Pacarmu Keterlaluan? Begini Cara Mengkritik Dia Tanpa Harus Berlanjut ke Pertengkaran

Bukan karena pasanganmu yang terlalu sensitif kok

Awalnya hanya mengkritik pasangan soal masalah kecil, eh.. ujung-ujungnya malah jadi pertengkaran hebat. Apa kamu sering mengalami hal seperti ini? Kalau iya, mungkin bukan karena pasanganmu yang terlalu sensitif, tapi cara kamu mengungkapkan kekecewaan padanya yang kurang tepat.

Cara mengungkapkan kekecewaan sangat berpengaruh pada marah atau tidaknya pasangan. | huffingtonpost.com

Kritik dan feedback konstruktif

Dalam hubungan antara dua individu, terutama dalam hubungan cinta, perbedaan antara kritik dan umpan balik (feedback) konstruktif benar-benar harus dimengerti dan dipahami kedua belah pihak. Kritik dan feedback konstruktif memang hampir mirip, namun mempunyai makna yang sangat berbeda.

Dalam hubungan, Kritik dan feedback konstruktif mempunyai perbedaan yang sangat jelas. | shutterstock.com

Kritik adalah ekspresi emosional terhadap sesuatu yang tidak kamu sukai dari pasangan dan ingin kamu ubah, sementara feedback konstruktif adalah sesuatu yang kamu kemukakan kepada pasangan karena kamu ingin dia menjadi lebih baik lagi. Paham sampai di sini?

Sudut pandang yang lebih baik

Dengan kata lain, feedback konstruktif bertujuan untuk kebaikan diri pasangan, sedangkan kritik bertujuan semata-mata untuk kepuasan dirimu pribadi, meskipun, hal yang dibicarakan sama persis.

Misalnya saja, kamu kesal karena pasanganmu sering menyepelekan waktu hingga sering telat masuk kerja atau datang lebih lama dari yang kalian sepakati. Lalu kamu pun bilang, “kamu tuh ya, hobinya telat mulu! Bikin susah aku tau nggak?!” Nah, apa yang kamu lakukan ini adalah mengkritik.

Jika kritikan yang kamu ungkapkan, maka pertengkaran adalah hal yang kemudian terjadi. | rula.co.id

Akibatnya, kalau dia merasa tidak terima dengan ‘tuduhan’ yang kamu ucapkan (meskipun mungkin benar), dia pasti akan bersikap defensif dan justru jadi ribut. Karena itu, agar hal yang tidak baik seperti itu tidak terulang lagi, ganti caramu mengungkapkan kekecewaan dengan feedback konstruktif.

Bagaimana caranya? Cara pertama, mulailah dengan ‘meminta izin’ pada pasangan untuk memberi masukan. Misalnya dalam kasus yang sama, kamu bisa kok bicara seperti ini, “aku perhatiin, belakangan ini sepertinya kamu sering telat setiap kita janjian deh. Boleh nggak aku kasih saran?”

Memberi masukan pada pasangan akan jauh lebih baik untuk diri pasangan. | soclean.com

Cara lain, adalah dengan mengungkapkan apa yang kamu rasakan terlebih dahulu, baru kemudian memberikan feedback atau saran. Masih dengan kasus yang sama seperti dua contoh di atas, kamu bisa berkata “aku kok jadi ngerasa disepelein ya kalau kamu sering nggak tepat waktu gitu…”

Kedua cara di atas merupakan feedback konstruktif, yang akan memberikan sudut pandang lebih baik dari kritik yang kamu sampaikan sehingga pasanganmu bisa menerimanya dengan jauh lebih baik tanpa harus terjadi pertengkaran.

Kamu sudah tambah pintar kan sekarang? Jadi, kapan mau mempraktekkan?


Paling direkomendasikan #SobatInovasee:

Bagaimana Menurutmu?

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Amanes Marsoum

Penulis artikel dan sastra. Penemu dari sebuah konsep sederhana: "Kita tidak pernah tahu seberapa jauh bisa berubah. Namun untuk sesuatu yang jauh lebih baik, kita tidak akan pernah menyesal."

Kenyataan di Balik Harga Mahal Smartphone-mu: Harga Aslinya Nggak Semahal Itu!

Biasa Dikata-katain, Disalahin, dan Dimarahain. Curhatan Sang Admin yang Penuh Dengan Tekanan Hidup