Jika Ada Persoalan, Lihatlah ke Dalam. Jika Menemui Tantangan, Silahkan Perbaiki Diri

Belajarlah memahami konsep ‘keras pada diri sendiri dan toleran pada orang lain’

Kita ini, hidup sebagai makhluk sosial di mana satu dengan yang lain saling bergantung dan tak bisa lepas begitu saja. Karena itu, menjaga hubungan baik di lingkungan sosial adalah mutlak adanya. Sebab, tanpa keharmonisan antar sesama, maka hidup jadi bisa jadi terlunta-lunta.

Baca juga : Tak Perlu Lagi Pelet. Karena Sekarang, Jodoh Begitu Mudah Ditemukan di Internet

Untuk itu, rasa saling menghargai dan toleransi harus selalu menjadi hal yang utama. Menghormati sesama, saling menolong, saling membantu, adalah sekian hal yang menjadi kunci, yang harus dibiasakan agar saya dan kamu mampu menjalin keharmonisan dengan orang-orang di sekitar kita.

Kebebasan berpendapat yang menciptakan perpecahan pendapat

Sayangnya, belakangan ini semakin banyak saja hal yang mendorong ke arah ketidakharmonisan. Tidak cocok sedikit, berdebat. Melirik sedikit, dianggap menantang. Salah ucap sedikit, langsung difonis salah dan tak bisa dimaafkan. Hal inilah yang menyebabkan konflik merebak di mana-mana.

Bukan itu saja. Saat ada masalah, banyak orang yang justru mencari-cari kambing hitam karena takut disalahkan. Akibatnya, bukan solusi yang didapat, tapi kebencian dan emosi. Demokrasi yang tadinya bertujuan memberi kebebasan berpendapat, justru menciptakan perpecahan pendapat.

Sayangnya, kebebasan berpendapat juga sangat berpotensi menciptakan perbedaan pendapat. | peterravn.com

Padahal sejatinya, jika kita mau merenung dan berpikir lebih jernih, toh semua masalah pasti ada solusinya. Semua perbedaan, pasti bisa dijembatani. Karena itu, di tengah kondisi buruk yang kita alami belakangan ini, ‘keras pada diri sendiri dan toleran pada orang lain‘ sangat dibutuhkan.

‘Keras pada diri sendiri’ merupakan bentuk evaluasi diri yang menyeluruh sebelum berinteraksi dengan orang lain. Jika kita mampu membiasakan diri untuk bercermin pada diri sendiri, maka saat ada kesalahan, kita bukannya sibuk mencari-cari alasan, namun fokus untuk mencari solusi.

Sebaliknya, ‘toleran pada orang lain’ berarti terbuka dalam menerima kesalahan dan memaafkan. Tentu, untuk hal-hal yang masih dalam taraf kewajaran. Dengan begitu, kita bisa lebih berpikir tenang. Sehingga saat menghadapi masalah, yang kita pikirkan hanyalah menyelesaikan bersama.

Solusi segala permasalahan

Kedua sikap ini, jika dikembangkan secara bersamaan, saya yakin akan memberikan dampak harmonisasi kehidupan sosial yang benar-benar menyejukkan. Apalagi, jika hal ini diterapkan oleh seorang pemimpin, baik di lingkungan keluarga, organisasi, usaha, atau pun pemerintahan.

Contoh sederhana, lihatlah bagaimana Steve Jobs, pendiri Apple Corp, yang dipecat dari perusahaannya sendiri. Tapi, ia justru memilih ‘berbicara’ dengan karya. Jobs ‘keras’ pada dirinya sendiri dengan menyibukkan diri untuk membuat berbagai inovasi di bidang komputerisasi.

Dengan ‘keras pada diri sendiri dan toleran pada orang lain’, Steve Jobs bisa kembali lagi ke Apple dan menyatukan kembali semua visi dan misi perusahaan. | npr.org

Apa hasilnya? Dia kembali lagi ke perusahaannya dengan toleransi yang jauh lebih besar. Dia berhasil menyatukan kembali semua visi dan misi Apple hingga sekarang perusahaan ini semakin dikenal sebagai salah satu perusahaan paling inovatif dibidang teknologi komputer dan smartphone.

Inilah bukti bahwa ‘keras pada diri sendiri dan toleran pada orang lain’ benar-benar mampu menjadi solusi untuk segala permasalahan.¬†Karena itu #SobatInovasee yang baik hati, jika ada persoalan, cobalah lihat ke dalam. Dan jika harus menghadapi tantangan, silahkan untuk memperbaiki diri.

Percayalah, besar kecilnya masalah itu tergantung dari bagaimana kita menjunjung tinggi atau rendah rasa persaudaraan.


Rekomendasi #SobatInovasee:

Bagaimana Menurutmu?

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Deretan Quote Sujiwo Tejo Tentang Cinta yang Dijamin Bisa Bikin Baper

Karena Cinta Tak Kenal Kata Sibuk, Hanya Saja Prioritas yang Berbeda