Seperti Selera, Cinta Pun Tak Akan Pernah Bisa Dipaksa

Mungkin bisa, tapi siap-siap saja sakit hati dan kecewa

1.1k
SHARES

Mau dimulai dari mana pun, membahas cinta memang tidak akan ada habisnya. Saking panjang dan rumitnya kisah cinta yang dijalani, perasaan ini sering sekali menghadirkan dampak-dampak pelik dalam kehidupan seseorang. Cinta memang terlihat sederhana, namun siapa sangka kalau di dalamnya terdapat begitu banyak hal yang bisa membuat siapa pun sakit, merana, dan kecewa.


Hanya karena cinta, siapa pun bisa sakit hati, merana, dan kecewa. | pexels.com

Dan kalau memang harus membicarakan cinta, pasti tidak akan pernah bisa lepas dari istilah mencintai dan dicintai. Kedua hal ini mutlak harus ada dalam hubungan cinta mana pun agar yang dirasakan kedua pasangan adalah perasaan bahagia. Maka, seperti halnya selera, cinta pun tidak bisa dipaksa. Agar bahagia, kita tidak bisa memaksakan diri untuk mencintai, atau pun dicintai.

Cinta yang memilukan

Pernahkah kamu mengalami masa dimana seseorang mengungkapkan perasaan padamu, namun dari lubuk hati yang paling dalam kamu tidak punya perasaan yang sama, atau sebaliknya? Hal-hal seperti inilah yang bisa menimbulkan sakit dan patah hati hingga kamu atau dia seperti tidak mau menerima kenyataan yang memang terjadi.

Meski begitu, maukah kamu dipaksa untuk menerima perasaan yang tidak sesuai dengan kata hati? Tentu saja tidak, kan?

Maukah kamu dipaksa untuk menerima perasaan yang tidak sesuai dengan kata hati? | pexels.com

Contoh memilukan lain dari cinta adalah ketika kamu sudah bertahun-tahun menjalani hubungan dengan seseorang, sudah setia, sudah sabar, namun tiba-tiba harus putus di tengah jalan. Entah karena keegoan salah satu pihak yang tidak mau mengalah, perbedaan pandangan, atau hadirnya orang ketiga, perasaan yang sudah dipupuk lama itu mau tak mau harus kamu buang begitu saja.

Yang harus dihindari dari cinta

Dua contoh di atas sudah cukup untuk membuktikan bahwa cinta memang tidak bisa dipaksakan. Untuk apa memperjuangkan sendiri sesuatu yang harusnya dilakukan bersama-sama? Untuk apa tetap bersama kalau memang tidak ada cinta? Dan untuk apa memaksakan diri kalau menjalani hidup sendiri-sendiri adalah jalan terbaik? Ingat, tidak ada yang bisa mengerti kamu melebihi dirimu sendiri.

Tidak ada yang bisa memahami kamu melebihi kamu sendiri. | pexels.com

Dan ingat sekali lagi, cinta tidak bisa dipaksa bagaimana pun caranya, seperti apapun keadaannya. Kalau mau jujur, sebenarnya cinta bisa dipaksakan, namun yang terjadi kemudian adalah timbulnya sakit hati dan rasa kecewa yang mendalam. Bukankah dua hal itu yang ingin kamu hindari dari perasaan cinta dan hubunganmu bersama pasangan?

1.1k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."