Woww!!! Dalam Satu Tahun Bayi yang Lahir di Indonesia, Sama dengan Jumlah Penduduk Singapura

Mari sukseskan dua anak cukup.

303
SHARES

Kadang kita dilema, apakah harus bangga atau khawatir dengan kondisi bangsa kita, khususnya di lini pertumbuhan penduduk bangsa ini. Sampai detik ini Indonesia masih bertengger di urutan keempat sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, yaitu 3.45% dari jumlah penduduk dunia.

Dengan jumlah penduduk kurang lebih 256 Juta Jiwa, Indonesia menjadi negara terpadat di dunia (vebma.com)

Mungkin sampai saat ini kita masih tidak begitu memperhitungkan dampak dari laju pertumbuhan penduduk di Indonesia yang begitu tinggi. Namun, suatu saat nanti bangsa kita akan mengalami over capacity, dampaknya? Bisa jadi kemiskinan dimana-mana, kelaparan, pengangguran merajalela, dan kerusuhan bisa sangat mudah terjadi.

Jumlah bayi yang lahir di Indonesia setiap tahunnya sama dengan penduduk Singapura.

Kabar mencengangkan justru muncul dari data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), pada tahun 2015 silam. Menurut Surya Chandra Surapaty, kepala BKKBN, pihaknya mengantongi data pertumbuhan penduduk di Indonesia yang cukup tinggi. Tercatat pertumbuhan penduduk setiap tahunnya mencapai 1,14 % dari jumlah seluruh penduduk di Indonesia.

Setiap tahunnya terdapat 10.000 bayi yang baru lahir di Indonesia (voanews.com)

Bahkan, menurut data yang dihimpun Kementrian Kordinator Kesejahteraan Rakyat pada tahun 2011 setiap harinya terdapat 10.000 bayi yang baru lahir di Indonesia. Artinya dalam satu tahun terdapat 3.650.000 bayi yang lahir di Indonesia. Hal ini setara dengan jumlah penduduk Singapura yang tidak lebih dari 4 Jutaan kala itu.

Minimnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi dan kesaaran ikut KB

Tingginya angka kelahiran di Indonesia tentu tidak terlepas dari minimnya penggunaan alat kontrasepsi di kalangan masyarakat kita. Banyak yang belum menganggap penting akan penggunaan alat kontrasepsi.

Menurunnya kesadaran masyarakat terkait penggunaan alat kontrasepsi dan KB menjadi salah satu faktor tingginya angka kelahiran di Indonesia (reps-id.com)

Selain itu, mulai berkurangnya masyarakat terhadap kesadaran mengkiuti program keluarga berencana menjadi faktor penguat banyaknya angka kelahiran di Indonesia. Program KB pernah mengalami kesuksesan di era akhir 90an sampai awal 2000an. Namun seiring menurunnya kampanye dari pemerintah, menurun pula minat masyarakat mengikuti program KB.

Kepercayaan masyarakat banyak anak semakin banyak rejeki

Selain minimnya kesadaran masyarakat terhadap program KB dan penggunaan alat kontrasepsi, faktor penyebab tingginya angka kelahiran di masyarakat kita juga dipengaruhi kepercayaan masyarakat yang mengatakan jika semakin banyak anak maka semakin banyak rejeki. Memang itu benar adanya, karena setiap anak memiliki garis rejekinya masing-masing.

Masih percaya banyak anak banyak rejeki? (foto2unik.blogspot.co.id)

Namun angka kelahiran yang tinggi yang tidak dibarengi dengan peningkatan sumber daya manusia, justru akan membawa persoalan serius bagi bangsa Indonesia sendiri. Masyarakat kita akan semakin tertinggal dari masyarakat global, akibatnya kondisi bangsa semakin terpuruk.

Semakin banyaknya pernikahan usia dini

Terakhir yang tidak kalah memprihatinkan, ialah persoalan pernikahan di usia dini yang secara tidak langsung menjadi salah satu faktor tingginya angka kelahiran di Indonesia. Penelitian yang dilakukan Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) di Jawa dan Bali, mendapatkan data yang mengejutkan.

Nikah usia muda boleh, tapi nikah usia dini jangan!!! (imcnews.id)

Data yang dihimpun ISI menempatkan Jawa Barat di posisi pertama sebagai daerah dengan tingkat nikah dini tertinggi. Setidaknya dari 1.000 penduduk di Jawa Barat rentan usia 15 sampai 19 tahun, 126 diantaranya sudah melahirkan dan kawin usia dini.

Melihat fenomena seperti itu, sepatutnya kita para kaum muda bisa melakukan kesadaran terhadap masyarakat terkait persoalan yang bisa ditimbulkan akibat tingginya angka kelahiran di negara ini.

 

303
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penikmat Dunia, Perindu Surga,