Dalam Hubungan, Cewek Memang Tak Seharusnya Mendominasi. Ini Alasannya

Mengapa ya?

Dominasi dalam hubungan cinta memang sudah biasa terjadi. Entah itu pacaran atau bahkan dalam rumah tangga. Banyak yang menganggap dominasi itu wajar, tapi tak sedikit juga yang mengatakan kalau adanya dominasi justru pertanda kalau hubungan tersebut tidak sehat. Apalagi jika yang mendominasi adalah cewek.

Cewek mendominasi (lifehack.org)

Ada banyak sekali faktor mengapa wanita akhirnya mendominasi hubungan. Misalnya saja karena si pria terlalu sering mengalah, pernah berbuat suatu kesalahan dan merasa bersalah dalam waktu yang lama, atau karena anggapan bahwa wanita itu makhluk lemah yang harus dilindungi. Bisa juga dominasi terjadi karena faktor materi, contohnya si wanita lebih mapan daripada pria sehingga mempengaruhi sikap dan tindakannya.

Namun apapun faktor yang menjadi penyebab, bukankah seharusnya cewek tidak mendominasi hubungan? Ada beberapa alasan mengapa dominasi tak harus terjadi.

Kembali kepada kodrat, pria adalah pemimpin namun wanita membantu mengambil keputusan

Di zaman yang serba modern seperti sekarang, pun dengan adanya emansipasi wanita yang ramai dibicarakan, laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama. Munculnya kaum feminis di beberapa belahan dunia juga mendorong bahwa wanita berkedudukan sama dengan pria.

Kembali kepada kodrat, pria adalah pemimpin namun wanita membantu mengambil keputusan (theunn.com)

Namun jika dikembalikan kepada kodrat masing-masing, wanita tetap berada di bawah pria yang bertugas sebagai pemimpin. Namun bukan berarti pria yang harus mendominasi atau mengambil alih semua kendali dalam sebuah hubungan. Ada baiknya semua keputusan diambil secara bersama-sama dengan mempertimbangkan pemikiran dan pemahaman masing-masing.

Wanita ikut menyumbang suara, memberikan pemikiran atau pilihan tapi laki-laki yang nantinya mengambil keputusan secara bijak. Apalagi dalam rumah tangga dimana semua keputusan tak boleh diambil secara sepihak.

Adanya dominasi justru tanda hubungan yang tidak sehat?

Pada dasarnya, sebuah hubungan yang sehat dan baik membutuhkan kerjasama antara laki-laki dan perempuan dalam hal apapun. Kerjasama ini bisa tercapai jika masing-masing bersikap wajar dan sepantasnya pada pasangan. Hubungan dominasi pun tidak akan terjadi jika keduanya bisa komunikasi dengan baik dan saling menghargai.

Adanya dominasi justru tanda hubungan yang tidak sehat (greatist.com)

Semua keputusan yang diambil berdasarkan pemahaman yang sama, bukan karena kemauan sendiri, egois apalagi karena pemikiran yang didasarkan satu sudut pandang. Adanya dominasi justru jadi tanda kalau tak ada rasa saling menghargai, komunikasi yang tidak lancar, hingga merasa dirinya paling benar sendiri.

Daripada dominasi, lebih baik saling kerjasama

Pada poin di atas sudah dijelaskan bahwa sebuah hubungan akan jauh lebih baik jika pria dan wanita bisa saling kerja sama, bukannya mendominasi. Cobalah untuk komunikasi dalam segala hal, berusaha diskusikan dengan pasangan jika ada hal-hal yang dirasa penting untuk mengambil keputusan bersama. Kerjasama yang baik dan saling menghargai akan mewujudkan hubungan yang sehat dan bahagia.

Daripada dominasi, lebih baik saling kerjasama (rd.com)

Jika kamu masih saja ingin mengatur pasangan, merasa pandangan dan sikapmu paling benar, dan seringkali jadi kesal karena pasangan tak bertindak dan berpikir sesuai harapan kamu? Hati-hati, sikap tersebut sudah masuk dalam kategori mendominasi. Mulailah belajar untuk saling kerjasama ya!

 

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *