Mengenal Perbedaan Colokan dan Besaran Listrik di Berbagai Negara

Biar kamu lebih siap kalau mau bepergian ke luar negeri

Kemajuan zaman membuat hidup kita amat tergantung pada listrik. Pasalnya, banyak sekali alat-alat penunjang kehidupan yang membutuhkan aliran listrik untuk mengoperasikannya. Nggak heran kalau akhirnya kita sering merasa mati gaya setiap kali terjadi pemadaman listrik meski ada berbagai hal lain yang bisa kita lakukan tanpa bantuan listrik.

Untuk itu, persoalan listrik adalah salah satu hal yang harus kamu perhatikan jika berencana untuk bepergian ke luar negeri. Hal ini dikarenakan listrik pada tiap negara bisa saja memiliki besaran yang berbeda (arus, tegangan dan frekuensi), sehingga berbeda pula jenis port stop kontak atau colokan listriknya. So, yuk kita cari tahu bersama jenis-jenisnya!

Perbedaan besaran listrik

Perbedaan tentang besaran listrik perlu untuk kita ketahui saat akan mengunjungi negara lain, apalagi jika ternyata negara tujuan kita memiliki besaran yang berbeda dari standar di Indonesia. Setidaknya ada empat besaran listrik yang digunakan, jadi pastikan kamu mengetahuinya agar tidak terjadi masalah pada perangkat elektronikmu.

Peta global voltase – electricsmith.wordpress.com

Sebagai contoh, sebuah perangkat elektronik 120-volt  yang dirancang untuk penggunaan di Amerika Utara atau Jepang akan mengakibatkan munculnya percikan kembang api  – lengkap dengan bunga api dan asap – jika dipasang ke soket Eropa. Alhasil, selain tak bisa digunakan, perangkat elektronikmu bisa jadi malah rusak. Untuk itu, kamu bisa berpegangan pada peta global voltase di atas.

Jenis-jenis colokan listrik

1. Indonesia

Colokan dan stop kontak di Indonesia. Pada gambar adalah Tipe C – bintangtop.com

Di Indonesia, kita mengenal besaran listrik 220 V dengan frekuensi 50 Hz. Jenis colokan listrik dan stop kontak yang umum digunakan adalah tipe C/F.

2. Arab Saudi

Colokan tipe B – worldstandards.eu

Buat kamu yang berencana melakukan ibadah umrah ataupun haji di Arab Saudi, maka kamu perlu mengetahui bahwa di negara itu tegangan listriknya berada di angka 127 V / 220 V dengan frekuensi 60 Hz. Colokan dan stop kontak yang digunakan bertipe A/B/C/G.

3. Amerika Serikat

Colokan tipe A – worldstandards.eu

Berbeda dengan Indonesia yang bertegangan 220 V, negeri Paman Sam memilih untuk memakai tegangan 120 V dengan frekuensi 60 Hz. Sedangkan untuk jenis colokan dan stop kontaknya model A/B/C.

4. China

Colokan tipe I – worldstandards.eu

China memiliki besaran dan frekuensi listrik yang sama dengan Indonesia, yakni 220 V dan 50 Hz. Sedangkan colokan listrik yang digunakan bertipe A/C/I.

5. Italia

Colokan tipe L – worldstandards.eu

Italia dikenal menggunakan colokan tipe C/F/L dengan stop kontak bermodel F/L. Sedangkan untuk besaran listriknya berada pada tegangan 230 V dengan frekuensi 50 Hz.

Itulah beberapa jenis colokan dan stop kontak listrik beserta besarannya di berbagai negara. Pastikan kamu mengetahuinya terlebih dahulu sebelum berangkat ke negara tujuan ya!

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Terkuak, Misteri Huruf N Pada Permen Karet YOSAN yang Konon Tidak Pernah Ada

Pasangan dengan Kombinasi Golongan Darah Ini Adalah yang Terbaik dan Teromantis