunakan internet. Angka tersebut sangat tinggi, mengingat jumlah penduduk Indonesia saja saat ini  sebanyak 256,2 juta jiwa.

Perkembangan pengguna internet di Indonesia selalu mengalami pertumbuhan yang drastis, Lebih dari separuh penduduk Indonesia menggunakan Internet sehari-hari (inilah.com)

Banyaknya pengguna media sosial di Indonesia ternyata mendatangkan dampak sosial yang sangat signifikan. Adanya trend apatis, dan individualis terhadap keadaan sekitar, disinyalir merupakan salah satu dampak dari media sosial. Selain itu, media sosial juga tidak hanya berdampak pada kondisi sosial masyarakat, namun juga berdampak pada individu.

Individu yang keseringan menggunakan media sosial terbukti banyak mengalami persoalan secara psikis, hal yang paling terasa ialah timbulnya rasa kesepian. Alih-alih media sosial dijadikan media bersosial justru menjadikan penggunanya merasa kesepian.

Alih-alih menjadi media bersosialisasi, pengguna media sosial justru lebih banyak merasa kesepian dan merasa terisolasi dari lingkungan sosialnya (jalantikus.com)

Hasil penelitian yang dilakukan University of Pittsburgh, penelitian yang melibatkan 1787 orang berusia antara 19 sampai 32 tahun yang aktif menggunakan media sosial menyebutkan, jika mereka yang aktif membuka media sosial lebih dari  58 kali seminggu ternyata tiga kali lebih mudah mengalami depresi dan kesepian.

Dari data yang didapatkan University of Pittsburgh mengungkapkan, jika semakin sering orang menggunakan media sosial, maka rasa terisolasi akan semakin tinggi. Hal itu mengindikasikan jika media sosial memunculkan dampak tersendiri, baik untuk individu maupun dampak sosial.

Penelitian yang dilakukan University of Pittsburgh mengatakan orang yang aktif menggunakan media sosial, tiga kali lebih mudah merasa kesepian (Pexels.com)

Penggunaan media sosial memang membutuhkan waktu tersendiri, bahkan biasanya pengguna media sosial tidak terasa sudah menghabiskan waktu berjam-jam. Hal inilah yang kemudian mengurangi waktu untuk berinteraksi dan bersosialisasi di dunia nyata. Bahkan lebih parahnya, meskipun kita secara fisik kita sedang berkumpul dengan teman-teman, namun fikiran dan konsentrasi kita tidak ada di tempat tersebut, kita justru asik berselancar di dunia maya.

Hal yang demikianlah yang memunculkan anekdot, jika media sosial menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Mungkin kamu pernah mengalami hal demikian, ketika bersama-sama menjanjikan nongkrong bareng kawan-kawan lama, ternyata pas kumpul kita asik dengan smartphone masing-masing.

Ngumpulin teman lama susahnya setengah mati karena pada sibuk, eh pas bisa kumpul malah pada asik sendiri-sendiri dengan smartphone nya (youtube.com)

Dengan adanya media sosial, seharusnya kita lebih mudah dalam bersosial, baik dengan menggunakan media sosial maupun bersosial di dunia nyata.

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Amin Aulawi (Aw)

Amin Aulawi (Aw)

Penikmat Dunia, Perindu Surga,

5 Alasan Kenapa Lagu Korea Banyak Digemari Meskipun Kamu Nggak Tau Artinya

4 Kebenaran Menikah yang Nggak Pernah Kamu Dengar Dari Mereka yang Sudah Menikah