‘Biarlah’ Adalah Seni Meredakan Kesedihan yang Paling Indah

Let it be.. let it be…

1.4k
SHARES

When I find myself in times of trouble.
Mother Mary comes to me.
Speaking words of wisdom, let it be.
And in my hour of darkness.
She is standing right in front of me.
Speaking words of wisdom, let it be.

– ‘Let It Be’, The Beatles

Kalau ada yang bertanya obat apa yang paling ampuh untuk meredakan kesedihan, maka saya akan menjawab ‘biarlah’ dengan lantang dan penuh keyakinan.

Biarlah, adalah cara paling ampuh untuk meredakan kesedihan. | pexels.com

Let it be…

Dianugerahi perasaan oleh Tuhan, rasanya mustahil kalau kita tidak pernah merasa sedih sedikit pun. Kesedihan bisa terjadi kapan pun, di mana pun, karena apapun, dan pada siapa pun. Dan sama halnya dengan racun, kesedihan yang terlalu dalam bisa saja menghancurkan, menjadi gila, misalnya. Mengerikan, bukan? Jadi sampai di sini, sudah sadarkah kamu akan efek krusial dari kesedihan?

Menyadari hal itu, saya pun tak mau terus tenggelam dalam kesedihan dengan mencari hal apa saja yang bisa meredakan. Saya tidak bilang bahwa kesedihan harus hilang sepenuhnya, karena di sisi lain, rasa sedih juga bisa menjadi penyadar akan kesalahan. Tapi, bagaimana caranya?

Kamu tidak harus mengikuti cara yang saya lakukan, tapi bagi saya, mendengarkan lagu adalah cara paling sederhana untuk meredakan kesedihan. Seperti ‘Let It Be’ milik The Beatles, adalah salah satu lagu yang liriknya sukses membuat hati saya menjadi jauh lebih baik.

Mendengarkan lagu ‘Let It Be’, saya seperti sedang dinasehati oleh nada. Saya seperti sedang duduk bersama sahabat saya yang sudah lebih dulu makan asam garamnya dunia. Lagu yang dinyanyikan dengan penuh keyakinan oleh Paul McCartney ini mengajarkan saya untuk segera menyudahi kesedihan apapun dengan membiarkannya. Kalau memang belum bisa mengikhlaskan, setidaknya saya harus bisa belajar untuk merelakan. Merelakan apa-apa yang menjadi penyebab kesedihan saya.

Belajar tegar dengan membiarkan

Saya percaya, bahwa kesedihan tidak akan pernah mampu menghancurkan hidup jika kita merelakan apa yang memang sudah terjadi. Karena bukankah hidup ini seperti roda yang berputar? Bukankah di setiap masalah pasti ada jalan keluar? Bukankah di setiap kesempitan pasti ada kelapangan? Dan, bukankah di setiap kesedihan pasti ada kebahagiaan? Meski itu semua tidak harus sekarang.

Kesedihan tidak akan pernah mampu menghancurkan hidup jika kita merelakan apa yang memang sudah terjadi.| pexels.com

Saya belajar untuk tidak mau ambil pusing dengan kesedihan, saya belajar tegar, namun bukan berarti pasrah pada keadaan. Dengan demikian, pikiran saya pun menjadi lebih tenang. Setidaknya, dengan membiarkan kesedihan yang suatu hari panti pasti berlalu, saya telah berhasil mengeliminasi satu energi negatif yang menyelimuti hati.

Itu cara merelakan kesedihan yang saya lakukan. Untuk kamu, apapun penyebab kesedihan yang sekarang sedang kamu rasakan, jangan sampai kesedihan itu lebih besar dari ketegaranmu. Sudahi saja dengan membiarkannya, bagaimana pun kamu ingin melakukannya.

1.4k
SHARES
Bagaimana Menurutmu?

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."