5 Cemilan Kekinian yang Ternyata Bahaya untuk Kesehatanmu

Jangan tertipu kelezatannya, karena ada efek buruk yang mengintai setelahnya

Belakangan ini, kita menemukan ada banyak cemilan atau kuliner dengan gaya kekinian yang selalu booming dan ramai dicoba banyak orang. Cemilan kekinian itu biasanya praktis disantap, tampilannya menarik, serta rasanya enak.

Namun tahukah kamu kalau ada beberapa cemilan kekinian yang ternyata tidak baik untuk kesehatan?

1. Es kepal Milo

Kuliner yang satu ini meman tengah jadi perbincangan di mana-mana. Sejak awal kemunculannya di Indonesia pada bulan April lalu, kian banyak gerai-gerai yang menjajakan es kepal Milo sebagai menu utamanya. Meski lezat, sayangnya kuliner yang satu ini tidak sehat bagi tubuh.

Bahaya es kepal milo (instagram.com/@jogjafooddestinations)

Penyebabnya, di dalam es kepal milo banyak sekali kandungan gula dan kalori yang berlebih. Mengonsumsi gula, garam dan lemak berlebih dapat memicu penyakit degeneratif macam  obesitas dan diabetes.

2. Cheese tart

Cheese tart, lezat namun punya efek buruk bagi tubuh (8days.sg)

Booming-nya cemilan berbahan keju membuat cheese tart jadi salah satu cemilan yang cukup laris diserbu peminatnya. Namun karena memiliki kandungan gula dan lemak yang sangat tinggi, kamu tidak dianjurkan untuk menyantap cheese tart terlalu sering. Belum lagi, seporsi cheese tart punya sekitar 225 kalori dan 15,6 gram lemak.

3. Thai tea atau teh tarik

Salah satu contoh produk Thai Tea yang sudah dikemas khusus (feastit.blogspot.co.id)

Meski menyegarkan jika kita mengonsumsi es teh tarik atau Thai tea pada siang hari yang terik, namun ternyata minuman yang prinsip dasarnya memadukan teh dengan susu justru tidak baik karena akan mengganggu aktivitas antioksidan catechin yang terkandung pada teh. Meski susu dan teh sama-sama punya manfaat baik, mencampurkannya justru menghilangkan khasiat utama yang ada padanya.

4. Pisang nugget

Pisang lebih sehat disantap segar atau menjadi bagian dari adonan kue (youtube)

Pisang selalu menarik untuk diolah menjadi beragam cemilan kreasi baru, termasuk pisang nugget. Namun sayangnya, kandungan baik dalam pisang ternyata beresiko menjadi buruk jika diolah dengan cara digoreng karena bisa menghilangkan kandungan nutrisi dan meningkatkan kadar lemak trans.

Kalau tidak ingin terkena penyakit kolesterol tinggi, obesitas, diabetes, penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, lebih baik santaplah pisang dengan cara lain seperti dibuat menjadi jus atau smoothie, dicampur dengan oatmeal, atau menjadi tambahan adonan kue bolu.

5. Kol goreng

Makanan yang satu ini sebetulnya tidak bisa dibilang kekinian, karena sudah banyak warung makan yang menyajikannya sejak dulu sebagai pendamping lauk utama. Kol goreng biasa digemari karena kerenyahannya, sehingga orang lebih menyukainya ketimbang dijadikan lalapan.

tak jarang, pedagang kol goreng menggorengnya dengan minyak yang sudah teramat hitam karena terlampau sering digunakan menggoreng ulang (papasemar.com)

Namun penggunaan suhu yang tinggi saat meggoreng kol bisa merusak kandungan sehatnya. Akibatnya, kol yang tadinya menjadi penangkal kanker saat disantap segar justru berubah jadi penyebab kanker akibat digoreng dengan suhu tinggi dan minyak yang kadang tak layak dipakai lagi.

Written by Dozan Alfian

Dozan Alfian

Tidak peduli pada jumlah followers di media sosial, hanya tertarik pada uang dan kekuasaan~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *