Umrah Backpacker, Solusi Ibadah Murah Untuk Anak Muda. Begini Caranya

Bisa hemat lebih dari 75% lho dibanding umrah dengan travel agen

Bagi umat Islam, ibadah haji menjadi wajib bagi mereka yang mampu secara lahir dan batin. Namun untuk mereka yang tidak, tak ada paksaan untuk melaksanakannya. Jika haji belum mampu, umrah dianggap sebagai alternatif tepat. Biaya yang lebih murah serta tidak terikat waktu keberangkatan menjadi alasan utama. Apalagi perjalanannya tergolong singkat, tidak seperti haji yang dilakukan sebulan penuh lamanya.

Travel agent dan biro perjalanan seringkali menjadi tujuan bagi mereka yang hendak melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Itu adalah prosedur standar karena visa haji dan umrah tidak bisa didaftarkan secara perorangan. Tapi ternyata kamu bisa lho berangkat ke Mekah tanpa melalui agen dan biro dengan cara backpacker.

Umrah backpacker (@rfluthfi007)

Kalau mau umrah dengan cara ini, kamu harus meluangkan waktu untuk mengurus segala sesuatunya sendiri. Semua hal bisa diatur dengan lebih efisien dan leluasa. Misalnya pembiayaan, jadwal ibadah, hingga rute perjalanan yang akan dilalui nantinya. Bagaimana cara umrah tanpa travel?

Pengurusan visa

Yang dimaksud disini adalah segala sesuatu yang terkait dengan kebutuhan umrah mulai dari paspor, tiket, akomodasi dan lain-lain dipersiapkan sendiri. Namun kamu juga butuh jasa travel untuk pengurusan visa. Jika didasarkan pada standar umum, biaya jika kamu berangkat umrah pakai travel sekitar Rp27 – 54 juta tergantung fasilitas yang didapat. Sementara paket yang paling murah tidak mencakup pengurusan paspor, vaksinasi meningitis, atau pengurusan surat mahram.

Visa umrah (idntimes.com)

Jika mengurus visa saja kamu akan dikenakan biaya sebesar 200-300 USD/orang (harga sebenarnya hanyalah 75-150 USD/orang tergantung musim). Angka tersebut bisa lebih besar atau kecil, tergantung caramu negosiasi dengan pihak travel. Sayangnya tidak semua travel bisa melayani pembuatan visa saja. Mereka tak ingin terkena resiko jika si pelamar berbuat masalah. Lebih baik cari tahu agen mana yang mau membantu.

Waktu keberangkatan

Setelah mengetahui informasi di atas, kini saatnya tentukan waktu keberangkatan. Hal ini termasuk penting karena erat kaitannya dengan pemesanan tiket pesawat, musim, hingga pengurusan visa. Apalagi Waktu pendaftaran visa umrah dibuka hanya pada bulan Shafar hingga Ramadan.

Waktu keberangkatan (Instagram @dirainternational)

Sekadar saran, lebih baik hindari bulan-bulan tertentu seperti Rajab, Sya’ban, dan Ramadan dimana minat umrah melonjak tajam. Sementara suhu di Arab Saudi juga harus diperhatikan. Cuaca bersahabat biasanya pada bulan Februari hingga Mei. Belum lagi ketersediaan tiket akomodasi. Oleh karena itu pikirkan waktu keberangkatan secara matang ya.

Berburu tiket pesawat

Salah satu penentu kapan kamu akan berangkat adalah tiket yang didapat. Agar mendapat harga murah dan waktu yang diinginkan maka pesan dari jauh-jauh hari. Jika perlu beberapa bulan sebelumnya. Selain itu jenis maskapai juga menentukan murah tidaknya tiket. Jangan malas untuk terus update informasi, beruntung jika bisa dapat promo atau potongan ketika momen tertentu.

Berburu tiket pesawat (bisniswisata.co.id)

Jika tidak mendapat tiket murah maka siasati dengan cara singgah ke negara minoritas muslim yang dekat Jeddah atau Madinah. Bisa juga ke negara tetangga yang tak perlu mengurus visa lagi, seperti Singapura, Filipina, Thailand, Laos, atau Myanmar.

Penginapan dan makanan

Ada banyak sekali penginapan seperti hotel bintang 4 dan 5 yang dekat dengan tempat ibadah. Tentu saja harganya bakalan menguras kantong. Namanya saja umrah backpacker, maka masalah penginapan juga harus lebih fleksibel. Caranya dengan memesan hotel yang sedikit jauh dari pusat ibadah. Memang butuh banyak tenaga tapi bisa jauh lebih hemat.

Pemandangan dari kamar penginapan (Instagram @bellaayana)

Hotel bintang 3 disana paling tidak harganya 200 SAR atau sekitar Rp750 ribu per malam. Atau pilih saja apartemen murah seharga 50-100 SAR sekitar Rp187-375 ribu yang bisa diisi 3-4 orang. Masalah makanan pun begitu, kamu harus pintar-pintar cari yang hemat.

Makanan di Arab Saudi (Instagram @razzaqbakri)

Banyak warung makan kaki lima di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Harga sekali makan berkisar antara 10-30 SAR atau Rp37-112 ribu. Pilihan lainnya adalah memesan katering hotel yang biasa digunakan jamaah umrah. Hanya saja kamu harus mengambil ke hotel dengan tepat waktu dan harganya cukup mahal, sekitar 30-40 SAR atau Rp112-150 ribu. Masalah rasa sih sesuai dengan lidah orang Indonesia.

Transportasi umum

Di Arab Saudi, transportasi umum sudah tersedia selama 24 jam jadi tak perlu khawatir. Hanya saja jika kamu tak paham jalur atau daerah di Arab Saudi mobilitas bisa terhambat. Jadi penting untuk belajar terlebih dahulu jalur kendaraan umum disana, utamanya menuju lokasi-lokasi penting seperti hotel, bandara dan tempat ibadah.

Transportasi umum (elshinta.com)

Untuk biaya yang dikeluarkan tergantung transportasinya. Misalnya kamu naik taksi dari Jeddah sampai ke Masjidil Haram akan dikenakan tarif sebesar 200-300 SAR atau sekitar Rp750 ribu hingga Rp1,1 juta. Sementara jika memilih bus hanya sebesar 30 SAR atau sekitar Rp112 ribu rupiah.

Jadwalkan semua aktivitas di Tanah Suci

Membuat jadwal kegiatan secara teperinci akan membantu meminimalisir waktu dan biaya. Misalnya saja sampai disana kamu tak memiliki perencanaan sehingga jalan-jalan tanpa batasan. Hasilnya waktumu akan terbuang sia-sia sehingga ibadah tidak bisa maksimal. Selain itu, kebutuhan penginapan serta makanan juga akan ditentukan secara sembarangan.

Jadwalkan semua aktivitas di Tanah Suci (pijarartha.com)

Gunanya jadwal juga akan meminimalisir penggunaan transportasi yang berlebihan. Caranya dengan mengumpulkan semua aktivitas yang dilakukan dalam lokasi yang berdekatan dalam satu hari. Dengan begitu bisa mengurangi biaya akomodasi dan tak membuat kamu kelelahan sehingga bisa lebih fokus ibadah.

Menurut yang dilansir dari finansialku.com, biaya umrah selama 9 hingga 12 hari umumnya berkisar antara Rp20 juta hingga Rp30 juta. Pada tahun 2017 diperkirakan melebihi Rp40 juta dengan asumsi kurs USD ke Rupiah adalah sebesar Rp13.400. Namun jika umrah backpacker, total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp10-15 juta. Lumayan hemat bukan? Tunggu apalagi? Yuk segera rencanakan perjalanan umrah kamu!

Written by Erinda

"You can if you think you can"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *